Pengamat Ekonomi : Pelemahan...
1/2
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing, di Jakarta, Rabu (20/5/2026)
Pengamat Ekonomi : Pelemahan...
2/2
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing, di Jakarta, Rabu (20/5/2026)
Pengamat Ekonomi : Pelemahan...
Pengamat Ekonomi : Pelemahan...

Pengamat Ekonomi : Pelemahan Rupiah Tak Bisa Jadi Satu-satunya Indikator Ekonomi Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:08 WIB
A A A
Jakarta - Pengamat ekonomi Dr. Surya Vandiantara menyebut pelemahan rupiah tak bisa dijadikan satu-satunya indikator untuk menilai ekonomi suatu negara. Sebab, selain fluktuasi nilai mata uang, harus dilihat indikator lain, seperti pertumbuhan PDB, neraca transaksi berjalan, cadangan devisa dan fiskal.

Menurutnya, penilaian yang hanya menggunakan fluktuasi nilai mata uang akan tidak komprehensif. Sehingga, dapat berujung pada kesalahan membaca situasi ekonomi, termasuk dalam menilai Indonesia.

"Narasi yang berupaya mendiskreditkan perekonomian Indonesia hanya dengan menggunakan satu indikator saja seperti nilai mata uang Dollar Amerika Serikat, merupakan narasi yang tidak komprehensif," ungkap Surya pada Sabtu (23/5).

Bila dilihat dari sisi fundamental ekonomi, Surya menilai ekonomi Indonesia masih baik. Merujuk data BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berturut-turut positif, dimana triwulan I 2026 mencapai 5,61%, diikuti triwulan IV 2025 5,39% dan triwulan III 2025 5,04%.

"Fakta ini menunjukkan bahwa kenaikan Dollar Amerika Serikat tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia," jelas Dosen Fakultas Ekonomi di Universitas Muhammadiyah Bengkulu ini.

Terkait pernyataan Presiden Prabowo yang menyebut rakyat di desa tak memakai dolar, Surya menjelaskan bahwa itu merupakan fakta lapangan. Secara praktik, transaksi yang menggunakan Dollar Amerika Serikat lebih banyak dilakukan oleh pengusaha yang bergerak pada bidang ekspor dan impor, bukan rakyat desa.

"Kegiatan ekspor-impor dan investasi valuta asing ini tentunya lebih banyak dilakukan oleh masyarakat yang hidup didaerah perkotaan dibandingkan masyarakat pedesaan," terangnya.

Meski begitu, menurut Surya, mitigasi telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengantisipasi dampak negatif pelemahan rupiah bagi warga desa. Salah satunya dengan meningkatkan subsidi BBM sehingga masyarakat tak mengalami lonjakan harga berlebihan.

"Pemerintah telah melakukan langkah antisipasi strategis dengan meningkatkan subsidi agar kenaikan harga BBM bisa diredam, sehingga masyarakat Indonesia bisa tetap menikmati harga BBM seperti sedia kala," pungkasnya.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Pengamat Ekonomi: Pelemahan...
Pengamat Ekonomi: Pelemahan Tak Hanya pada Rupiah, Tapi Hampir Semua Negara
Gabung BOP, Pengamat...
Gabung BOP, Pengamat Tegaskan Indonesia Tak Ada Kaitan dengan Aksi Militer AS
Tak Kenal Lelah, Satu...
Tak Kenal Lelah, Satu Tahun Petugas Makam jadi Garda Pinggiran Penanganan Covid-19
Menyulap Sampah Plastik...
Menyulap Sampah Plastik Jadi Pundi Rupiah
Ekonom Bank Mandiri...
Ekonom Bank Mandiri Proyeksi Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,2 persen di 2026
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Foto Terkini
Netflix Rayakan Masa...
Netflix Rayakan Masa Depan Cerita Ramah Keluarga di Indonesia
2 jam yang lalu
BCA Syariah Dukung Program...
BCA Syariah Dukung Program 99 Masjid Asmaul Husna, Salurkan Donasi Pembangunan Masjid Pertama di Aceh
4 jam yang lalu
Lesbumi PBNU Serahkan...
Lesbumi PBNU Serahkan Petisi Penolakan Aturan Turunan PP 28/2024 kepada Kementerian Kesehatan
1 hari yang lalu
Perkuat Sinergi Bilateral,...
Perkuat Sinergi Bilateral, KADIN DKI Jakarta Sukses Perluas Pasar UMKM ke Jepang Jilid Kedua
1 hari yang lalu
TCL Tampilkan Inovasi...
TCL Tampilkan Inovasi Teknologi Rumah Tangga dan Hiburan di Jakarta Fair 2026
1 hari yang lalu
OJK Sita Aset Rp113,97...
OJK Sita Aset Rp113,97 Miliar Terkait Kasus Asuransi Prolife Indonesia
2 hari yang lalu
Foto Terpopuler
Teater Koma Pentaskan...
Teater Koma Pentaskan Kembali 'Rumah Sakit Jiwa'
OJK Sita Aset Rp113,97...
OJK Sita Aset Rp113,97 Miliar Terkait Kasus Asuransi Prolife Indonesia
TCL Tampilkan Inovasi...
TCL Tampilkan Inovasi Teknologi Rumah Tangga dan Hiburan di Jakarta Fair 2026
Perkuat Sinergi Bilateral,...
Perkuat Sinergi Bilateral, KADIN DKI Jakarta Sukses Perluas Pasar UMKM ke Jepang Jilid Kedua
Lesbumi PBNU Serahkan...
Lesbumi PBNU Serahkan Petisi Penolakan Aturan Turunan PP 28/2024 kepada Kementerian Kesehatan
BCA Syariah Dukung Program...
BCA Syariah Dukung Program 99 Masjid Asmaul Husna, Salurkan Donasi Pembangunan Masjid Pertama di Aceh