Dampak GO-JEK Terhadap Perekonomian Kota Surabaya
Kamis, 03 Mei 2018 - 20:15 WIB
A
A
A
(Kiri-kanan) Manajer Penelitian Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) Paksi CK Walandouw, akademisi Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI Vida Parady dan Kepala LD FEB UI Turro S Wongkaren menunjukkan hasil riset yang berjudul “Dampak GO-JEK terhadap Perekonomian Kota Surabaya", di Majapahit Hotel, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (03/4/2018). Hasil riset terhadap 378 mitra pengemudi di Surabaya mengungkapkan bahwa aplikasi GO-JEK meningkatkan produksi jasa di sektor transportasi. Selain itu, efek multiplier kehadiran ojek online dapat mendukung perekonomian dan tingkatkan produktivitas mitra pengemudi dan UMKM di Surabaya.
Data LD FEB UI menunjukkan, aplikasi GO-JEK berkontribusi Rp192 milyar per tahun ke dalam perekonomian Surabaya melalui penghasilan pengemudi, dan Rp49 milyar per tahun ke dalam perekonomian Surabaya melalui penghasilan Mitra UMKM. GO-JEK juga telah menciptakan kesempatan kerja yang mendukung pemanfaatan bonus demografi dan mengurangi tekanan pada pengangguran terdidik. Mitra pengemudi GO-JEK juga merasakan adanya peningkatan kesejahteraan yang menjadi roda penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Data LD FEB UI menunjukkan, aplikasi GO-JEK berkontribusi Rp192 milyar per tahun ke dalam perekonomian Surabaya melalui penghasilan pengemudi, dan Rp49 milyar per tahun ke dalam perekonomian Surabaya melalui penghasilan Mitra UMKM. GO-JEK juga telah menciptakan kesempatan kerja yang mendukung pemanfaatan bonus demografi dan mengurangi tekanan pada pengangguran terdidik. Mitra pengemudi GO-JEK juga merasakan adanya peningkatan kesejahteraan yang menjadi roda penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
(rat)