Pesona Klasik Tenun...
1/11
Sepeda ontel menjadi transportasi para penenun dari rumah menuju tempat produksi kain lurik.
Pesona Klasik Tenun...
2/11
Salah satu motif kain Lurik, rumah produksi Lurik Kurnia memiliki variasi 500 motif.
Pesona Klasik Tenun...
3/11
Ketelitian dan kesabaran menjadi tuntutan untuk menghasilkan kain Lurik yang berkualitas, Seorang penenun mampu menyelesaikan 100 meter kain lurik berkualitas tinggi selama kurang lebih satu bulan.
Pesona Klasik Tenun...
4/11
Saat ini, tersisa 25 penenun yang termasuk dalam generasi pertama penenun Lurik Kurnia.
Pesona Klasik Tenun...
5/11
Pekerja mengemas kain lurik siap jual di butik Lurik Kurnia, tiap meternya dibanderol dengan harga Rp 35 ribu.
Pesona Klasik Tenun...
6/11
Pekerja mencatat keluar masuk benang di bagian cadongan agar tidak tumpang tindih saat pemintalan.
Pesona Klasik Tenun...
7/11
Rumah produksi Lurik Kurnia tetap menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) dalam menghasilkan kain tenun lurik.
Pesona Klasik Tenun...
8/11
Menjemur benang seusai diwarnai, jika cuaca bagus hanya perlu sehari untuk menunggu kering.
Pesona Klasik Tenun...
9/11
Pekerja menyusun benang di bagian pemotifan, ratusan gulungan benang aneka warna disusun membentuk motif lurik yang dominan garis lurus.
Pesona Klasik Tenun...
10/11
Pekerja perempuan memintal benang setelah selesai diwarnai, di bagian pemintalan benang dirapikan agar tidak kusut saat dibentuk motif.
Pesona Klasik Tenun...
11/11
Usia penenun yang kian tua menjadi tantangan dalam laju produksi kain lurik, minimnya regenerasi penenun beresiko terhadap produksi lurik yang kian redup.
Pesona Klasik Tenun...
Pesona Klasik Tenun...
Pesona Klasik Tenun...
Pesona Klasik Tenun...
Pesona Klasik Tenun...
Pesona Klasik Tenun...
Pesona Klasik Tenun...
Pesona Klasik Tenun...
Pesona Klasik Tenun...
Pesona Klasik Tenun...
Pesona Klasik Tenun...

Pesona Klasik Tenun Lurik

Sabtu, 09 Desember 2017 - 18:03 WIB
A A A
Di awal tahun 1960an, tenun lurik asal Krapyak, Yogyakarta mendapat tempat di hati masyarakat pengagum kain tradisional setelah batik. Salah satunya adalah karya perajin rumah produksi Kurnia Lurik di Jalan Krapyak Wetan, Panggungharjo, Sewon Bantul, Yogyakarta. Produksi kain lurik yang menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) ini sudah beroperasi sejak 1962 dan menjadi satu-satunya yang bertahan setelah 4 rumah produksi lainnya kini hanya tinggal nama saja.

Masuknya teknologi modern dari Tiongkok serta minimnya regenerasi yang menekuni seni tenun ini, kian menjadi tantangan yang harus dihadapi agar pesona kain tradisional lurik tidak meredup. Mau tidak mau, generasi ketiga Lurik Kurnia mengimbangi resiko ini dengan berinovasi, melek teknologi dan menggandeng desainer agar mesin tenun peninggalan leluhurnya tetap berputar. Tak tanggung-tanggung sekitar 500 motif koleksi Lurik Kurnia diperbarui agar tidak ketinggalan jaman.

Proses yang sangat panjang untuk menghasilkan 100 meter kain lurik dengan harga Rp 35 ribu per meternya ini dikerjakan dalam kurun waktu satu bulan. Proses pembuatannya dimulai dari pemilihan benang mentah yang dikirim dari Klaten, pewarnaan atau wenter, penjemuran benang selama satu hari, pemintalan, pembuatan motif hingga akhirnya ditenun secara manual. Lewat sentuhan unik, halus dan telaten dari tangan-tangan perajin sepuh dalam menggarap dan menghasilkan kain tenun dengan kualitas terbaik rasanya Yogyakarta masih mampu membidani pesona klasik tenun lurik.

FOTO DAN TEKS : KORAN SINDO/DJULI PAMUNGKAS
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Komunitas Perempuan...
Komunitas Perempuan Pelestari Budaya Gelar Pesona Tenun Nusantara
Kemeriahan Karnaval...
Kemeriahan Karnaval Tenun Troso Jepara
Jasa Custom Motor Klasik...
Jasa Custom Motor Klasik Makin Diminati
Mengintip Geliat Bisnis...
Mengintip Geliat Bisnis Restorasi Mobil Klasik
Festival Pesona Minangkabau
Festival Pesona Minangkabau
7 Potret Cantik Gisella...
7 Potret Cantik Gisella Anastasia Bergaya Klasik
Foto Terkini
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
9 jam yang lalu
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
10 jam yang lalu
Skuad Garuda Jalani...
Skuad Garuda Jalani Latihan Resmi Jelang Laga Kontra Oman di GBK
14 jam yang lalu
ASRIM Dorong Langkah...
ASRIM Dorong Langkah Berkelanjutan Jaga Ketahanan Industri Minuman Kemasan
14 jam yang lalu
Inovasi Tarif Pengiriman...
Inovasi Tarif Pengiriman Paket Ringan Dukung UMKM dan Belanja Daring
15 jam yang lalu
McDonald’s Indonesia...
McDonald’s Indonesia Luncurkan FIFA Goes to McD Jelang World Cup 2026
18 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Begini Tampang Lesu...
Begini Tampang Lesu Eks Kepala BGN Diborgol dan Pakai Baju Tahanan Kejagung
Nadiem Makarim Bacakan...
Nadiem Makarim Bacakan Pleidoi atas Tuntutan 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Menyerahkan Diri ke KPK
Momen Nadiem Kenakan...
Momen Nadiem Kenakan Jaket Ojol Jelang Sidang Pleidoi
SPTO Bagikan Dividen...
SPTO Bagikan Dividen Rp189 Miliar dari Laba 2025
Inflasi Mei 2026 Naik...
Inflasi Mei 2026 Naik 0,28 Persen, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama