Perhimpunan Kebayaku Rayakan 'Prabha Kartini' : Cahaya Perempuan Indonesia dalam Balutan Kebaya
JAKARTA, 30 April 2026 – Perhimpunan Kebayaku menggelar peringatan Hari Kartini dengan mengusung tema besar yang sarat makna, “Prabh? Kartini”.
Acara yang berlangsung hangat dan elegan ini bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan refleksi mendalam atas warisan intelektual dan spiritual Raden Ajeng Kartini sebagai pelita bagi perempuan modern Indonesia. Para anggota perhimpunan tampil anggun mengenakan kebaya dengan beragam corak dan warna khas Nusantara, memperkuat nuansa budaya yang kental.
Ketua Perhimpunan Kebayaku, Nunun Daradjatun, dalam sambutannya menegaskan bahwa Kartini bukan sekadar sosok sejarah untuk dikenang. Ia menggambarkan “Prabh?” sebagai cahaya yang terus bersinar—lembut, namun menguatkan. Menurutnya, warisan terbesar Kartini adalah kesadaran perempuan untuk berpikir, bersuara, dan menjadi diri sendiri, meskipun berada dalam keterbatasan.
Ia juga mengutip makna mendalam dari pemikiran Kartini. “Habis Gelap Terbitlah Terang bukan sekadar catatan sejarah, melainkan cahaya yang terus hidup, menerangi cara kita berpikir dan keberanian dalam memilih langkah sebagai perempuan masa kini. Melalui tema ‘Prabh? Kartini: Dari Warisan ke Masa Depan’, kami mengajak perempuan untuk tidak hanya merasakan terang itu, tetapi juga menjadi bagian darinya,” ujar Nunun.
Lebih lanjut, Nunun—istri Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Adang Daradjatun—menyampaikan bahwa pemikiran Kartini telah melampaui zaman dan terus relevan. Ia mencontohkan bagaimana perjuangan kesetaraan yang diperjuangkan Kartini telah membuahkan hasil nyata, termasuk ketika Indonesia pernah dipimpin oleh Presiden perempuan, Megawati Soekarnoputri.
Dalam acara ini, kebaya menjadi simbol utama yang merepresentasikan akar identitas perempuan Indonesia. “Kebaya bukan sekadar busana, tetapi simbol keanggunan dan kelembutan yang berdaya. Di setiap helainya, tersimpan pengingat bahwa perempuan Indonesia mampu menjaga jati diri sekaligus melangkah maju ke masa depan dengan caranya sendiri,” tambahnya.
Kemeriahan acara yang digelar di Rumah Batik Danar Hadi, Melawai, Jakarta Selatan, juga dimeriahkan dengan peragaan busana yang memukau. Setiap langkah para model di atas panggung merepresentasikan cahaya yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Melalui semangat “Prabh? Kartini”, Perhimpunan Kebayaku berharap perempuan Indonesia terus berkarya dengan sepenuh hati, menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya, serta memastikan bahwa cahaya masa depan perempuan Indonesia akan terus bersinar terang.
Acara ini terselenggara berkat dukungan berbagai mitra yang memiliki visi yang sama dalam melestarikan budaya dan memberdayakan perempuan, di antaranya Danar Hadi, Mustika Ratu, Manjusha, MannaQueen, Roemah Kebaya Vielga, DV (Devya Aesthetic Dental & Implant Center), Nusantara, serta seluruh panitia yang terlibat.