KACA 2026 Tegaskan Kekuatan K-Wave sebagai Motor Kolaborasi Brand dan Komunitas Penggemar
Jum'at, 12 Juni 2026 - 17:59 WIB
A
A
A
Jakarta, 12 Juni 2026 – K-Playlist kembali menghadirkan ajang penghargaan tahunan K-Playlist Annual Community Award (KACA) 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada brand-brand yang sukses menghadirkan kolaborasi terbaik bersama artis dan intellectual property (IP) Korea, serta memperoleh dukungan luar biasa dari komunitas penggemar di Indonesia.
Sebagai penghargaan berbasis voting komunitas yang berlangsung dalam dua tahap, yaitu penyisihan dan final, KACA menjadi representasi suara audiens dalam menentukan kolaborasi brand dan artis global yang paling berdampak sepanjang tahun. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, KACA juga mencerminkan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai salah satu pasar paling aktif dalam ekosistem budaya Korea di tingkat global.
Tahun ini, KACA 2026 menghadirkan dua kategori utama, yakni Best Brand Collaboration of the Year dan Brand Collaboration of the Year, yang menyoroti kolaborasi paling inovatif, relevan, dan berpengaruh di mata konsumen maupun komunitas sepanjang 2025.
Pemenang Best Brand Collaboration of the Year :
-Kategori Brand Ambassador: Sunsilk x BABYMONSTER
-Kategori IP Licensing: Jims Honey | TinyTAN inspired by BTS
Pemenang Brand Collaboration of the Year
Biore UV x Stray Kids
Good Day x BABYMONSTER
Scarlett x HEARTS2HEARTS
Deretan pemenang tahun ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara brand dan artis global tidak hanya mampu meningkatkan awareness, tetapi juga menciptakan engagement yang kuat dengan komunitas penggemar. Keberhasilan tersebut menegaskan bahwa brand yang berani berinovasi dan memahami kekuatan fandom memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di tingkat internasional.
Co-Founder K-Playlist, Jennifer Heryanto, menyoroti bagaimana lanskap kolaborasi antara brand dan K-Culture kini telah berkembang melampaui pasar Asia dan menjadi fenomena global.
“Tahun ini, tercatat sedikitnya 27 brand yang produknya dipasarkan di Indonesia menjalin kolaborasi dengan artis maupun intellectual property (IP) Korea. Indonesia sendiri merupakan salah satu pasar dengan kontribusi basis penggemar terbesar bagi banyak artis Korea. Menariknya, kolaborasi antara brand dan K-Wave saat ini tidak lagi terbatas pada pasar satu negara. Banyak kampanye yang kini dirancang dan dioptimalkan untuk menjangkau audiens dalam skala regional bahkan global, seiring semakin kuatnya posisi K-Culture sebagai fenomena budaya lintas negara,” ujar Jennifer.
Ia menambahkan bahwa pengaruh K-Wave dalam lanskap pemasaran modern semakin nyata dan terukur.
“Berbagai studi Earned Media Value (EMV) global menunjukkan bahwa K-Wave saat ini berkontribusi terhadap sekitar 48 persen share of voice dalam ekosistem global influence. Angka ini menegaskan bahwa K-Wave telah berkembang menjadi salah satu kekuatan pemasaran paling berpengaruh di dunia, tidak hanya di Asia tetapi juga di pasar global,” tambahnya.
Menurut Jennifer, temuan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi brand dengan K-Culture bukan lagi sekadar tren, melainkan telah menjadi strategi jangka panjang yang mampu menciptakan dampak lintas pasar.
“Di era ketika budaya populer menjadi salah satu penggerak utama perilaku konsumen, brand yang mampu mengintegrasikan K-Culture secara strategis dan autentik akan berada pada posisi yang lebih unggul dalam memenangkan perhatian, kepercayaan, dan pilihan konsumen,” tutupnya.
Melalui KACA, K-Playlist berharap dapat terus menjadi platform apresiasi sekaligus referensi bagi brand di Indonesia dalam mendorong lahirnya kolaborasi yang inovatif, relevan, dan berdampak. Inisiatif ini diharapkan mampu menginspirasi industri untuk menghadirkan strategi pemasaran yang lebih autentik serta selaras dengan dinamika konsumen yang terus berkembang.
Sebagai penghargaan berbasis voting komunitas yang berlangsung dalam dua tahap, yaitu penyisihan dan final, KACA menjadi representasi suara audiens dalam menentukan kolaborasi brand dan artis global yang paling berdampak sepanjang tahun. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, KACA juga mencerminkan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai salah satu pasar paling aktif dalam ekosistem budaya Korea di tingkat global.
Tahun ini, KACA 2026 menghadirkan dua kategori utama, yakni Best Brand Collaboration of the Year dan Brand Collaboration of the Year, yang menyoroti kolaborasi paling inovatif, relevan, dan berpengaruh di mata konsumen maupun komunitas sepanjang 2025.
Pemenang Best Brand Collaboration of the Year :
-Kategori Brand Ambassador: Sunsilk x BABYMONSTER
-Kategori IP Licensing: Jims Honey | TinyTAN inspired by BTS
Pemenang Brand Collaboration of the Year
Biore UV x Stray Kids
Good Day x BABYMONSTER
Scarlett x HEARTS2HEARTS
Deretan pemenang tahun ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara brand dan artis global tidak hanya mampu meningkatkan awareness, tetapi juga menciptakan engagement yang kuat dengan komunitas penggemar. Keberhasilan tersebut menegaskan bahwa brand yang berani berinovasi dan memahami kekuatan fandom memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di tingkat internasional.
Co-Founder K-Playlist, Jennifer Heryanto, menyoroti bagaimana lanskap kolaborasi antara brand dan K-Culture kini telah berkembang melampaui pasar Asia dan menjadi fenomena global.
“Tahun ini, tercatat sedikitnya 27 brand yang produknya dipasarkan di Indonesia menjalin kolaborasi dengan artis maupun intellectual property (IP) Korea. Indonesia sendiri merupakan salah satu pasar dengan kontribusi basis penggemar terbesar bagi banyak artis Korea. Menariknya, kolaborasi antara brand dan K-Wave saat ini tidak lagi terbatas pada pasar satu negara. Banyak kampanye yang kini dirancang dan dioptimalkan untuk menjangkau audiens dalam skala regional bahkan global, seiring semakin kuatnya posisi K-Culture sebagai fenomena budaya lintas negara,” ujar Jennifer.
Ia menambahkan bahwa pengaruh K-Wave dalam lanskap pemasaran modern semakin nyata dan terukur.
“Berbagai studi Earned Media Value (EMV) global menunjukkan bahwa K-Wave saat ini berkontribusi terhadap sekitar 48 persen share of voice dalam ekosistem global influence. Angka ini menegaskan bahwa K-Wave telah berkembang menjadi salah satu kekuatan pemasaran paling berpengaruh di dunia, tidak hanya di Asia tetapi juga di pasar global,” tambahnya.
Menurut Jennifer, temuan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi brand dengan K-Culture bukan lagi sekadar tren, melainkan telah menjadi strategi jangka panjang yang mampu menciptakan dampak lintas pasar.
“Di era ketika budaya populer menjadi salah satu penggerak utama perilaku konsumen, brand yang mampu mengintegrasikan K-Culture secara strategis dan autentik akan berada pada posisi yang lebih unggul dalam memenangkan perhatian, kepercayaan, dan pilihan konsumen,” tutupnya.
Melalui KACA, K-Playlist berharap dapat terus menjadi platform apresiasi sekaligus referensi bagi brand di Indonesia dalam mendorong lahirnya kolaborasi yang inovatif, relevan, dan berdampak. Inisiatif ini diharapkan mampu menginspirasi industri untuk menghadirkan strategi pemasaran yang lebih autentik serta selaras dengan dinamika konsumen yang terus berkembang.
(sra)