Protes Global di Jakarta,...
1/8
Ribuan orang hadir dalam unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Merdeka Selatan, Monas, hingga Bundaran Hotel Indonesia.
Protes Global di Jakarta,...
2/8
Ribuan orang hadir dalam unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Merdeka Selatan, Monas, hingga Bundaran Hotel Indonesia.
Protes Global di Jakarta,...
3/8
Ribuan orang hadir dalam unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Merdeka Selatan, Monas, hingga Bundaran Hotel Indonesia.
Protes Global di Jakarta,...
4/8
Demonstrasi berlangsung di 100 kota di dunia, mulai dari Amerika, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Swiss, Denmark, Afrika Selatan, Nigeria, Ghana, Jepang, Korea Selatan, Australia, Brasil, Yordania, Turki, hingga Indonesia.
Protes Global di Jakarta,...
5/8
Demonstrasi berlangsung di 100 kota di dunia, mulai dari Amerika, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Swiss, Denmark, Afrika Selatan, Nigeria, Ghana, Jepang, Korea Selatan, Australia, Brasil, Yordania, Turki, hingga Indonesia.
Protes Global di Jakarta,...
6/8
Di Jakarta, Aksi Protes Global diselenggarakan Majelis Ormas Islam (MOI) dan Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis (KIBBM).
Protes Global di Jakarta,...
7/8
Mereka bergabung dengan jutaan pejuang kemanusiaan lainnya dalam Global Day of Action atau Aksi Protes Global menuntut penghentian genosida di Jalur Gaza, Palestina.
Protes Global di Jakarta,...
8/8
Ribuan orang hadir dalam unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Merdeka Selatan, Monas, hingga Bundaran Hotel Indonesia.
Protes Global di Jakarta,...
Protes Global di Jakarta,...
Protes Global di Jakarta,...
Protes Global di Jakarta,...
Protes Global di Jakarta,...
Protes Global di Jakarta,...
Protes Global di Jakarta,...
Protes Global di Jakarta,...

Protes Global di Jakarta, Massa Aksi Seret Pemimpin Israel Sebagai Penjahat Perang

Sabtu, 13 Januari 2024 - 15:10 WIB
A A A
Jakarta - Puluhan ribu orang hadir dalam unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Merdeka Selatan, Monas, hingga Bundaran Hotel Indonesia.

Mereka bergabung dengan jutaan pejuang kemanusiaan lainnya dalam Global Day of Action atau Aksi Protes Global menuntut penghentian genosida di Jalur Gaza, Palestina.

Demonstrasi berlangsung di 100 kota di dunia, mulai dari Amerika, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Swiss, Denmark, Afrika Selatan, Nigeria, Ghana, Jepang, Korea Selatan, Australia, Brasil, Yordania, Turki, hingga Indonesia.

People’s power ini mendesak seluruh pemerintahan di dunia dan lembaga internasional memperkuat komitmen kemanusiaan demi persamaan dan keadilan.

Di Jakarta, Aksi Protes Global diselenggarakan Majelis Ormas Islam (MOI) dan Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis (KIBBM).

"Dalam 100 hari ini pembantaian massal yang dilakukan penjajah Israel telah merenggut tidak kurang dari 23.357 ribu nyawa dan 58.926 lainnya mengalami luka berat. Ironisnya, sebagian besar korban tewas adalah perempuan, bayi, dan anak-anak," ujar Ketua Majelis Ormas Islam (MOI) KH. Nazar Haris di Jakarta, Sabtu (13/1/2024)

Kejahatan brutal itu dipertontonkan tanpa rasa malu oleh Israel di hadapan masyarakat global dengan melanggar berbagai aturan internasional.

"Semua dilakukan zionis Israel dengan dukungan Amerika Serikat dan Inggris, baik materi maupun persenjataan dan kelengkapan militer. Pemerintah AS dan Inggris bahkan selalu memveto resolusi gencatan senjata yang disetujui oleh mayoritas anggota PBB," katanya lagi.

Sejak agresi dimulai 7 Oktober 2023, Israel telah menghujani Gaza dengan 2.000 rudal pembunuh dan 70.000 ton bom mengandung bahan yang terlarang digunakan dalam perang.

Tak cuma kematian. Aksi beringas Israel membuat lebih dari 65 persen bangunan di Gaza hancur dan rusak, 45 persen penduduk Gaza mengalami kelaparan, kekurangan makanan, air bersih, dan pasokan medis, serta lebih dari 2 juta orang mengungsi.

"Serangan brutal penjajah Israel tanpa pandang bulu dan tak henti-hentinya ini menunjukkan ciri genosida menurut hukum internasional, karena menggunakan pola kesengajaan untuk menghancurkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, etnis, ras, atau agama," ujarnya.

Ia bahkan menyebut apa yang sedang terjadi di Gaza sekarang, sebagai genosida terbesar sepanjang sejarah sejak Perang Dunia ke-2.

"Tidak berlebihan jika malapetaka yang dialami rakyat Palestina selama 100 hari ini juga dianggap sebagai pengulangan peristiwa Nakba tahun 1948, tapi dengan skala kehancuran yang lebih memilukan," tukasnya.

Untuk menutupi kejahatannya, Israel berupaya membungkam pemberitaan dengan membunuh lebih 110 jurnalis. Penjajah Israel juga melakukan disinformasi, misinformasi, bahkan fitnah dan pemutarbalikkan fakta perang di berbagai media.

Merespon bencana kemanusiaan ini, massa Aksi Protes Global menyampaikan 8 pernyataan sikap, yakni:

1. Menuntut gencatan senjata secara permanen dan penyelesaian politik jangka panjang bagi rakyat Palestina.

2. Mengultimatum Pemerintah Amerika Serikat (AS), Australia, Kanada, Belanda, Inggris, Korea, dan Bahrain untuk menghentikan dukungannya terhadap Israel.

3. Mendukung gugatan Afrika Selatan kepada Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ) atas kejahatan genosida yang dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina.

4. Menuntut Mahkamah Internasional menjadikan Israel sebagai pelaku genosida karena telah melanggar Konvensi PBB tahun 1948 tentang Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida.

5. Menuntut International Criminal Court (Mahkamah Pidana Internasional) untuk segera menyeret pemimpin Israel sebagai penjahat perang.

6. Menuntut PBB menghapus hak veto terhadap 5 negara anggota tetap Dewan Keamanan, karena resolusi gencatan senjata yang selalu dibatalkan oleh veto Amerika Serikat.

7. Menuntut dibukanya akses bantuan kemanusiaan secara menyeluruh menuju Gaza.

8. Mengapresiasi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi atas partisipasinya sebagai saksi memberatkan kejahatan genosida israel dalam Mahkamah Internasional.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Protes Kebiadaban Israel...
Protes Kebiadaban Israel di Gaza, Massa Aksi Pro-Palestina Kepung Kedubes AS di Jakarta
Aksi Protes Pembantaian...
Aksi Protes Pembantaian Warga Palestina, Massa Injak Bendera Israel
Aksi Bela Palestina...
Aksi Bela Palestina di Jakarta: Massa Desak Boikot Produk Israel dan Kecam Kejahatan Israel di Gaza
Aksi Protes Puluhan...
Aksi Protes Puluhan Ribu Massa dan Pembakaran Dua Gereja di Chili
Aksi Protes Warga Israel...
Aksi Protes Warga Israel Menentang Pemerintahan PM Netanyahu
Kedubes Israel di Bangkok...
Kedubes Israel di Bangkok Didemo Ratusan Massa Aksi Bela Palestina
Foto Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Tiba di Kejari Jaksel, Teriakkan Takbir dan Kepalkan Tangan Saat Turun dari Mobil Tahanan
14 menit yang lalu
Pramono Janjikan Perbaikan...
Pramono Janjikan Perbaikan Skatepark Dukuh Atas
4 jam yang lalu
Mandiri Jogja Marathon...
Mandiri Jogja Marathon 2026
15 jam yang lalu
Manulife Indonesia Gaungkan...
Manulife Indonesia Gaungkan #MyLifeSebebasItu untuk Dorong Perlindungan Jiwa yang Fleksibel
16 jam yang lalu
Mall Anggota APPBI DKI...
Mall Anggota APPBI DKI Jakarta Gelar Pawai Defile di CFD Sambut HUT ke-499 Jakarta
18 jam yang lalu
Antrean Panjang Pengunjung...
Antrean Panjang Pengunjung di Pintu Masuk Jakarta Fair 2026
1 hari yang lalu
Foto Terpopuler
Abhiseka Manggala Majapahit,...
Abhiseka Manggala Majapahit, Pelepasan Siswa KB-TK Labschool Jakarta Penuh Pesona Budaya
Kolaborasi Tokopedia,...
Kolaborasi Tokopedia, TikTok Shop, dan Kementerian UMKM Perkuat Daya Saing UMKM Balikpapan
Unjuk Rasa di DPR, Massa...
Unjuk Rasa di DPR, Massa HMI Bawa Boneka Jelangkung
Jalur Kereta Sumbar,...
Jalur Kereta Sumbar, Penghubung Sejarah, Wisata, dan Kehidupan
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Mahasiswa Trisakti dan...
Mahasiswa Trisakti dan Esa Unggul Gaungkan Kembali Tritura di Depan DPR RI