Jelang Imlek, Permintaan Mie Tradisional Misoa Meningkat
Jum'at, 02 Februari 2018 - 19:25 WIB
A
A
A
Pekerja membuat mie tradisional Cina "Misoa" dengan alat tradisional, di industri rumahan di kawasan Jalan Pesapen, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (02/2/2018). Industri rumahan ini berdiri sejak tahun 1948 dan dikelola oleh Soebianto Djajawikarta. Menjelang perayaan Imlek, produksi mie yang melambangkan umur panjang bagi etnis Tionghoa tersebut mengalami peningkatan permintaan hingga 30 persen dari hari biasa.
Misoa merupakan mie yang memiliki tekstur sangat halus dan tipis. Misoa ini berbeda dengan bihun dan soun karena memiliki bahan dasar yang berbeda yaitu dari tepung terigu. Biasanya misoa digunakan sebagai bahan masakan untuk sayur oyong dan masakan China.
Dalam tradisi Tionghoa, perayaan Imlek identik dengan makan bersama sebagai ungkapan kebersamaan dan keharmonisan keluarga. Misoa menjadi salah satu menu utama.
Misoa merupakan mie yang memiliki tekstur sangat halus dan tipis. Misoa ini berbeda dengan bihun dan soun karena memiliki bahan dasar yang berbeda yaitu dari tepung terigu. Biasanya misoa digunakan sebagai bahan masakan untuk sayur oyong dan masakan China.
Dalam tradisi Tionghoa, perayaan Imlek identik dengan makan bersama sebagai ungkapan kebersamaan dan keharmonisan keluarga. Misoa menjadi salah satu menu utama.
(rat)