Pro Kontra Puisi Esai Ke-6
Jum'at, 31 Agustus 2018 - 22:02 WIB
A
A
A
Para editor dan penulis Buku Esai, Gunoto Saparie, Nia Samsihono, Anwar Putra Bayu dan Viddy Daery menyampaikan paparannya terkait pro kontra Puisi Esai ke-6 yang diselenggarakan Yayasan Budaya Guntur, di Jakarta, Jumat (31/8/2018). Generasi di periode 2018 ini akan dikenang karena kemampuannya memotret batin masyarakat di 34 provinsi melalui 34 buku puisi esai. Kekayaan budaya Nusantara, kearifan lokal, jeritan batin, peristiwa sosial, kegembiraannya tergambar dalam 175 puisi esai yang direkam dalam 34 buku itu.
Denny JA, penggagas puisi esai menyatakan, kita hidup dalam sejarah yang sedang ditata ulang. Begitu banyak pembaruan dilakukan di bidang teknologi, bisnis dan politik yang sudah mengubah hidup kita. Para sastrawan, penulis, jurnalis juga merespon zaman ini dengan kreativitas yang sama.
Denny JA, penggagas puisi esai menyatakan, kita hidup dalam sejarah yang sedang ditata ulang. Begitu banyak pembaruan dilakukan di bidang teknologi, bisnis dan politik yang sudah mengubah hidup kita. Para sastrawan, penulis, jurnalis juga merespon zaman ini dengan kreativitas yang sama.
(rat)