Hadapi Ancaman AI, VIDA Kenalkan Pendekatan Beyond Liveness
Kamis, 07 Mei 2026 - 07:21 WIB
A
A
A
Direktorat Jenderal Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Edwin Hidayat Abdullah (tengah), Founder dan CEO Group VIDA Niki Luhur (kanan) dan General Manager Asia Pacific Sardine, Chris Hughes berbincang pada acara ‘Beyond Liveness: Securing Digital Identity in the Age of AI-Driven Fraud’, di Jakarta, Rabu (06/05/2026).
Ancaman penipuan digital berbasis AI kian berkembang dan makin sulit dideteksi. Metode verifikasi wajah melalui kamera atau liveness detection yang selama ini dianggap aman, kini mulai bisa dimanipulasi lewat serangan injection attack yakni teknik yang tidak hanya memalsukan wajah, tetapi juga menyusup melalui perangkat dan jaringan.
Merespons hal ini, VIDA meluncurkan kampanye “Beyond Liveness” yang menekankan pentingnya perlindungan identitas digital berbasis sistem berlapis, tak hanya biometrik.
Dalam momentum tersebut, VIDA juga memperkenalkan ID FraudShield, solusi terpadu yang menggabungkan verifikasi biometrik, analisis perangkat, dan deteksi fraud secara real time untuk mempercepat identifikasi risiko tanpa mengganggu pengalaman pengguna.
Ancaman penipuan digital berbasis AI kian berkembang dan makin sulit dideteksi. Metode verifikasi wajah melalui kamera atau liveness detection yang selama ini dianggap aman, kini mulai bisa dimanipulasi lewat serangan injection attack yakni teknik yang tidak hanya memalsukan wajah, tetapi juga menyusup melalui perangkat dan jaringan.
Merespons hal ini, VIDA meluncurkan kampanye “Beyond Liveness” yang menekankan pentingnya perlindungan identitas digital berbasis sistem berlapis, tak hanya biometrik.
Dalam momentum tersebut, VIDA juga memperkenalkan ID FraudShield, solusi terpadu yang menggabungkan verifikasi biometrik, analisis perangkat, dan deteksi fraud secara real time untuk mempercepat identifikasi risiko tanpa mengganggu pengalaman pengguna.
(sra)