Kelompok Perempuan Dumai Tanam dan Olah Jahe Merah di Lahan Gambut
Jum'at, 06 Juli 2018 - 20:35 WIB
A
A
A
Direktur Eksekutif Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) Tonny Wagey (kedua kiri) dan Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas selaku Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) ICCTF Medrilzam (ketiga kanan), berbincang dengan kelompok perempuan Mundam, saat memanen jahe merah di lahan Demplot Agroforestry Tanaman Jahe Merah, di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Dumai, Jumat (06/7/2018). Pengelolaan lahan gambut melalui agroforestry oleh perempuan yang digalakkan oleh ICCTF bekerja sama dengan Riau Women Working Group (RWWG) di Kota Dumai ini bertujuan supaya perempuan juga memiliki akses informasi dan kontrol mengenai tata kelola lahan mulai dari penyiapan lahan, penyediaan bibit, penanaman, pemeliharaan, pemanenan hingga rencana pengolahan pasca panen.
Jahe merah dipilih sebagai komoditas untuk dikembangkan di Kota Dumai oleh kelompok perempuan dengan pertimbangan? bahwa jahe merah mudah tumbuh di lahan gambut, bernilai ekonomi tinggi, dan memiliki pilihan produk olahan cukup banyak.
Kelompok perempuan tidak hanya diajak menanam, tetapi juga diajarkan mengolahnya menjadi produk makanan seperti dodol jahe, minuman dan permen jahe. Selain bernilai ekonomis, program tanam tanpa bakar dengan memanfaatkan lahan sekitar rumah tersebut sebagai upaya pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan pengendalian perubahan iklim.
Jahe merah dipilih sebagai komoditas untuk dikembangkan di Kota Dumai oleh kelompok perempuan dengan pertimbangan? bahwa jahe merah mudah tumbuh di lahan gambut, bernilai ekonomi tinggi, dan memiliki pilihan produk olahan cukup banyak.
Kelompok perempuan tidak hanya diajak menanam, tetapi juga diajarkan mengolahnya menjadi produk makanan seperti dodol jahe, minuman dan permen jahe. Selain bernilai ekonomis, program tanam tanpa bakar dengan memanfaatkan lahan sekitar rumah tersebut sebagai upaya pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan pengendalian perubahan iklim.
(rat)