Demi Menjaga NU, Abdul...
1/2
Tokoh muda NU Indonesia Timur Abdul Hamid Rahayaan menawarkan solusi terbaik untuk pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU di Lampung nanti, yaitu dengan tetap memakai sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).
Demi Menjaga NU, Abdul...
2/2
KH. Said Agil Siroj menjadi salah satu calon kuat calon Ketua Umum PBNU.
Demi Menjaga NU, Abdul...
Demi Menjaga NU, Abdul...

Demi Menjaga NU, Abdul Hamid: Sebaiknya Muktamar Tetap Memakai Sistem Ahwa

Senin, 01 November 2021 - 15:00 WIB
A A A
JAKARTA-- Tokoh muda NU Indonesia Timur Abdul Hamid Rahayaan menawarkan solusi terbaik untuk pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU di Lampung nanti, yaitu dengan tetap memakai sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). "Jadi sebaiknya kembali ke sistim Ahwa saja, untuk menghindari segala bentuk kemungkaran dan demi kebaikan bersama," kata penasehat pribadi Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Senin (1/11), kepada pers di Jakarta.

Lebih lanjut, kata Hamid solusi itu berangkat dari hasil diskusi bersama teman-teman dari kalangan aktivis NU setelah membaca pandangannya di berbagai media online terkait persiapan Muktamar Ke-34 di Lampung termasuk persaingan menjelang Muktamar yang memanas antar kandidat dalam rangka memenangkan pertarungan yang kian memperburuk hubungan silaturrahmi antar sesama warga Nahdiyin.

"Mereka memiliki pandangan yang berbeda tetapi ada kesamaan prinsip yaitu bagaimana menyelamatkan Nahdlatul Ulama dari persaingan tak sehat," ujarnya.

Bahkan, kata Hamid sebagian besar dari mereka merasa prihatin dengan kondisi jelang Muktamar karena cara yang digunakan untuk bisa menang dalam pemilihan berlawanan dengan nilai-nilai yang dianut Nahdlatul Ulama selama ini, karenanya mereka tidak begitu mempersoalkan figur mana yang nantinya terpilih menjadi ketua umum PBNU, tapi lebih kepada mengevaluasi sistem pemilihan yang akan digunakan dalam menentukan calon terpilih.

"Mereka lebih setuju bila penentuan Rois Aam dan Ketua Umum PBNU menggunakan sistem Ahwa yakni masing-masing perwakilan NU dari wilayah dan cabang memilih sembilan orang ulama sepuh yang nantinya bermusyawarah untuk menentukan Rois Aam dan Ketua Umum PBNU masa bakti 2021-2026," ungkap Hamid.

Menurutnya, sistem Ahwa adalah sistem yang sangat tepat dengan alasan, Pertama, untuk mengembalikan hak ulama sebagai pemilik wadah berkumpulnya Jam,iyah Nahdlatul Ulama, Kedua, agar para kandidat Ketua Umum beserta timnya tidak berusaha untuk mendapatkan dukungan dengan cara-cara yang tidak elegan.

Ketiga, para politisi tidak mendapatkan ruang untuk mengobok-obok Nahdlatul Ulama untuk memenuhi keinginan meraka, dan Kempat Ketua Umum terpilih dapat diterima oleh seluruh warga Nahdiyin karena dilahirkan dari produk Ulama selaku pemilik wadah berhimpun Jam,iyah Nahdlatul Ulama.

Dengan demikian apabila sistem Ahwa yang digunakan, maka kepemimpinan Ketua Umum PBNU Periode 2021-2026 akan bermanfaat bagi warga Nahdiyin dan seluruh masyarakat Indonesia karena dihasilkan melalui sistem yang baik.

"Tentu semuanya terpulang pada kesadaran wilayah dan cabang NU di seluruh daerah sebagai pemilik mandat dalam menentukan tata tertib sebagai pedoman dalam pelaksanaan Muktamar," ungkap Hamid.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Muktamar Bermartabat,...
Muktamar Bermartabat, Abdul Hamid Apresiasi Majelis Tahkim Muktamar NU
Abdul Hamid Kembali...
Abdul Hamid Kembali Ingatkan Sistem AHWA Cara Terbaik di Muktamar Lampung
Tok! MK Putuskan Sistem...
Tok! MK Putuskan Sistem Pemilu Tetap Proporsional Terbuka
Menjaga Berat Badan...
Menjaga Berat Badan Tetap Ideal Pasca Momen Libur Lebaran
Menjaga Tulang dan Sendi...
Menjaga Tulang dan Sendi Tetap Muda di Usia Tua
Menjaga Kebersihan Kali...
Menjaga Kebersihan Kali Sunter
Foto Terkini
Ratusan Buruh Desak...
Ratusan Buruh Desak Pembatalan Eksekusi Hotel Sultan
10 jam yang lalu
Pembubaran Diskusi di...
Pembubaran Diskusi di UGM, Pengamat : Kampus Harusnya Jadi Ruang Dialog yang Demokratis
14 jam yang lalu
Trotoar Jakarta Dihiasi...
Trotoar Jakarta Dihiasi Ornamen Betawi Sambut HUT ke-499 Kota Jakarta
17 jam yang lalu
Pengunjung Padati Jakarta...
Pengunjung Padati Jakarta Fair saat Libur Tahun Baru Islam
17 jam yang lalu
Jelang HUT ke-499 Jakarta,...
Jelang HUT ke-499 Jakarta, Perajin Ondel-Ondel Setu Babakan Kebanjiran Pesanan
17 jam yang lalu
Kolaborasi UPH dan Campus...
Kolaborasi UPH dan Campus League Perkuat Ekosistem Talenta Olahraga Indonesia
17 jam yang lalu
Foto Terpopuler
GICC Bekali Perusahaan...
GICC Bekali Perusahaan Korea Pemahaman Sertifikasi Halal untuk Pasar Indonesia
Sambut Hari Jadi ke-1343,...
Sambut Hari Jadi ke-1343, Pemkot Palembang Percantik Kawasan Bantaran Musi
Pawai Obor Meriahkan...
Pawai Obor Meriahkan Penyambutan 1 Muharam 1448 H di Jakarta
Demo Mahasiswa Uhamka...
Demo Mahasiswa Uhamka di Sudirman Diwarnai Saling Dorong dengan Polisi
Pemerintah dan Dunia...
Pemerintah dan Dunia Usaha Perkuat Kolaborasi pada Perayaan Hari Susu Nusantara 2026
Lewat #SiapKejarKebaikan,...
Lewat #SiapKejarKebaikan, UOB TMRW Dukung Pendidikan dan Lingkungan Berkelanjutan