APITU Jawa Timur Dorong Praktik Berkelanjutan dalam Sistem Pendingin Ruangan
Jum'at, 17 April 2026 - 12:16 WIB
A
A
A
Asosiasi Praktisi Pendingin dan Tata Udara Indonesia (APITU) DPD Jawa Timur sukses menyelenggarakan seminar bertajuk “Best Practice Efisiensi Tata Udara untuk Masa Depan Berkelanjutan” yang bertempat di Gedung Teater A, Kampus ITS Sukolilo, Surabaya. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi industri guna menekan emisi karbon melalui praktik tata udara yang lebih bertanggung jawab.
Mewakili Rektor ITS, acara dibuka oleh Direktur Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi ITS, Dr. Ir. Endroyono, DEA. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan dukungan terhadap inovasi teknologi yang mendorong praktik berkelanjutan serta menekankan pentingnya sinergi antara pelaku industri dan akademisi.
Seminar ini menyoroti tiga pilar utama dalam modernisasi sistem tata udara, yaitu optimalisasi kapasitas beban pendinginan untuk meningkatkan efisiensi energi, penerapan Internet of Things (IoT) guna pemantauan AC yang lebih presisi, serta upaya pencegahan emisi refrigeran (freon) ke atmosfer yang dipandu oleh Recoolit Bumi Lestari (Recoolit).
Recoolit merupakan perusahaan lingkungan yang berfokus pada pencegahan emisi dari refrigeran. Perusahaan ini tidak hanya menyediakan solusi praktis, tetapi juga secara konsisten melakukan capacity building terkait dampak refrigeran terhadap lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Erik Cahyanta selaku Senior Business Development Manager Recoolit menegaskan bahwa teknisi memegang peran penting sebagai garda terdepan dalam mitigasi perubahan iklim. Ia menyampaikan bahwa profesi praktisi tata udara memiliki kontribusi nyata terhadap perlindungan lingkungan. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPD APITU Jawa Timur, Bapak Ihat Rustandi.
Secara makro, kolaborasi antara Recoolit dan APITU yang telah berlangsung lebih dari dua tahun menunjukkan komitmen kuat kedua organisasi dalam mendukung dekarbonisasi nasional. Kolaborasi ini juga menjadi wujud nyata kontribusi industri properti dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Mewakili Rektor ITS, acara dibuka oleh Direktur Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi ITS, Dr. Ir. Endroyono, DEA. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan dukungan terhadap inovasi teknologi yang mendorong praktik berkelanjutan serta menekankan pentingnya sinergi antara pelaku industri dan akademisi.
Seminar ini menyoroti tiga pilar utama dalam modernisasi sistem tata udara, yaitu optimalisasi kapasitas beban pendinginan untuk meningkatkan efisiensi energi, penerapan Internet of Things (IoT) guna pemantauan AC yang lebih presisi, serta upaya pencegahan emisi refrigeran (freon) ke atmosfer yang dipandu oleh Recoolit Bumi Lestari (Recoolit).
Recoolit merupakan perusahaan lingkungan yang berfokus pada pencegahan emisi dari refrigeran. Perusahaan ini tidak hanya menyediakan solusi praktis, tetapi juga secara konsisten melakukan capacity building terkait dampak refrigeran terhadap lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Erik Cahyanta selaku Senior Business Development Manager Recoolit menegaskan bahwa teknisi memegang peran penting sebagai garda terdepan dalam mitigasi perubahan iklim. Ia menyampaikan bahwa profesi praktisi tata udara memiliki kontribusi nyata terhadap perlindungan lingkungan. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPD APITU Jawa Timur, Bapak Ihat Rustandi.
Secara makro, kolaborasi antara Recoolit dan APITU yang telah berlangsung lebih dari dua tahun menunjukkan komitmen kuat kedua organisasi dalam mendukung dekarbonisasi nasional. Kolaborasi ini juga menjadi wujud nyata kontribusi industri properti dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.
(sra)