Perkuat Kolaborasi dan Inovasi, Agentic AI Dorong Babak Baru Ekonomi Digital
Kamis, 21 Agustus 2025 - 17:12 WIB
A
A
A
Al National Advisor Andreas Tjendra (dari kiri), Wakil Sekretaris Umum II AFTECH Saat Prihartono, Kepala Departemen Klaim dan Manfaat Asuransi di Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Dian Budiani dan Managing Director Dyna. Ai Asia Tenggara Lawrence Lu memberikan penjelasan saat diskusi Dyna Day 2025 di Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Dyna Day 2025 ini mempertemukan para pemimpin industri dan asosiasi profesional untuk membahas bagaimana kecerdasan buatan khususnya Agentic AI yang mampu mengambil keputusan berdasarkan konteks dan melakukan tindakan secara otonom dapat mendorong babak baru transformasi digital Indonesia.
Indonesia merupakan ekonomi digital terbesar dan paling dinamis di Asia Tenggara, ditopang oleh pertumbuhan pesat di sektor fintech, perbankan digital, dan e-commerce.
Perkembangan ini mendorong tumbuhnya ekspektasi di berbagai sisi. Konsumen digital-native mengharapkan interaksi yang instan, aman, dan personal, sementara karyawan mengharapkan alat kerja yang intuitif dan mulus yang membantu mereka bekerja dengan lebih cerdas.
Sementara hal ini membuka peluang inovasi, namun hal ini juga mengungkap keterbatasan sistem tradisional yang kerap kesulitan mengikuti kecepatan, ketepatan, dan fleksibilitas ekonomi digital yang terus bergerak dengan cepat. Kecerdasan buatan (AI) hadir sebagai solusi untuk memenuhi ekspektasi tersebut, memungkinkan bisnis meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kualitas layanan.
Seiring dengan adopsi AI yang semakin meluas, kebutuhan bisnis bergeser dari sekadar otomatisasi backend menuju transformasi menyeluruh—mengubah cara kolaborasi internal dengan karyawan sekaligus interaksi eksternal dengan konsumen.
Dyna Day 2025 ini mempertemukan para pemimpin industri dan asosiasi profesional untuk membahas bagaimana kecerdasan buatan khususnya Agentic AI yang mampu mengambil keputusan berdasarkan konteks dan melakukan tindakan secara otonom dapat mendorong babak baru transformasi digital Indonesia.
Indonesia merupakan ekonomi digital terbesar dan paling dinamis di Asia Tenggara, ditopang oleh pertumbuhan pesat di sektor fintech, perbankan digital, dan e-commerce.
Perkembangan ini mendorong tumbuhnya ekspektasi di berbagai sisi. Konsumen digital-native mengharapkan interaksi yang instan, aman, dan personal, sementara karyawan mengharapkan alat kerja yang intuitif dan mulus yang membantu mereka bekerja dengan lebih cerdas.
Sementara hal ini membuka peluang inovasi, namun hal ini juga mengungkap keterbatasan sistem tradisional yang kerap kesulitan mengikuti kecepatan, ketepatan, dan fleksibilitas ekonomi digital yang terus bergerak dengan cepat. Kecerdasan buatan (AI) hadir sebagai solusi untuk memenuhi ekspektasi tersebut, memungkinkan bisnis meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kualitas layanan.
Seiring dengan adopsi AI yang semakin meluas, kebutuhan bisnis bergeser dari sekadar otomatisasi backend menuju transformasi menyeluruh—mengubah cara kolaborasi internal dengan karyawan sekaligus interaksi eksternal dengan konsumen.
(sra)