Tradisi Munggahan Sambut Ramadan di Betawi
Sabtu, 12 Mei 2018 - 21:46 WIB
A
A
A
Berbagai tradisi dilakukan jelang Ramadan, tak terkecuali masyarakat Betawi yang menggelar tradisi Munggahan. Dalam tradisi ini, biasanya seluruh anggota keluarga yang berada di luar kota akan berkumpul di tempat orang tua.
Munggahan dilakukan satu atau beberapa hari sebelum Ramadan, ada yang menyebutnya dengan istilah “Malem Munggah”, saat keluarga, sanak saudara berkumpul atau ngeriung di rumah orang tua atau keluarga yang dituakan seperti Mamang (Paman), Ence(Bibi) atau Abang untuk menjalin keharmonisan hubungan keluarga.
Menjaga warisan budaya Betawi tersebut, warga kawasan Lebak Sari, Jagakarsa, Jakarta Selatan mengikuti tradisi Munggahan, Sabtu (12/5/18). Dimulai dengan jalan bersama membawa makanan yang dipersiapkan dari rumah masing-masing, warga menggelar riungan dengan mengenakan pakaian khas Betawi.
Makna dari tradisi munggahan adalah untuk mempererat tali silaturahmi, introspeksi diri dari segala kesalahan yang sudah pernah dilakukan sebelumnya saat memasuki bulan suci Ramadan. Segala kesalahan terutama kepada sahabat, teman dan keluarga dapat diampuni. Pada akhirnya seseorang memasuki Bulan Ramadan dalam keadaan bersih hati dan bersih diri.
Munggahan dilakukan satu atau beberapa hari sebelum Ramadan, ada yang menyebutnya dengan istilah “Malem Munggah”, saat keluarga, sanak saudara berkumpul atau ngeriung di rumah orang tua atau keluarga yang dituakan seperti Mamang (Paman), Ence(Bibi) atau Abang untuk menjalin keharmonisan hubungan keluarga.
Menjaga warisan budaya Betawi tersebut, warga kawasan Lebak Sari, Jagakarsa, Jakarta Selatan mengikuti tradisi Munggahan, Sabtu (12/5/18). Dimulai dengan jalan bersama membawa makanan yang dipersiapkan dari rumah masing-masing, warga menggelar riungan dengan mengenakan pakaian khas Betawi.
Makna dari tradisi munggahan adalah untuk mempererat tali silaturahmi, introspeksi diri dari segala kesalahan yang sudah pernah dilakukan sebelumnya saat memasuki bulan suci Ramadan. Segala kesalahan terutama kepada sahabat, teman dan keluarga dapat diampuni. Pada akhirnya seseorang memasuki Bulan Ramadan dalam keadaan bersih hati dan bersih diri.
(ary)