Netflix Rayakan Masa Depan Cerita Ramah Keluarga di Indonesia
Senin, 13 Juli 2026 - 07:47 WIB
A
A
A
Jakarta, Juli 2026 – Netflix merayakan berkembangnya cerita anak dan keluarga di Indonesia melalui Netflix Family Festival 2026: World of Wonder, festival keluarga pertama Netflix di Indonesia sekaligus yang terbesar di Asia Tenggara hingga saat ini.
Digelar dalam rangka Hari Anak Nasional, acara ini mempertemukan keluarga, kreator, pembuat kebijakan, mitra industri, dan media untuk merayakan kekuatan cerita dalam menginspirasi imajinasi, mempererat hubungan keluarga, serta mendorong percakapan yang bermakna.
Momentum ini hadir di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap tayangan keluarga. Mulai dari fenomena global KPop Demon Hunters hingga film animasi lokal Jumbo, cerita ramah keluarga terus menarik perhatian penonton lintas generasi.
Secara global, tayangan anak menyumbang hampir 22 persen dari total waktu menonton di Netflix sepanjang 2025, sementara judul-judul keluarga konsisten hadir di Global Top 10 setiap pekan selama hampir empat tahun berturut-turut.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, menilai kehadiran konten keluarga yang berkualitas harus berjalan seiring dengan upaya menciptakan ruang digital yang aman bagi anak.
"Seiring semakin banyak waktu yang dihabiskan anak-anak untuk mengakses konten digital, menghadirkan tayangan ramah keluarga yang berkualitas perlu berjalan beriringan dengan upaya menciptakan ruang digital yang aman."
Menurutnya, di tengah upaya pemerintah memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui PP Tunas, inisiatif seperti Netflix Family Festival berperan penting dalam meningkatkan pemahaman orang tua terhadap berbagai fitur keamanan digital.
"Memastikan pengalaman menonton yang aman, positif, dan menyenangkan bagi anak-anak merupakan tanggung jawab kita bersama. Berbagai inisiatif Netflix untuk mendukung sineas Indonesia juga berperan penting dalam memberdayakan komunitas kreatif lokal melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan agar mampu menghasilkan konten anak dan keluarga berkelas dunia."
Director of Global Affairs, Southeast Asia, Netflix, Ruben Hattari, mengatakan bahwa menonton bersama kini menjadi salah satu cara keluarga menghabiskan waktu berkualitas.
"Cerita memiliki peran yang semakin besar dalam mempererat hubungan dan memicu percakapan dalam keluarga. Melalui Netflix Family Festival 2026: World of Wonder, kami ingin menghadirkan pengalaman yang membawa cerita-cerita tersebut ke dunia nyata bagi anak-anak, sekaligus membantu orang tua mengenal berbagai fitur keamanan dan membangun kebiasaan menonton bersama yang positif."
Ia menambahkan, komitmen Netflix terhadap Indonesia tidak berhenti pada tayangan di layar. Melalui pelatihan bersama Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) dan Badan Perfilman Indonesia (BPI), Netflix akan terus mendukung kreator lokal serta memperkuat ekosistem cerita anak dan keluarga di Indonesia.
Kolaborasi Membangun Ekosistem Cerita Anak
Sebagai bagian dari festival, Netflix menggelar diskusi panel bertajuk "Mendorong Masa Depan Cerita yang Ramah untuk Ditonton Bersama di Ruang Keluarga." Forum ini menghadirkan pelaku industri untuk membahas perkembangan cerita anak dan keluarga serta pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan.
Ketua Umum APROFI, Edwin Nazir, mengatakan minat kreator muda terhadap cerita anak dan keluarga terus meningkat. Menurutnya, membangun ekosistem yang sehat membutuhkan investasi jangka panjang, mulai dari pendidikan, pengembangan keterampilan, produksi, distribusi, hingga pengarsipan karya.
Sementara itu, penulis dan sutradara Ryan Adriandhy menekankan bahwa cerita terbaik untuk anak tidak lahir dari penyederhanaan cerita, melainkan dari keberanian menyampaikan emosi secara jujur.
"Anak-anak adalah audiens yang peka, imajinatif, dan memiliki kesadaran emosional. Mereka memiliki ketakutan, harapan, dan impian, sama seperti orang dewasa."
Penulis dan sutradara Gina S. Noer, yang akan memulai kolaborasi pertamanya dengan Netflix melalui film Aku Sebelum Aku, menilai cerita memiliki peran penting dalam membentuk cara anak memahami diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya.
Dari perspektif internasional, penulis dan produser Andrew Guerdat, yang pernah menggarap serial animasi seperti PAW Patrol dan Astro Boy, mengatakan bahwa cerita yang paling mampu menjangkau penonton global justru adalah cerita yang paling autentik dan berakar pada pengalaman lokal.
Mendorong Lahirnya Kreator Baru
Netflix juga menyelenggarakan masterclass "Merajut Cerita dan Visual untuk Film dan Serial Anak" bekerja sama dengan APROFI, Badan Perfilman Indonesia (BPI), serta didukung Netflix Fund for Creative Equity.
Pelatihan ini diikuti 60 kreator Indonesia dari tingkat pemula hingga menengah sebagai bagian dari program Cerita Anak Nusantara, yang bertujuan mendorong lahirnya lebih banyak cerita anak dan keluarga karya kreator Indonesia melalui pelatihan dan pendampingan.
Festival Interaktif untuk Seluruh Keluarga
Sepanjang hari, pengunjung menikmati berbagai aktivitas interaktif yang dirancang untuk anak usia 4–16 tahun dan orang tua. Festival menghadirkan KPop Demon Hunters Sing-Along pertama di Asia Tenggara, kesempatan bertemu karakter Luffy dan Zoro dari adaptasi live-action One Piece, hingga area Netflix Playground dengan berbagai permainan bertema serial dan film Netflix.
Melalui Discovery Zone, Netflix juga memperkenalkan fitur Kids Profiles, klasifikasi usia, dan parental controls melalui berbagai aktivitas edukatif yang membantu orang tua memilih tayangan sesuai usia anak.
Festival turut menghadirkan sesi diskusi "In Conversation: Membesarkan Anak di Dunia yang Selalu Terkoneksi" bersama praktisi Montessori Reza Andhika Permana dan psikolog anak Irma Gustiana A.
Diskusi membahas pentingnya memilih tontonan yang sesuai, membangun kebiasaan menonton bersama, serta memanfaatkan waktu layar sebagai sarana mempererat hubungan keluarga.
Sebagai penutup, Netflix menggelar pemutaran khusus film terbaru Aku Sebelum Aku, karya Gina S. Noer, yang akan tayang secara global di Netflix pada 16 Juli 2026.
Film yang dibintangi Ringgo Agus Rahman dan Bima S. Sena F. ini mengisahkan perjalanan seorang remaja berprestasi yang, melalui tugas sekolah tentang sejarah keluarganya, mulai memahami hubungan yang rumit dengan sang ayah.
Digelar dalam rangka Hari Anak Nasional, acara ini mempertemukan keluarga, kreator, pembuat kebijakan, mitra industri, dan media untuk merayakan kekuatan cerita dalam menginspirasi imajinasi, mempererat hubungan keluarga, serta mendorong percakapan yang bermakna.
Momentum ini hadir di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap tayangan keluarga. Mulai dari fenomena global KPop Demon Hunters hingga film animasi lokal Jumbo, cerita ramah keluarga terus menarik perhatian penonton lintas generasi.
Secara global, tayangan anak menyumbang hampir 22 persen dari total waktu menonton di Netflix sepanjang 2025, sementara judul-judul keluarga konsisten hadir di Global Top 10 setiap pekan selama hampir empat tahun berturut-turut.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, menilai kehadiran konten keluarga yang berkualitas harus berjalan seiring dengan upaya menciptakan ruang digital yang aman bagi anak.
"Seiring semakin banyak waktu yang dihabiskan anak-anak untuk mengakses konten digital, menghadirkan tayangan ramah keluarga yang berkualitas perlu berjalan beriringan dengan upaya menciptakan ruang digital yang aman."
Menurutnya, di tengah upaya pemerintah memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui PP Tunas, inisiatif seperti Netflix Family Festival berperan penting dalam meningkatkan pemahaman orang tua terhadap berbagai fitur keamanan digital.
"Memastikan pengalaman menonton yang aman, positif, dan menyenangkan bagi anak-anak merupakan tanggung jawab kita bersama. Berbagai inisiatif Netflix untuk mendukung sineas Indonesia juga berperan penting dalam memberdayakan komunitas kreatif lokal melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan agar mampu menghasilkan konten anak dan keluarga berkelas dunia."
Director of Global Affairs, Southeast Asia, Netflix, Ruben Hattari, mengatakan bahwa menonton bersama kini menjadi salah satu cara keluarga menghabiskan waktu berkualitas.
"Cerita memiliki peran yang semakin besar dalam mempererat hubungan dan memicu percakapan dalam keluarga. Melalui Netflix Family Festival 2026: World of Wonder, kami ingin menghadirkan pengalaman yang membawa cerita-cerita tersebut ke dunia nyata bagi anak-anak, sekaligus membantu orang tua mengenal berbagai fitur keamanan dan membangun kebiasaan menonton bersama yang positif."
Ia menambahkan, komitmen Netflix terhadap Indonesia tidak berhenti pada tayangan di layar. Melalui pelatihan bersama Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) dan Badan Perfilman Indonesia (BPI), Netflix akan terus mendukung kreator lokal serta memperkuat ekosistem cerita anak dan keluarga di Indonesia.
Kolaborasi Membangun Ekosistem Cerita Anak
Sebagai bagian dari festival, Netflix menggelar diskusi panel bertajuk "Mendorong Masa Depan Cerita yang Ramah untuk Ditonton Bersama di Ruang Keluarga." Forum ini menghadirkan pelaku industri untuk membahas perkembangan cerita anak dan keluarga serta pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan.
Ketua Umum APROFI, Edwin Nazir, mengatakan minat kreator muda terhadap cerita anak dan keluarga terus meningkat. Menurutnya, membangun ekosistem yang sehat membutuhkan investasi jangka panjang, mulai dari pendidikan, pengembangan keterampilan, produksi, distribusi, hingga pengarsipan karya.
Sementara itu, penulis dan sutradara Ryan Adriandhy menekankan bahwa cerita terbaik untuk anak tidak lahir dari penyederhanaan cerita, melainkan dari keberanian menyampaikan emosi secara jujur.
"Anak-anak adalah audiens yang peka, imajinatif, dan memiliki kesadaran emosional. Mereka memiliki ketakutan, harapan, dan impian, sama seperti orang dewasa."
Penulis dan sutradara Gina S. Noer, yang akan memulai kolaborasi pertamanya dengan Netflix melalui film Aku Sebelum Aku, menilai cerita memiliki peran penting dalam membentuk cara anak memahami diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya.
Dari perspektif internasional, penulis dan produser Andrew Guerdat, yang pernah menggarap serial animasi seperti PAW Patrol dan Astro Boy, mengatakan bahwa cerita yang paling mampu menjangkau penonton global justru adalah cerita yang paling autentik dan berakar pada pengalaman lokal.
Mendorong Lahirnya Kreator Baru
Netflix juga menyelenggarakan masterclass "Merajut Cerita dan Visual untuk Film dan Serial Anak" bekerja sama dengan APROFI, Badan Perfilman Indonesia (BPI), serta didukung Netflix Fund for Creative Equity.
Pelatihan ini diikuti 60 kreator Indonesia dari tingkat pemula hingga menengah sebagai bagian dari program Cerita Anak Nusantara, yang bertujuan mendorong lahirnya lebih banyak cerita anak dan keluarga karya kreator Indonesia melalui pelatihan dan pendampingan.
Festival Interaktif untuk Seluruh Keluarga
Sepanjang hari, pengunjung menikmati berbagai aktivitas interaktif yang dirancang untuk anak usia 4–16 tahun dan orang tua. Festival menghadirkan KPop Demon Hunters Sing-Along pertama di Asia Tenggara, kesempatan bertemu karakter Luffy dan Zoro dari adaptasi live-action One Piece, hingga area Netflix Playground dengan berbagai permainan bertema serial dan film Netflix.
Melalui Discovery Zone, Netflix juga memperkenalkan fitur Kids Profiles, klasifikasi usia, dan parental controls melalui berbagai aktivitas edukatif yang membantu orang tua memilih tayangan sesuai usia anak.
Festival turut menghadirkan sesi diskusi "In Conversation: Membesarkan Anak di Dunia yang Selalu Terkoneksi" bersama praktisi Montessori Reza Andhika Permana dan psikolog anak Irma Gustiana A.
Diskusi membahas pentingnya memilih tontonan yang sesuai, membangun kebiasaan menonton bersama, serta memanfaatkan waktu layar sebagai sarana mempererat hubungan keluarga.
Sebagai penutup, Netflix menggelar pemutaran khusus film terbaru Aku Sebelum Aku, karya Gina S. Noer, yang akan tayang secara global di Netflix pada 16 Juli 2026.
Film yang dibintangi Ringgo Agus Rahman dan Bima S. Sena F. ini mengisahkan perjalanan seorang remaja berprestasi yang, melalui tugas sekolah tentang sejarah keluarganya, mulai memahami hubungan yang rumit dengan sang ayah.
(sra)