Dukung UMKM Tembus Pasar Global, BCA Fasilitasi Business Matching dengan Buyer Jerman
Jum'at, 26 September 2025 - 05:15 WIB
A
A
A
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menembus pasar global. Melalui inisiatif Bakti BCA, bank swasta nasional ini menggelar kegiatan business matching yang mempertemukan 37 UMKM binaan dengan buyer asal Jerman, Go Asia.
Acara yang digelar di Menara BCA, Jakarta, pada Senin (15/9) tersebut menjadi bagian dari program Bakti BCA Go Export yang telah berjalan sejak 2023. Kegiatan ini bertujuan membuka peluang ekspor bagi produk UMKM Indonesia ke pasar Eropa, khususnya di sektor makanan dan minuman (F&B), sesuai dengan minat buyer.
Sebanyak 11 UMKM dari Jabodetabek hadir langsung di lokasi, sementara 26 lainnya dari luar daerah berpartisipasi secara daring. Para peserta berasal dari angkatan program Go Export tahun 2023, 2024, dan 2025.
Direktur BCA, Antonius Widodo Mulyono, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan BCA terhadap pelaku UMKM untuk naik kelas dan memperluas pasar hingga ke luar negeri.
"Kami berharap business matching ini dapat memperkuat kepercayaan diri dan kesiapan UMKM binaan BCA dalam menembus pasar global," ujarnya.
Sejumlah pihak turut hadir dalam acara ini, termasuk Managing Director Dreiha Handels GmbH Jerman, Azmi Bin Mustapha; Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg, Faried Wirawan Rachman; Managing Director Exporthub, Amalia S. Prabowo; CEO & Director AeXI, Ahmad Soffian; serta EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn.
Sejak diluncurkan, program UMKM Bakti BCA Go Export telah mencatatkan sejumlah pencapaian ekspor. Dua UMKM binaan, masing-masing dari Jember dan Padang, sukses menembus pasar internasional. UMKM dari Jember yang bergerak di sektor pertanian telah mengekspor produknya ke Malaysia dan Papua Nugini, sementara UMKM dari Padang yang memproduksi olahan rempah berhasil memasuki pasar Thailand. Hingga Mei 2025, total nilai ekspor dari UMKM binaan BCA telah melampaui Rp100 miliar.
Selain mendorong ekspor, BCA juga memberikan dukungan melalui pelatihan dan fasilitasi sertifikasi halal. Dalam periode 2023–2024, BCA telah membantu penerbitan sekitar 3.000 sertifikat halal bagi UMKM, dan pada 2025, program ini ditargetkan menambah 2.000 sertifikat lagi.
Sejak 2023, BCA juga rutin menghadirkan UMKM binaan dalam ajang Trade Expo Indonesia untuk memperluas akses pasar dan promosi internasional.
"BCA percaya bahwa UMKM bisa terus berkembang jika memiliki akses luas dan kesempatan untuk masuk ke pasar global. Kami akan terus menjadi mitra yang relevan dan adaptif dalam setiap tahap pertumbuhan mereka," tambah Antonius.
Dengan pendekatan menyeluruh—mulai dari pelatihan, pembiayaan, fasilitasi ekspor, hingga sertifikasi—BCA menegaskan perannya dalam memperkuat daya saing UMKM Indonesia dan mendorong kontribusi mereka terhadap perekonomian nasional.
Acara yang digelar di Menara BCA, Jakarta, pada Senin (15/9) tersebut menjadi bagian dari program Bakti BCA Go Export yang telah berjalan sejak 2023. Kegiatan ini bertujuan membuka peluang ekspor bagi produk UMKM Indonesia ke pasar Eropa, khususnya di sektor makanan dan minuman (F&B), sesuai dengan minat buyer.
Sebanyak 11 UMKM dari Jabodetabek hadir langsung di lokasi, sementara 26 lainnya dari luar daerah berpartisipasi secara daring. Para peserta berasal dari angkatan program Go Export tahun 2023, 2024, dan 2025.
Direktur BCA, Antonius Widodo Mulyono, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan BCA terhadap pelaku UMKM untuk naik kelas dan memperluas pasar hingga ke luar negeri.
"Kami berharap business matching ini dapat memperkuat kepercayaan diri dan kesiapan UMKM binaan BCA dalam menembus pasar global," ujarnya.
Sejumlah pihak turut hadir dalam acara ini, termasuk Managing Director Dreiha Handels GmbH Jerman, Azmi Bin Mustapha; Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg, Faried Wirawan Rachman; Managing Director Exporthub, Amalia S. Prabowo; CEO & Director AeXI, Ahmad Soffian; serta EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn.
Sejak diluncurkan, program UMKM Bakti BCA Go Export telah mencatatkan sejumlah pencapaian ekspor. Dua UMKM binaan, masing-masing dari Jember dan Padang, sukses menembus pasar internasional. UMKM dari Jember yang bergerak di sektor pertanian telah mengekspor produknya ke Malaysia dan Papua Nugini, sementara UMKM dari Padang yang memproduksi olahan rempah berhasil memasuki pasar Thailand. Hingga Mei 2025, total nilai ekspor dari UMKM binaan BCA telah melampaui Rp100 miliar.
Selain mendorong ekspor, BCA juga memberikan dukungan melalui pelatihan dan fasilitasi sertifikasi halal. Dalam periode 2023–2024, BCA telah membantu penerbitan sekitar 3.000 sertifikat halal bagi UMKM, dan pada 2025, program ini ditargetkan menambah 2.000 sertifikat lagi.
Sejak 2023, BCA juga rutin menghadirkan UMKM binaan dalam ajang Trade Expo Indonesia untuk memperluas akses pasar dan promosi internasional.
"BCA percaya bahwa UMKM bisa terus berkembang jika memiliki akses luas dan kesempatan untuk masuk ke pasar global. Kami akan terus menjadi mitra yang relevan dan adaptif dalam setiap tahap pertumbuhan mereka," tambah Antonius.
Dengan pendekatan menyeluruh—mulai dari pelatihan, pembiayaan, fasilitasi ekspor, hingga sertifikasi—BCA menegaskan perannya dalam memperkuat daya saing UMKM Indonesia dan mendorong kontribusi mereka terhadap perekonomian nasional.
(sra)