Tingkatkan Produktivitas Padi dengan Metode SRI
Minggu, 22 Oktober 2017 - 22:46 WIB
A
A
A
Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) bersama Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Kristen Arta Wacana (UKAW) Kupang, melakukan Demonstrasi Plot (Demplot) Budidaya padi SRI yang dibarengi tanam konvensional di persawahan desa Desa Baumata kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (22/10/2017).
SRI merupakan metode berkelanjutan untuk pertumbuhan tanaman dengan menggunakan bibit berumur muda atau tujuh hari setelah pembenihan, jarak tanam lebar, pupuk organik, irigasi terputus-putus, dan beberapa penyiangan yang memiliki produktivitas padi lebih tinggi dibandingkan dengan pengelolaan sistem konvensional.
Program ini bertujuan untuk mengembangkan strategi ketangguhan iklim dan mencegah kerentanan petani serta lahan pertaniannya akibat kekeringan melalui budidaya SRI dan informasi pertanian berbasis teknologi aplikasi.
SRI merupakan metode berkelanjutan untuk pertumbuhan tanaman dengan menggunakan bibit berumur muda atau tujuh hari setelah pembenihan, jarak tanam lebar, pupuk organik, irigasi terputus-putus, dan beberapa penyiangan yang memiliki produktivitas padi lebih tinggi dibandingkan dengan pengelolaan sistem konvensional.
Program ini bertujuan untuk mengembangkan strategi ketangguhan iklim dan mencegah kerentanan petani serta lahan pertaniannya akibat kekeringan melalui budidaya SRI dan informasi pertanian berbasis teknologi aplikasi.
(rat)