Mary Jane, Korban Perdagangan Manusia Lintas Negara

Rabu, 29 April 2015 - 19:23 WIB
A A A
Mary Jane Viesta Veloso, terpidana mati asal Filipina batal dieksekusi mati tim regu tembak bersama delapan terpidana mati lainnya di Lapangan Tembak Linus Buntu, Nusakambangan, Cilacap, pada Rabu dini hari.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung), Tony Spontana mengatakan, setelah gagal dieksekusi, tim jaksa eksekutor memastikan telah memulangkan kembali Mary Jane ke sel asalnya di Sleman.

Menurut Tony, Mary Jane sudah tiba di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Wirogunan, Sleman dan diterima pihak Kalapas sekira pukul 08.15 WIB. Diketahui, Mary Jane terpidana kepemilikan barang bukti 2,6 kilogram heroin yang ditangkap di Bandara Adi Sucipto 25 April 2010 silam itu gagal dieksekusi tim regu tembak.

Penundaan eksekusi lantaran ditemukan bukti baru bahwa dia bukan pelaku utama dari kasus yang membelitnya dan menjadi korban human trafficking (perdagangan manusia) lintas negara.

Artikel terkait





  • 30 Menit Menegangkan Sebelum Eksekusi Mati Mary Jane Ditunda




  • Batal Dieksekusi Mati, Mary Jane Balik ke Sleman


(gar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Tim Editor :
default-man
Gary Steven
Jurnalis
Video Terkini
Pedagang Lansia Menangis...
News
Pedagang Lansia Menangis Histeris Terkena Razia Petugas Saat Sedang Makan
1 minggu yang lalu
Gempa M 6.7 Guncang...
News
Gempa M 6.7 Guncang Palu: Update Kondisi Terkini & Peringatan BMKG
1 minggu yang lalu
AKSI MAHASISWA MELUAS:...
News
AKSI MAHASISWA MELUAS: Saling Dorong Warnai Demo di Berbagai Daerah!
1 minggu yang lalu
AKSI MAHASISWA! Tinggalkan...
News
AKSI MAHASISWA! Tinggalkan Gedung Parlemen, Dialog di Istana dengan Wapres Gibran
1 minggu yang lalu
KPK Bergerak! Usai OTT...
News
KPK Bergerak! Usai OTT Bupati Muara Enim, Sejumlah Ruangan Penting Disegel
2 minggu yang lalu
Balas Dendam Israel!...
News
Balas Dendam Israel! Iran Dibombardir Rudal Balistik Pasca Ketegangan
2 minggu yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com, All Rights Reserved