Laporan AMS 2025–2026...
1/2
Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) memetakan lima transisi struktural yang akan semakin menentukan daya saing industri ke depan, mulai dari penguatan fundamental bisnis hingga penciptaan dampak ekonomi dan sosial yang lebih berkelanjutan.
Laporan AMS 2025–2026...
2/2
Pemetaan ini menjadi pesan utama Annual Members Survey (AMS) 20252026 yang melibatkan 141 perusahaan anggota AFTECH dari sektor sistem pembayaran, pembiayaan digital, aset digital, layanan teknologi finansial, serta platform pendukung ekosistem
Laporan AMS 2025–2026...
Laporan AMS 2025–2026...

Laporan AMS 2025–2026 AFTECH Petakan Lima Transisi Fintech Indonesia

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:32 WIB
A A A
Industri fintech Indonesia tengah mengalami perubahan mendasar setelah lebih dari satu dekade bertumbuh secara ekspansif.

Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) memetakan lima transisi struktural yang akan semakin menentukan daya saing industri ke depan, mulai dari penguatan fundamental bisnis hingga penciptaan dampak ekonomi dan sosial yang lebih berkelanjutan.

Pemetaan ini menjadi pesan utama Annual Members Survey (AMS) 2025–2026 yang melibatkan 141 perusahaan anggota AFTECH dari sektor sistem pembayaran, pembiayaan digital, aset digital, layanan teknologi finansial, serta platform pendukung ekosistem. Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir mengatakan hasil AMS tahun ini menegaskan bahwa ukuran daya saing industri fintech semakin berkembang seiring dengan meningkatnya kematangan industri.

“Industri fintech Indonesia sedang memasuki fase pendewasaan. Daya saing ke depan tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat perusahaan tumbuh, tetapi oleh seberapa kuat fundamental bisnisnya, seberapa konsisten regulasi dapat diimplementasikan, seberapa besar kepercayaan digital yang bisa dibangun, serta seberapa nyata dampaknya bagi masyarakat dan perekonomian,” ujar Pandu.

Lima Transisi Struktural di Industri Fintech

Berdasarkan AMS 2025-2026, AFTECH mengidentifikasi lima transisi struktural yang akan membentuk arah perkembangan industri fintech indonesia ke depan.

Pertama, dari pertumbuhan menuju penguatan fundamental bisnis. Setelah periode ekspansi yang kuat, profitabilitas, efisiensi, dan kualitas model bisnis menjadi ukuran keberhasilan yang semakin tercermin. Hal ini tercermin dari 77% responden yang menjadikan kemitraan strategis sebagai strategi pertumbuhan utama, sementara 97% tidak mengubah model bisnisnya dalam satu tahun terakhir.

Kedua, dari regulasi menuju kepastian implementasi. Seiring kerangka regulasi semakin berkembang, kebutuhan industri bergeser pada konsistensi, harmonisasi, dan kepastian penerapan.

Sebanyak 84% responden menempatkan kepastian dan stabilitas regulasi sebagai dukungan pemerintah yang paling dibutuhkan.

Ketiga, dari infrastruktur digital menjadi kepercayaan digital. Infrastruktur tidak lagi hanya dibutuhkan untuk mempercepat konektivitas dan transaksi, tetapi juga untuk membangun keamanan dan kepercayaan. Sebanyak 53% responden menempatkan penguatan identitas digital sebagai prioritas utama pengembangan infrastruktur.

Keempat, dari adopsi teknologi menuju penguatan kapabilitas Ketika penggunaan teknologi semakin luas, tantangan berikutnya adalah memastikan kesiapan manusia dan organisasi mampu mengimbanginya. Sebanyak 48% responden menyebut talenta di bidang data, AI, dan analitik sebagai kategori tenaga kerja yang paling sulit direkrut. Kelima, dari inklusi menuju dampak yang lebih berkelanjutan.

Setelah perluasan akses menjadi agenda utama, tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat mampu memahami, menggunakan, dan memperoleh manfaat nyata dari layanan keuangan digital. Hal ini tercermin dari 71% responden menilai literasi keuangan sebagai hambatan utama dalam memperluas inklusi.

“Lima transisi ini menunjukkan bahwa fintech semakin menjadi bagian penting dari arsitektur ekonomi digital Indonesia. Karena itu, kolaborasi antara industri, regulator, pemerintah, lembaga keuangan, penyedia teknologi, dan institusi pendidikan menjadi semakin penting untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” tambah Pandu.

Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto mengatakan, AMS 2025–2026 juga menunjukkan penguatan dari sisi bisnis, tata kelola, dan kesiapan teknologi.

Sebanyak 43% responden telah membukukan laba, sementara 81% telah menjalin kemitraan aktif dengan pelaku ekosistem lain. Selain itu, 86% responden menilai kerangka regulasi saat ini mendukung inovasi, dan 81% menilai regulasi mendukung pertumbuhan industri.

“Data AMS memperlihatkan bahwa industri tidak hanya tumbuh lebih besar, tetapi juga semakin siap, tertata, dan bertanggung jawab. Ini terlihat dari profitabilitas yang mulai menguat, kolaborasi ekosistem yang semakin luas, serta persepsi positif terhadap arah regulasi,” ujar Firlie.

Adopsi teknologi juga semakin luas. Sebanyak 83% responden telah menggunakan atau menguji coba AI dalam operasional, mulai dari analitik data, layanan pelanggan, otomatisasi proses, deteksi fraud, serta penilaian kredit dan manajemen risiko. Pada aspek inklusi dan keberlanjutan, 50% responden menyatakan produk atau layanannya dirancang untuk menjangkau masyarakat unbanked maupun underserved, 81% menjalankan program literasi keuangan, dan 56% telah memiliki atau sedang mengembangkan program ESG.

Melalui AMS 2025–2026, AFTECH menegaskan komitmennya untuk terus mendorong industri keuangan digital yang inovatif, aman, inklusif, dan bertanggung jawab. Dengan fondasi yang semakin matang, industri fintech Indonesia diharapkan dapat memperluas akses keuangan, memperkuat kepercayaan publik, dan memberikan kontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Fintech Diproyeksikan...
Fintech Diproyeksikan Dorong Pertumbuhan Ekonomi pada 2026
Dorong Akses Keuangan...
Dorong Akses Keuangan Inklusif, Aurora Tech Award 2026 Luncurkan Jalur Fintech
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Bahas Laporan Keuangan Pemerintah dan RAPBN 2026
OJK Gelar The 4th Indonesia...
OJK Gelar The 4th Indonesia Fintech Summit
AFTECH di IDBS 2026:...
AFTECH di IDBS 2026: Peran Fintech Makin Krusial Sokong Ekonomi Riil
Laporan Perilaku Pengguna...
Laporan Perilaku Pengguna Paylater Indonesia 2024
Foto Terkini
JPO Tendean Dibongkar...
JPO Tendean Dibongkar Usai Ditabrak Truk Pengangkut Alat Berat
3 jam yang lalu
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR RI Bahas Respons Pemerintah terhadap Pandangan Fraksi atas RUU APBN 2025
3 jam yang lalu
Truk Kontainer Tersangkut...
Truk Kontainer Tersangkut di JPO Jalan Tendean Belum Dievakuasi, Lalu Lintas Macet Parah
11 jam yang lalu
JEC ANWARI Purwokerto...
JEC ANWARI Purwokerto Hadirkan Harapan Lewat Operasi Katarak
12 jam yang lalu
Laporan AMS 2025–2026...
Laporan AMS 2025–2026 AFTECH Petakan Lima Transisi Fintech Indonesia
13 jam yang lalu
Bukan Sekadar Pelengkap,...
Bukan Sekadar Pelengkap, Cairan Rem Berkualitas Menentukan Keamanan Berkendara
16 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Netflix Rayakan Masa...
Netflix Rayakan Masa Depan Cerita Ramah Keluarga di Indonesia
Pastikan Tidak Ada Bom...
Pastikan Tidak Ada Bom di SDN 15 Srengseng Sawah, Polisi Kerahkan Empat Anjing Pelacak
Upbit Indonesia: Peluang...
Upbit Indonesia: Peluang Karier di Industri Kripto Tak Terbatas untuk Developer
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Pemkot Depok Perkuat Kemandirian Keluarga Pekerja melalui PEKA
Gegana dan Densus 88...
Gegana dan Densus 88 Sisir SDN Srengseng Sawah 15 usai Ancaman Teror
Panen Hidroponik dan...
Panen Hidroponik dan Bioflok di Karawang, Warga Didorong Perkuat Ketahanan Pangan