Ayip Tayana: Kritik...
1/2
Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional (IDN), Ayip Tayana menilai ajakan makar terhadap pemerintahan Presiden Prabowo yang disampaikan oleh sejumlah pengamat dan intelektual tak memiliki daya dorong signifikan di masyarakat luas.
Ayip Tayana: Kritik...
2/2
Menurutnya, dengan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah yang masih tinggi, isu-isu tersebut dinilai hanya berputar di kalangan elite dan media sosial saja.
Ayip Tayana: Kritik...
Ayip Tayana: Kritik...

Ayip Tayana: Kritik Harus Konstitusional, Bukan Delegitimasi Kekuasaan

Senin, 06 April 2026 - 21:13 WIB
A A A
Pengamat: Ajakan Makar terhadap Presiden Prabowo Tak Didukung Publik

Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional (IDN), Ayip Tayana menilai ajakan makar terhadap pemerintahan Presiden Prabowo yang disampaikan oleh sejumlah pengamat dan intelektual tak memiliki daya dorong signifikan di masyarakat luas.

Menurutnya, dengan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah yang masih tinggi, isu-isu tersebut dinilai hanya berputar di kalangan elite dan media sosial saja.

“Narasi seperti ini cenderung hanya menjadi diskursus di level elite, tidak memiliki resonansi kuat di akar rumput,” ungkap Ayip Tayana.

Hal ini karena masyarakat menilai penggunaan diksi yang mengarah pada delegitimasi kekuasaan, termasuk dorongan pemakzulan di luar mekanisme konstitusi, merupakan langkah yang problematik, baik secara hukum maupun etika demokrasi.

“Indonesia sudah memiliki mekanisme konstitusional yang jelas dalam melakukan koreksi terhadap kekuasaan presiden, melalui DPR, Mahkamah Konstitusi, hingga MPR. Di luar itu, narasi perubahan kekuasaan berpotensi menciptakan instabilitas politik,” ujar Ayip Tayana.

Ayip Tayana menekankan bahwa kritik keras tetap diperbolehkan dalam demokrasi, namun harus tetap berada dalam koridor aturan main yang telah disepakati bersama. Narasi yang berkembang belakangan ini dinilainya cenderung melampaui batas, karena tidak lagi sekadar kritik, melainkan mengarah pada upaya delegitimasi sistem yang sah.

“Jangan sampai kritik berubah menjadi dorongan instabilitas. Demokrasi yang sehat justru dibangun dari kepatuhan terhadap mekanisme yang ada,” tegas Ayip Tayana.

Dari perspektif politik praktis pun, menurut Ayip, peluang terjadinya pemakzulan terhadap pemerintahan saat ini sangat kecil. Hal ini didasarkan pada sejumlah indikator utama, diantaranya stabilitas politik yang relatif terjaga, soliditas koalisi pemerintahan, serta jalannya program-program nasional.

“Tidak ada data yang menunjukkan adanya kondisi yang memungkinkan terjadinya pemakzulan. Stabilitas politik dan ekonomi masih dalam kondisi baik,” jelas Ayip Tayana.

Oleh karena itu, Ayip mengajak para akademisi dan intelektual daripada ribut dengan narasi yang tidak jelas, lebih baik meningkatkan kualitas diskursus politik dengan berbasis data dan argumentasi yang akurat.

“Jangan menggunakan istilah yang menyesatkan publik atau merusak kepercayaan terhadap demokrasi. Kritik harus tetap rasional, berbasis data, dan konstitusional,” tegas Ayip Tayana.

Sebelumnya, jagat media sosial diramaikan oleh komentar sejumlah pengamat publik, seperti Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Prabowo. Seruan itu disampaikan dalam suatu acara dengan bertajuk "Sebelum Pengamat Ditertibkan" di Utan Kayu, Jakarta Timur, 31 Maret 2026.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Mural Kritik KPK di...
Mural Kritik KPK di Bandung
Pengamat : Terima Kritik...
Pengamat : Terima Kritik Publik, Pemerintahan Prabowo Masih Demokratis
Sarkas Mural Novel Baswedan,...
Sarkas Mural Novel Baswedan, Kritik Bobroknya Hukum di Indonesia
Koalisi Sipil Desak...
Koalisi Sipil Desak Dialog Publik, Kritik Pasal Bermasalah dalam RKUHAP
Aksi Teatrikal Mahkamah...
Aksi Teatrikal Mahkamah Konstitusi Bukan Mahkamah Kasur
Begini Penampakan Mural...
Begini Penampakan Mural 'Siapa Berani Kritik Polisi' di Mabes Polri
Foto Terkini
Aksi Dukung Program...
Aksi Dukung Program Makan Bergizi Gratis
4 menit yang lalu
UOB Plaza Jakarta Bertransformasi,...
UOB Plaza Jakarta Bertransformasi, Perkuat Komitmen Bangunan Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Kolaborasi BCA Digital...
Kolaborasi BCA Digital dan Prodia Digital Dorong Inovasi Pembayaran Kesehatan
12 jam yang lalu
Ratusan Buruh Desak...
Ratusan Buruh Desak Pembatalan Eksekusi Hotel Sultan
16 jam yang lalu
Pembubaran Diskusi di...
Pembubaran Diskusi di UGM, Pengamat : Kampus Harusnya Jadi Ruang Dialog yang Demokratis
19 jam yang lalu
Trotoar Jakarta Dihiasi...
Trotoar Jakarta Dihiasi Ornamen Betawi Sambut HUT ke-499 Kota Jakarta
22 jam yang lalu
Foto Terpopuler
GICC Bekali Perusahaan...
GICC Bekali Perusahaan Korea Pemahaman Sertifikasi Halal untuk Pasar Indonesia
Sambut Hari Jadi ke-1343,...
Sambut Hari Jadi ke-1343, Pemkot Palembang Percantik Kawasan Bantaran Musi
Pawai Obor Meriahkan...
Pawai Obor Meriahkan Penyambutan 1 Muharam 1448 H di Jakarta
Demo Mahasiswa Uhamka...
Demo Mahasiswa Uhamka di Sudirman Diwarnai Saling Dorong dengan Polisi
Pemerintah dan Dunia...
Pemerintah dan Dunia Usaha Perkuat Kolaborasi pada Perayaan Hari Susu Nusantara 2026
Lewat #SiapKejarKebaikan,...
Lewat #SiapKejarKebaikan, UOB TMRW Dukung Pendidikan dan Lingkungan Berkelanjutan