Foto Cerita : Masuk...
1/13
Pagi itu, ratusan Warga Binaan Pemasyarakat (WBP) yang terdiri dari narapidana dan tahanan mulai antre untuk mengambil air wudhu di Masjid At-Taubah di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA, UPT kanwil Kemenkumham Gorontalo di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Foto Cerita : Masuk...
2/13
Ada yang menunaikan shalat Dhuha, ada yang mencari kelompok untuk belajar membaca huruf hijaiyah dan tadarus Al-Quran.
Foto Cerita : Masuk...
3/13
Pelataran masjid dan gazebo pun ramai dengan suara yang bersahut-sahutan.
Foto Cerita : Masuk...
4/13
Ini adalah program pembinaan berbasis pesanteren yang dicanangkan sejak tahun 2015 di Lapas ini.
Foto Cerita : Masuk...
5/13
Program tersebut bernama Masuk Napi Keluar Santri
Foto Cerita : Masuk...
6/13
Bagi WBP Lapas Kelas IIA Gorontalo yang beragama Islam, pola pembinaan yang dikembangkan oleh Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Binadik) dimulai dari masjid untuk peningkatan kualitas imaniah, amaliyah dan ibadah dalam rangka pembentukan mental, karakter, sosial, dan spiritual.
Foto Cerita : Masuk...
7/13
Selain program pembinaan wajib seperti pembelajaran Iqro dan tadarus Al-Quran, Lapas Gorontalo menjalankan program pelatihan seperti pelatihan imam, khatib, bilal, tata cara perlakuan jenazah, pelatihan fardhu kifayah, dakwah, pelatihan petugas adat, pelatihan menjadi MC, pembelajaran bahasa arab, pembelajaran tajwid, dan lomba lomba keagamaan yang berorientasi pembentukan karakter, mental dan jiwa pemimpin yang bertanggung jawab.
Foto Cerita : Masuk...
8/13
Selain program pembinaan wajib seperti pembelajaran Iqro dan tadarus Al-Quran, Lapas Gorontalo menjalankan program pelatihan seperti pelatihan imam, khatib, bilal, tata cara perlakuan jenazah, pelatihan fardhu kifayah, dakwah, pelatihan petugas adat, pelatihan menjadi MC, pembelajaran bahasa arab, pembelajaran tajwid, dan lomba lomba keagamaan yang berorientasi pembentukan karakter, mental dan jiwa pemimpin yang bertanggung jawab.
Foto Cerita : Masuk...
9/13
Selain program pembinaan wajib seperti pembelajaran Iqro dan tadarus Al-Quran, Lapas Gorontalo menjalankan program pelatihan seperti pelatihan imam, khatib, bilal, tata cara perlakuan jenazah, pelatihan fardhu kifayah, dakwah, pelatihan petugas adat, pelatihan menjadi MC, pembelajaran bahasa arab, pembelajaran tajwid, dan lomba lomba keagamaan yang berorientasi pembentukan karakter, mental dan jiwa pemimpin yang bertanggung jawab.
Foto Cerita : Masuk...
10/13
Setiap senin dan kamis para WBP melakukan buka puasa bersama, dengan membentuk lingkaran dengan isi lima hingga enam orang, mereka menikmati hindangan yang disediakan pihak Lapas maupun.
Foto Cerita : Masuk...
11/13
Pada malam hari, suasana semakin ramai, karena setiap blok hunian kembali belajar membaca Iqro dan tadarusan.
Foto Cerita : Masuk...
12/13
Dengan pendekatan kurikulum yang disusun mengarah kepada program pembelajaran berbasis pesantren, diharapkan kultur dan atmosfir yang terbangun disetiap warga binaan mencerminkan karakter santri.
Foto Cerita : Masuk...
13/13
Dengan pendekatan program pembinaan yang ada, maka WBP yang dibentuk dan diarahkan layaknya santri, secara berangsur akan memiliki orientasi untuk terus memperbaiki diri melalui pendekatan program Masuk Napi Keluar Santri.
Foto Cerita : Masuk...
Foto Cerita : Masuk...
Foto Cerita : Masuk...
Foto Cerita : Masuk...
Foto Cerita : Masuk...
Foto Cerita : Masuk...
Foto Cerita : Masuk...
Foto Cerita : Masuk...
Foto Cerita : Masuk...
Foto Cerita : Masuk...
Foto Cerita : Masuk...
Foto Cerita : Masuk...
Foto Cerita : Masuk...

Foto Cerita : Masuk Napi Keluar Santri

Selasa, 23 Agustus 2022 - 12:48 WIB
A A A
Pagi itu, ratusan Warga Binaan Pemasyarakat (WBP) yang terdiri dari narapidana dan tahanan mulai antre untuk mengambil air wudhu di Masjid At-Taubah di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA, UPT kanwil Kemenkumham Gorontalo di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Ada yang menunaikan shalat Dhuha, ada yang mencari kelompok untuk belajar membaca huruf hijaiyah dan tadarus Al-Quran. Pelataran masjid dan gazebo pun ramai dengan suara yang bersahut-sahutan. Ini adalah program pembinaan berbasis pesanteren yang dicanangkan sejak tahun 2015 di Lapas ini. Program tersebut bernama "Masuk Napi Keluar Santri".

Bagi WBP Lapas Kelas IIA Gorontalo yang beragama Islam, pola pembinaan yang dikembangkan oleh Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Binadik) dimulai dari masjid untuk peningkatan kualitas imaniah, amaliyah dan ibadah dalam rangka pembentukan mental, karakter, sosial, dan spiritual.

Selain program pembinaan wajib seperti pembelajaran Iqro dan tadarus Al-Quran, Lapas Gorontalo menjalankan program pelatihan seperti pelatihan imam, khatib, bilal, tata cara perlakuan jenazah, pelatihan fardhu kifayah, dakwah, pelatihan petugas adat, pelatihan menjadi MC, pembelajaran bahasa arab, pembelajaran tajwid, dan lomba lomba keagamaan yang berorientasi pembentukan karakter, mental dan jiwa pemimpin yang bertanggung jawab.

Setiap senin dan kamis para WBP melakukan buka puasa bersama, dengan membentuk lingkaran dengan isi lima hingga enam orang, mereka menikmati hindangan yang disediakan pihak Lapas maupun. Pada malam hari, suasana semakin ramai, karena setiap blok hunian kembali belajar membaca Iqro dan tadarusan.

Dengan pendekatan kurikulum yang disusun mengarah kepada program pembelajaran berbasis pesantren, diharapkan kultur dan atmosfir yang terbangun disetiap warga binaan mencerminkan karakter santri.

Berdasarkan Pasal 1 ayat (1) No. 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan menyatakan bahwa, “Pemasyarakatan adalah kegiatan untuk melakukan pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan berdasarkan sistem, kelembagaan dan cara pembinaan yang merupakan bagian akhir dari sistem penindakan dalam tata peradilan pidana”.

Kepala Seksi Binadik, Lapas Gorontalo, Kasdin Lato mengatakan Kegiatan pembinaan kepribadian dan kemandirian meliputi hal-hal yang berkaitan dengan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kesadaran berbangsa dan bernegara, intelektual, sikap dan perilaku, kesehatan jasmani dan rohani kesadaran hukum reintegrasi sehat dengan masyarakat, keterampilan kerja dan latihan kerja serta produksi.

Dengan pendekatan program pembinaan yang ada, maka WBP yang dibentuk dan diarahkan layaknya santri, secara berangsur akan memiliki orientasi untuk terus memperbaiki diri melalui pendekatan program Masuk Napi Keluar Santri.

Foto dan Teks : Adiwinata Solihin

Editor : Yusran Uccang
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Ciphoc Unitomo Gelar...
Ciphoc Unitomo Gelar Pameran Foto Cerita
Foto Cerita : Hantu...
Foto Cerita : Hantu Itu Bernama Tanah Bergerak
Pemberlakuan Surat Izin...
Pemberlakuan Surat Izin Keluar Masuk di Jembatan Suramadu
Tak Bisa Sembarangan!...
Tak Bisa Sembarangan! Ini Aturan Baru Keluar Masuk Jakarta
Cawalkot Surabaya Machfud...
Cawalkot Surabaya Machfud Arifin Tebar Pesona Keluar Masuk Perkampungan
Foto Cerita : Berlatih,...
Foto Cerita : Berlatih, Bertarung dan Berprestasi di Jagakarsa Fight Club
Foto Terkini
Skuad Garuda Jalani...
Skuad Garuda Jalani Latihan Resmi Jelang Laga Kontra Oman di GBK
1 jam yang lalu
McDonald’s Indonesia...
McDonald’s Indonesia Luncurkan FIFA Goes to McD Jelang World Cup 2026
5 jam yang lalu
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Menyerahkan Diri ke KPK
11 jam yang lalu
Begini Tampang Lesu...
Begini Tampang Lesu Eks Kepala BGN Diborgol dan Pakai Baju Tahanan Kejagung
1 hari yang lalu
Maliq & D’Essentials...
Maliq & D’Essentials Kolaborasi dengan Jakarta Movin Hadirkan Musikal Senja Teduh Pelita
1 hari yang lalu
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
1 hari yang lalu
Foto Terpopuler
Perbaikan Jalan Ambles...
Perbaikan Jalan Ambles di Lenteng Agung Dikebut, Alat Berat Diturunkan
Polda Jateng Gandeng...
Polda Jateng Gandeng FBI Bongkar Sindikat Penipuan Kripto Lintas Negara Beromzet Rp41,1 Miliar
Nadiem Makarim Bacakan...
Nadiem Makarim Bacakan Pleidoi atas Tuntutan 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook
Begini Tampang Lesu...
Begini Tampang Lesu Eks Kepala BGN Diborgol dan Pakai Baju Tahanan Kejagung
Momen Nadiem Kenakan...
Momen Nadiem Kenakan Jaket Ojol Jelang Sidang Pleidoi
SPTO Bagikan Dividen...
SPTO Bagikan Dividen Rp189 Miliar dari Laba 2025