Eletabilitas Capres-Cawapres dan Menakar Poros Ketiga
Minggu, 25 Maret 2018 - 16:58 WIB
A
A
A
(Kiri-kanan) Direktur Eksekutif Polcomm Institute Heri Budianto, politisi PKS Dedi Supriyadi, politisi Gerindra Habiburahman, politisi PDI Perjuangan Eriko Sutarduga, politisi Partai Bulan Bintang Alexander David Pranata Boer dan Moderator Latief Siregar menjadi pembicara dalam Rilis Hasil Survey Nasional dan Diskusi Politik, bertema Eletabilitas Capres-Cawapres dan Menakar Poros Ketiga, di Jakarta, Minggu (25/3/2018). Menjelang bergulirnya pemilihan presiden dan pemilu legislatif, partai-partai politik menyiapkan strategi dan sudah menetapkan maupun menimbang calon presiden maupun wakil presiden yang akan diusung dalam pilpres mendatang. Begitu juga partai politik menyiapkan strategi dalam meraih suara dari pemilih untuk memenangkan pileg.
Sampai saat ini baru lima partai peserta pemilu 2014 yang lolos di Senayan, mengajukan calon presiden yakni Partai Golkar, Nasdem, PPP, Hanura, dan PDI Perjuangan, yaitu Joko Widodo sebagai calon presiden mendatang. Sementara itu, Partai Gerindra, PKS, PKB, PAN, dan Demokrat masih belum secara resmi mengajukan siapa calon presiden yang akan diusung.
Dengan realitas politik ini, Joko Widodo ditengarai terus membangun komunikasi politik dengan berbagai kalangan baik parpol pengusung maupun kalangan lain untuk mempertimbangkan siapa yang akan mendampingi Jokowi mendatang. Beberapa nama sudah secara terang-terangan mencalonkan diri sebagai wakil presiden dan beberapa nama masih belum menyatakan secara resmi di depan publik.
Untuk itu, Political Communication Institute (Polcomm Institute) melakukan survey untuk memotret elektabilitas partai politik, capres, dan cawapres yang dinilai cocok oleh publik untuk menjadi pasangan capres, dan kemungkinan munculnya poros ketiga.
Sampai saat ini baru lima partai peserta pemilu 2014 yang lolos di Senayan, mengajukan calon presiden yakni Partai Golkar, Nasdem, PPP, Hanura, dan PDI Perjuangan, yaitu Joko Widodo sebagai calon presiden mendatang. Sementara itu, Partai Gerindra, PKS, PKB, PAN, dan Demokrat masih belum secara resmi mengajukan siapa calon presiden yang akan diusung.
Dengan realitas politik ini, Joko Widodo ditengarai terus membangun komunikasi politik dengan berbagai kalangan baik parpol pengusung maupun kalangan lain untuk mempertimbangkan siapa yang akan mendampingi Jokowi mendatang. Beberapa nama sudah secara terang-terangan mencalonkan diri sebagai wakil presiden dan beberapa nama masih belum menyatakan secara resmi di depan publik.
Untuk itu, Political Communication Institute (Polcomm Institute) melakukan survey untuk memotret elektabilitas partai politik, capres, dan cawapres yang dinilai cocok oleh publik untuk menjadi pasangan capres, dan kemungkinan munculnya poros ketiga.
(rat)