Fujifilm Wujudkan Impian Anak Panti Asuhan Punya 'Foto Keluarga' di Ramadan
Selasa, 28 April 2026 - 12:09 WIB
A
A
A
Ramadan selalu menghadirkan cerita kebersamaan. Tahun ini, Fujifilm Indonesia kembali menjalankan program “First Family Photo” dengan mengunjungi tiga panti asuhan di Jakarta: Daarul Berkah Rahman, Nurul Iman Mentas, dan Aisyiyah Tahfidz Quran.
Melalui kamera instax, anak-anak diajak mengabadikan momen bersama orang-orang yang mereka anggap sebagai keluarga. Mereka bebas memilih dengan siapa dan momen apa yang ingin diabadikan, menjadikan setiap foto sebagai kenangan personal yang penuh makna.
Program ini juga menjadi bagian dari inisiatif Instaxnesia, termasuk penerbitan artbook Instaxnesia: A Nation of Creative Expression, hasil kolaborasi 35 kreator Indonesia. Seluruh hasil penjualannya didedikasikan untuk kegiatan sosial di panti asuhan.
Di Daarul Berkah Rahman, suasana penuh tawa saat anak-anak mencoba kamera untuk pertama kalinya. Bagi banyak dari mereka, ini adalah pengalaman pertama memegang kamera dan langsung melihat hasil foto cetak. Momen sederhana ini berubah menjadi kenangan berharga bersama teman dan orang tua asuh.
Di Nurul Iman Mentas, foto fisik memiliki arti lebih dalam karena keterbatasan akses digital. Foto menjadi benda yang bisa disimpan, dipajang, dan dikenang dalam jangka panjang. Anak-anak pun melihat foto sebagai pengingat kebersamaan dan perhatian yang mereka miliki.
Program ini juga memperluas makna keluarga—tidak hanya hubungan darah, tetapi juga kebersamaan yang tumbuh sehari-hari. Melalui foto, hubungan tersebut tidak hanya dirasakan, tetapi juga diabadikan.
Fujifilm Indonesia percaya bahwa fotografi dapat memvalidasi keberadaan seseorang. Melalui “First Family Photo”, mereka ingin setiap anak memiliki bukti bahwa mereka dicintai, memiliki cerita, dan menjadi bagian dari keluarga.
Sejak 2022, program ini telah menjangkau 17 panti asuhan, memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyimpan kenangan dan membangun rasa percaya diri untuk masa depan.
Melalui kamera instax, anak-anak diajak mengabadikan momen bersama orang-orang yang mereka anggap sebagai keluarga. Mereka bebas memilih dengan siapa dan momen apa yang ingin diabadikan, menjadikan setiap foto sebagai kenangan personal yang penuh makna.
Program ini juga menjadi bagian dari inisiatif Instaxnesia, termasuk penerbitan artbook Instaxnesia: A Nation of Creative Expression, hasil kolaborasi 35 kreator Indonesia. Seluruh hasil penjualannya didedikasikan untuk kegiatan sosial di panti asuhan.
Di Daarul Berkah Rahman, suasana penuh tawa saat anak-anak mencoba kamera untuk pertama kalinya. Bagi banyak dari mereka, ini adalah pengalaman pertama memegang kamera dan langsung melihat hasil foto cetak. Momen sederhana ini berubah menjadi kenangan berharga bersama teman dan orang tua asuh.
Di Nurul Iman Mentas, foto fisik memiliki arti lebih dalam karena keterbatasan akses digital. Foto menjadi benda yang bisa disimpan, dipajang, dan dikenang dalam jangka panjang. Anak-anak pun melihat foto sebagai pengingat kebersamaan dan perhatian yang mereka miliki.
Program ini juga memperluas makna keluarga—tidak hanya hubungan darah, tetapi juga kebersamaan yang tumbuh sehari-hari. Melalui foto, hubungan tersebut tidak hanya dirasakan, tetapi juga diabadikan.
Fujifilm Indonesia percaya bahwa fotografi dapat memvalidasi keberadaan seseorang. Melalui “First Family Photo”, mereka ingin setiap anak memiliki bukti bahwa mereka dicintai, memiliki cerita, dan menjadi bagian dari keluarga.
Sejak 2022, program ini telah menjangkau 17 panti asuhan, memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyimpan kenangan dan membangun rasa percaya diri untuk masa depan.
(sra)