Rahasia Toko Kiem Tek...
1/3
Di bilangan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terletak Toko Kiem Tek, sebuah toko grosir yang sudah berdiri selama puluhan tahun. Sekarang, roda bisnis toko ini diteruskan oleh cucu dari sang pendiri. Indra ialah generasi ketiga Toko Kiem Tek, yang kini menjalankan operasional toko itu sehari-hari.
Rahasia Toko Kiem Tek...
2/3
Ia berkisah, sang kakek membuka Toko Kiem Tek di Pasar Cibinong. Kemudian, diteruskan ayahnya, dan kini estafet berlanjut ke Indra.
Rahasia Toko Kiem Tek...
3/3
Upaya untuk menjaga kelangsungan usaha ini salah satunya Indra lakukan dengan membawa Toko Kiem Tek menyambut digitalisasi. Toko ini merupakan salah satu Mitra Sampoerna Retail Community (SRC), pedagang grosir yang berperan untuk memasok produk ke Toko SRC dan toko-toko kelontong lainnya. Mitra SRC mendapatkan pendampingan pengembangan usaha dan dukungan digitalisasi dari PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) sebagai bagian dari program pemberdayaan SRC yang ditujukan bagi toko kelontong maupun grosir. Kini, terdapat 6.300 Mitra SRC yang aktif berkolaborasi dengan lebih dari 250.000 toko kelontong anggota SRC di seluruh Indonesia.
Rahasia Toko Kiem Tek...
Rahasia Toko Kiem Tek...
Rahasia Toko Kiem Tek...

Rahasia Toko Kiem Tek Bertahan Tiga Generasi: Adaptif dengan Perkembangan Zaman dan Digitalisasi

Jum'at, 16 Agustus 2024 - 10:51 WIB
A A A
Di bilangan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terletak Toko Kiem Tek, sebuah toko grosir yang sudah berdiri selama puluhan tahun. Sekarang, roda bisnis toko ini diteruskan oleh cucu dari sang pendiri. Indra ialah generasi ketiga Toko Kiem Tek, yang kini menjalankan operasional toko itu sehari-hari.

Ia berkisah, sang kakek membuka Toko Kiem Tek di Pasar Cibinong. Kemudian, diteruskan ayahnya, dan kini estafet berlanjut ke Indra.

“Toko ini dimulai oleh kakek saya di Pasar Cibinong. Sudah bertahun-tahun lalu diturunkan ke ayah saya. Dan saya merupakan generasi ketiga yang berusaha melanjutkan usaha ini,” kata Indra, mengenang perjalanan panjang Toko Kiem Tek.

Upaya untuk menjaga kelangsungan usaha ini salah satunya Indra lakukan dengan membawa Toko Kiem Tek menyambut digitalisasi. Toko ini merupakan salah satu Mitra Sampoerna Retail Community (SRC), pedagang grosir yang berperan untuk memasok produk ke Toko SRC dan toko-toko kelontong lainnya. Mitra SRC mendapatkan pendampingan pengembangan usaha dan dukungan digitalisasi dari PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) sebagai bagian dari program pemberdayaan SRC yang ditujukan bagi toko kelontong maupun grosir. Kini, terdapat 6.300 Mitra SRC yang aktif berkolaborasi dengan lebih dari 250.000 toko kelontong anggota SRC di seluruh Indonesia.

Indra mengatakan, saat tim Sampoerna memperkenalkan Mitra SRC pada tahun 2015, Toko Kiem Tek tak menyia-nyiakan kesempatan itu.

“Toko kami dibina untuk menjadi lebih maju. Selain itu, kami juga diberikan peluang untuk membina toko-toko kelontong,” ujar Indra.

Menemukan Peluang dalam Digitalisasi

Ketertarikan Indra untuk bergabung dengan Mitra SRC salah satunya didasari oleh fokus Sampoerna mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke arah pemanfaatan digitalisasi. Hal ini rupanya juga sejalan dengan visi dari Indra dan sang ayah sejak sembilan tahun yang lalu.

“Pada saat itu, dunia online masih minim. Tapi menurut kami, dunia online itu harus dikembangkan dan merupakan peluang yang bagus,” kata Indra.

Ia menyambung, “dulu hanya Sampoerna yang menawarkan untuk mengembangkan UMKM lewat digitalisasi. Oleh karena itu, saya tertarik untuk bergabung menjadi Mitra SRC dan memutuskan untuk coba menjalankannya.”

Menurutnya, para pelaku bisnis memang harus dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Toko Kiem Tek terbukti mampu melakukannya. Indra menyebut ini tidak terlepas dari keputusan untuk mengambil kesempatan menjadi Mitra SRC.

“Kita mendapatkan berbagai pelatihan dan pembinaan, termasuk bagaimana mengoptimalkan penggunaan aplikasi AYO by SRC dalam menjalankan usaha. Kami juga dibina agar bisa mempromosikan produk-produk di toko kami untuk selanjutnya dijual ke toko-toko kelontong,” aku Indra.

Berbagai perubahan pun dirasakan Indra. Salah satunya karena jaringan Mitra SRC dan toko kelontong anggota SRC yang begitu luas.

“Dulu, kami jualan secara konvensional, menunggu pelanggan datang. Dengan menjadi Mitra SRC, kami bisa meng-cover wilayah yang lebih luas. Sebab, kami tidak hanya, menjual kepada orang yang datang, tetapi juga (ke orang-orang) dari banyak daerah yang ada dalam jaringan SRC. Kami bisa menjual produk di aplikasi AYO Mitra dan mereka bisa memesan secara online,” kata Indra.

Tak hanya pasar yang semakin luas, sistem operasional pencatatan dan pembayaran Toko Kiem Tek pun sudah dilakukan secara digital.

“Yang dulunya kita jualan menggunakan kalkulator, sekarang sudah menggunakan komputer dan mesin kasir,” lanjut Indra.

Kini Indra pun merasakan kemajuan berkat adaptasi digital yang ia lakukan. Pendapatan dan keuntungan Toko Kiem Tek ia sebut semakin meningkat. Bahkan, Indra kini mempekerjakan karyawan dengan jumlah yang lebih banyak. Sebelum bergabung sebagai Mitra SRC, ia memiliki 7 karyawan. Kini, jumlah karyawan Toko Kiem Tek berjumlah 15 orang, yang kebanyakan merupakan warga sekitar.

Indra pun mengaku senang, bisnisnya tak hanya membawa dampak bagi keluarga, tetapi juga bagi orang lain. “Berkat adanya Mitra SRC ini, kami bisa mengembangkan ekonomi di sekitar kami dengan menyerap tenaga kerja yang ada di dekat toko,” ujarnya.

Indra pun bertekad akan menjaga roda bisnis Toko Kiem Tek terus berputar. Bahkan hingga generasi-generasi selanjutnya. Sedangkan untuk saat ini, ia berkomitmen untuk terus mengikuti berbagai inisiatif pengembangan usaha yang diberikan oleh Sampoerna lewat program Mitra SRC. Proses yang sudah Indra jalani selama sembilan tahun dengan hasil yang sebanding.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Ngobrol Bareng Legislator...
Ngobrol Bareng Legislator : Perkembangan Digitalisasi dalam Meningkatkan Bisnis dan UMKM
Tectopia 2025, Siapkan...
Tectopia 2025, Siapkan Generasi Adaptif dan Siap Berkarier di Revolusi Industri 4.0
Ngabuburit Bareng Legislator...
Ngabuburit Bareng Legislator Bartajuk Perkembangan Digitalisasi di Wilayah Kepulauan
Geliat Toko Kopi Sari...
Geliat Toko Kopi Sari Murni yang Bertahan Lebih dari Setengah Abad
Hikmahbudhi: Zaman Jenderal...
Hikmahbudhi: Zaman Jenderal Sigit, Polri Demokratis dan Terbuka
Sertijab Mendikbudristek...
Sertijab Mendikbudristek dengan Tiga Menteri Baru
Foto Terkini
Polisi Hadang Massa...
Polisi Hadang Massa Aksi di Jalan Jenderal Sudirman
49 menit yang lalu
Grab dan Kemenpar Beri...
Grab dan Kemenpar Beri Penghargaan bagi Pelaku Kuliner Lokal Terbaik
9 jam yang lalu
Ratusan Mahasiswa Gelar...
Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi Longmarch dari Senayan ke Bundaran HI
10 jam yang lalu
KACA 2026 Tegaskan Kekuatan...
KACA 2026 Tegaskan Kekuatan K-Wave sebagai Motor Kolaborasi Brand dan Komunitas Penggemar
11 jam yang lalu
Sampoerna Raih Penghargaan...
Sampoerna Raih Penghargaan di Forum CSR Jabar 2026
16 jam yang lalu
ANKER soundcore Luncurkan...
ANKER soundcore Luncurkan Liberty 5 Pro Series, Earbuds AI untuk Produktivitas dan Komunikasi Modern
17 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Diskon Hingga 50 Persen...
Diskon Hingga 50 Persen dan Hadiah Langsung! United Bike dan United E-Motor Meriahkan Jakarta Fair 2026
Suasana SPBU di Jakarta...
Suasana SPBU di Jakarta Usai Harga Pertamax Meroket menjadi Rp16.250 Per Liter
Suasana Pom Bensin Usai...
Suasana Pom Bensin Usai Kenaikan Harga Pertamax Nyaris Rp4.000 per Liter
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Warga Beralih ke Pertalite
SwipeRx Sukses Gelar...
SwipeRx Sukses Gelar IPEC 2026 ke-IV, Satukan Lebih dari 1.500 Apoteker dalam Ajang Farmasi Terbesar di Indonesia
Jalan-Jalan Naik Bajaj...
Jalan-Jalan Naik Bajaj Menikmati Destinasi Semarang