Pegiat Forum JICC: Permintaan...
1/3
Suasana talkshow Jakarta International Coffee Conference (JICC) yang digelar di Sarinah pada Sabtu (18/11).
Pegiat Forum JICC: Permintaan...
2/3
Suasana talkshow Jakarta International Coffee Conference (JICC) yang digelar di Sarinah pada Sabtu (18/11).
Pegiat Forum JICC: Permintaan...
3/3
Suasana talkshow Jakarta International Coffee Conference (JICC) yang digelar di Sarinah pada Sabtu (18/11).
Pegiat Forum JICC: Permintaan...
Pegiat Forum JICC: Permintaan...
Pegiat Forum JICC: Permintaan...

Pegiat Forum JICC: Permintaan Kopi Indonesia di Asia dan Eropa Masih Tinggi

Minggu, 19 November 2023 - 04:30 WIB
A A A
Jakarta - Industri kopi di tanah air menurut Sekjen Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI) Gusti Laksamana baru tumbuh dan berkembang sekitar 4 tahun kebelakang. Ibarat bayi yang baru lahir, dunia per-kopi-an di tanah air harus dirawat dengan baik agar tetap konsisten menjadi eksportir kopi kelas dunia.

"Walau booming kopi di Indonesia belum sampai 5 tahun, kita harus bangga mengingat secara produktivitas Indonesia menempati 4 besar dunia sebagai penghasil kopi. Namun demikian kita jangan terlena mengingat secara luas lahan Indonesia menempati peringkat 2 dunia namun secara produktivitas belum menempati posisi 2 besar" tandas Gusti Laksamana disela-sela talkshow Jakarta International Coffe Conference (JICC) yang digelar di Sarinah pada Sabtu (18/11).

Untuk memacu produktivitas kopi sekaligus menjaga cita rasa kopi khas Indonesia, Gusti berpendapat akses petani untuk mendapatkan berbagai hal dari regulator seperti kementerian pertanian dan stakeholdernya terus diperluas dan dipermudah.

Bagi Gusti saat ini akses petani untuk mendapat berbagai fasilitas seperti best pactice atau praktik terbaik bagaimana bertani kopi dari para ahli masih dirasa kurang. Sebagai contoh, Gusti memaparkan bahwa Vietnam dengan luas lahan yang jauh lebih kecil dari Indonesia, namun Vietnam menjadi penghasil kopi nomor dua terbesar di dunia.

"Ini menjadi refleksi diri bagi pemerintah, Indonesia yang memiliki lahan yang sangat luas hampir mencapai 2 juta kilo meter persegi, namun secara produktivitas kopi tertinggal jauh dari Vietnam yang hanya memiliki luas tak sampai 350 ribu kilometer persegi," lanjut Gusti menambahkan.

Sementara itu disisi lain, industri kopi di Indonesia menurut Yuanita Rachma selaku eksportir kopi sesungguhnya baik kuantitas maupun kualitas telah diperhitungkan oleh negara-negara penghasil kopi dunia. Hal tersebut tambah Yuanita ada kopi Indonesia yang dihargai senilai 86 USD/pound dan menjadi negara yang dipertimbangkan oleh negara lain untuk mengimport kopi.

Dengan terselenggaranya JICC di Sarinah Jakarta, para pegiat kopi tambah Yuanita tentu diuntungkan mengingat para regulator hadir sehingga para pelaku kopi di Indonesia dapat mengetahui perkembangan terkini dari regulasi dibidang kopi yang baru diterbitkan.

Bicara soal kopi di Indonesia, Yuanita melanjutkan bahwa saat ini permintaan kopi Indonesia di asia dan eropa tetap tinggi. "Swiss selalu melakukan permintaan kopi luwak, Jepang selalu mengimport kopi jenis longberry dan komasti. Begitu juga Korea akan mulai mengimpot kopi dari Indonesia pada Desember 2024," papar Yuanita.

Selain negara-negara yang disebutkan sebelumnya, eksportir kopi Indonesia papar Yuanita Rachma juga telah melakukan pengiriman kopi ke negara Jerman, Malaysia, Amerika serikat, Lebanon serta beberapa negara lainnya.

Jika dibandingkan dengan Vietnam sebagai kompetitor penghasil kopi dunia saat ini, Indonesia dimata importir kopi asal eropa dan asia jelas Yuanita memiliki citra yang lebih baik dari sisi kualitas kopi. "Saat ini di Vietnam ditemukan zat tertentu di pupuk yang berlebihan pada lahan kopi. Importir saat ini melarang membeli kopi dari Vietnam mengingat di negara-negara pembeli, zat kimianya telah melewati ambang batas," tandas Yuanita.

Adapun kopi Indonesia sendiri relatif lebih aman dikonsumsi masyarakat dunia mengingat lebih natural atau organik proses. Namun demikian, urai Yuanita petani kopi Indonesia harus merubah pola lama yang cenderung hanya memanen hasil tanpa memikirkan teknologi bercocok tanam yang baik.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Di Masa Pandemi, Permintaan...
Di Masa Pandemi, Permintaan Rumah Masih Tinggi
Permintaan Tinggi, Harga...
Permintaan Tinggi, Harga Kopi Arabika Petani di Aceh Meningkat
Permintaan Tanaman Hias...
Permintaan Tanaman Hias Masih Tinggi, Pengrajin Rak Pot Bunga Kebanjiran Orderan
Di Tengah Pandemi Covid-19,...
Di Tengah Pandemi Covid-19, Permintaan Dodol Betawi Masih Tinggi Jelang Hari Lebaran
Permintaan Peti Jenazah...
Permintaan Peti Jenazah di Surabaya Tinggi
Harga Daging di Bekasi...
Harga Daging di Bekasi Masih Tinggi
Foto Terkini
Ratusan Mahasiswa Gelar...
Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi Longmarch dari Senayan ke Bundaran HI
9 jam yang lalu
KACA 2026 Tegaskan Kekuatan...
KACA 2026 Tegaskan Kekuatan K-Wave sebagai Motor Kolaborasi Brand dan Komunitas Penggemar
10 jam yang lalu
Sampoerna Raih Penghargaan...
Sampoerna Raih Penghargaan di Forum CSR Jabar 2026
15 jam yang lalu
ANKER soundcore Luncurkan...
ANKER soundcore Luncurkan Liberty 5 Pro Series, Earbuds AI untuk Produktivitas dan Komunikasi Modern
16 jam yang lalu
Gubernur Pramono Anung...
Gubernur Pramono Anung Resmikan Jakarta Fair Kemayoran 2026
19 jam yang lalu
Potret Transportasi...
Potret Transportasi Tradisional untuk Menyeberangi Sungai Cisadane
1 hari yang lalu
Foto Terpopuler
Diskon Hingga 50 Persen...
Diskon Hingga 50 Persen dan Hadiah Langsung! United Bike dan United E-Motor Meriahkan Jakarta Fair 2026
Suasana SPBU di Jakarta...
Suasana SPBU di Jakarta Usai Harga Pertamax Meroket menjadi Rp16.250 Per Liter
Suasana Pom Bensin Usai...
Suasana Pom Bensin Usai Kenaikan Harga Pertamax Nyaris Rp4.000 per Liter
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Warga Beralih ke Pertalite
SwipeRx Sukses Gelar...
SwipeRx Sukses Gelar IPEC 2026 ke-IV, Satukan Lebih dari 1.500 Apoteker dalam Ajang Farmasi Terbesar di Indonesia
Jalan-Jalan Naik Bajaj...
Jalan-Jalan Naik Bajaj Menikmati Destinasi Semarang