Abdul Hamid Kembali...
1/2
Tokoh Muda NU Indonesia Timur Abdul Hamid Rahayaan kembali mengingatkan kepada seluruh calon Ketua Umum PBNU dan tim suksesnya untuk tetap memikirkan sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) sebagai dasar dalam membangun silaturrahmi dan menjaga keutuhan warga Nahdliyyin.
Abdul Hamid Kembali...
2/2
KH. Said Agil Siroj menjadi salah satu calon kuat calon Ketua Umum PBNU.
Abdul Hamid Kembali...
Abdul Hamid Kembali...

Abdul Hamid Kembali Ingatkan Sistem AHWA Cara Terbaik di Muktamar Lampung

Jum'at, 05 November 2021 - 10:15 WIB
A A A
JAKARTA-- Tokoh Muda NU Indonesia Timur Abdul Hamid Rahayaan kembali mengingatkan kepada seluruh calon Ketua Umum PBNU dan tim suksesnya untuk tetap memikirkan sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) sebagai dasar dalam membangun silaturrahmi dan menjaga keutuhan warga Nahdliyyin.

Abdul, mengatakan untuk menentukan Ketua Umum PBNU terpilih pada Muktamar Ke-34 di Provinsi Lampung perlu pertimbangan matang dari pemilik suara baik cabang maupun wilayah di seluruh Indonesia, apabila yang digunakan adalah sistem konvensional atau satu orang satu suara. "Maka sudah barang tentu akan melahirkan pemimpin pragmatis yang orientasinya lebih kepada kepentingan pribadi dan kelompok," kata Abdul saat acara Pers Conference, di Jakarta.

Namun sebaliknya apabila yang digunakan adalah sistem AHWA, maka sudah pasti menghasilkan Ketua Umum PBNU yang amanah serta bermanfaat bagi warga NU dan seluruh masyarakat Indonesia. "Karena dihasilkan melalui proses yang baik sesuai tradisi yang selama ini dianut Nahdlatul Ulama," ujarnya.

Lebih lanjut, kata Abdul mengungkapkan bila ada calon Ketua Umum dan timnya terlihat memaksakan kehendak agar pemilihan Ketua Umum PBNU mendatang menggunakan sistem satu orang satu suara, maka dipastikan mereka hanya sekedar mengejar jabatan struktural di PBNU demi kepentingan pribadi dan kelompoknya. "Bukan untuk memajukan NU dan warga nahdiyin apalagi terhadap kepentingan bangsa dan negara," ungkap Abdul.

Alhasil dalam perhelatan Muktamar Ke-34 yang mereka kejar hanya jabatan dalam rangka memenuhi syahwat politik, karena itu saya minta kesadaran semua kandidat Ketua Umum PBNU, mari kita jaga nama baik NU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia agar tidak ternodai akibat ambisi berlebihan yang dapat merusak tatanan persaudaraan sesama warga Nahdiyin.

Terlebih bagi Ketua NU cabang dan wilayah seluruh Indonesia agar tidak terpengaruh dengan kepentingan segelintir orang yang berpotensi merusak nama baik NU.

"Kalian adalah garda terdepan dalam menyelamatkan organisasi ini, saya ingatkan kepada kita semua untuk mari berjuang memajukan NU dan melawan segala praktek kemungkaran, insya Allah ada keberkahan yang kita peroleh.Nahdlatul Ulama didirikan oleh para Waliyullah dalam rangka menghimpun warga Nahdiyin yang berpaham Ahlu Sunnah Waljamaah di Nusantara demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari semua bentuk rong-rongan baik dari dalam maupun luar," tandas Abdul.

Karenanya mohon kesadaran dari seluruh kandidat Ketua Umum PBNU dan tim suksesnya agar menciptakan kesejukan pada saat pelaksanaan Muktamar nanti. "Dan yang terpenting semua harus legowo terhadap sistem yang dipakai dalam pemilihan Ketua Umum PBNU nantinya yakni sistem AHWA, sehingga tidak ada yang merasa dipermalukan atau dirugikan. Karena kita telah bersepakat mengembalikan NU kepada mereka yang paling berhak yaitu para kiyai dan ulama," ungkap Abdul.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Demi Menjaga NU, Abdul...
Demi Menjaga NU, Abdul Hamid: Sebaiknya Muktamar Tetap Memakai Sistem Ahwa
Muktamar Bermartabat,...
Muktamar Bermartabat, Abdul Hamid Apresiasi Majelis Tahkim Muktamar NU
Kadinkes Lampung Reihana...
Kadinkes Lampung Reihana Kembali Diperiksa KPK
Cara Praktis dan Hemat...
Cara Praktis dan Hemat Memoles Kendaraan Kembali Baru di Tengah Pandemi
Layanan Sistem Komputerisasi...
Layanan Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Kembali Dibuka
Peningkatan Kasus Omicron,...
Peningkatan Kasus Omicron, Pemda Lampung Kembali Berlakukan Pembelajaran Daring
Foto Terkini
Jonatan Christie Melaju...
Jonatan Christie Melaju ke Final Indonesia Open 2026
8 jam yang lalu
Waisak Buddhayana DKI,...
Waisak Buddhayana DKI, Menebar Cinta untuk Perdamaian
19 jam yang lalu
Pengunjung Berburu Perlengkapan...
Pengunjung Berburu Perlengkapan Outdoor di Indofest 2026
20 jam yang lalu
CCEP Indonesia Raih...
CCEP Indonesia Raih Penghargaan HR Asia Best Companies to Work for in Asia Enam Tahun Berturut-Turut
23 jam yang lalu
KAI Operasikan 39 Trainset...
KAI Operasikan 39 Trainset New Generation
1 hari yang lalu
Dari Bangkok ke Shanghai,...
Dari Bangkok ke Shanghai, KAPPI Ingatkan Dunia: Di Setiap Sudut Indonesia, Kopinya Berbeda Cerita
1 hari yang lalu
Foto Terpopuler
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Skuad Garuda Jalani...
Skuad Garuda Jalani Latihan Resmi Jelang Laga Kontra Oman di GBK
Penyidik KPK Geledah...
Penyidik KPK Geledah Kediaman Silmy Karim Terkait Pengembangan Perkara
Aksi Perenang Bersaing...
Aksi Perenang Bersaing di Opening Indonesia Short Course Emerging Series 2026
Berbagi Kepedulian dan...
Berbagi Kepedulian dan Semangat Sehat di Hari Lansia Nasional