Jay Singgih Dorong Pengusaha Muda Papua Bersinergi Menuju Indonesia Emas 2045
Rabu, 15 Juli 2026 - 18:00 WIB
A
A
A
Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Provinsi Papua (BPD HIPMI Papua) melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) yang dirangkaikan dengan Diklatda dan Forbisda, di Hotel Horison Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura, 4-5 Mei 2026.
Kegiatan dengan tema "Sinergitas Pengusaha Muda Papua untuk Indonesia Emas 2045" ini, selain diikuti oleh para peserta dari kalangan pengusaha muda se-Provinsi Papua, juga dihadiri oleh Gubernur Papua Komjen Polisi (Purn.) Mathius D. Fakhiri beserta jajarannya, OKK BPP HIPMI, Ketua Umum BPD HIPMI Papua Supriadi Laling, beserta jajaran Pengurus, Ketua Bidang Sinergitas BUMN dan DANANTARA BPP HIPMI sekaligus Calon Ketua Umum BPP HIPMI Anthony Leong, Asisten Intelijen Kejaksaan Papua Yedivia Rum, Kolonel Arh Samujiyo Asisten Logistik Kasdam XVII/Cenderawasih mewakili Pangdam, Kolonel Marinir Muhammad Isarisnawan, Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten/Kota se-Provinsi Papua dan jajarannya, serta perwakilan Bank Mandiri di Papua.
Supriadi Laling selaku Ketua umum BPD HIPMI Papua menyampaikan, bahwa HIPMI Papua mendorong pengusaha muda yang berkualitas yang berdaya saing di tengah kondisi fiskal daerah yang saat ini menghadapi tantangan. Untuk itu, ia mendorong pengusaha muda harus kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memperkuat organisasi, sekaligus memberikan solusi bagi pemerintah.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum strategis untuk menghasilkan program kerja dan gagasan yang konstruktif.
“Kami berharap melalui Rakerda ini bisa melahirkan program dan pokok-pokok pikiran yang nantinya dapat dikolaborasikan dengan Pemerintah Provinsi Papua,” ujarnya.
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri melalui sambutannya mengatakan pentingnya transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan guna mendorong kemandirian masyarakat Papua.
"Pemerintah memandang HIPMI sebagai mitra strategis yang memiliki peran vital dalam mencetak generasi wirausaha muda yang tidak hanya tangguh secara bisnis, tetapi juga memiliki integritas, nasionalisme, dan kepedulian terhadap pembangunan daerah,” kata Fakhiri.
Apalagi kondisi ekonomi Papua saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kapasitas wirausaha lokal, rendahnya daya saing UMKM, hingga ketergantungan pada sektor tertentu. Namun demikian, peluang besar tetap terbuka.
Ia juga menyatakan pentingnya peran HIPMI sebagai jembatan antara dunia usaha dan kebijakan publik dan berharap melalui forum ini dapat lahir program kerja yang selaras dengan arah pembangunan daerah.
Jay Singgih selaku Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, Lingkungan Hidup dan Kehutanan BPP HIPMI hadir memberikan Sambutan pada kegiatan ini mewakili Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal BPP HIPMI.
Melalui sambutannya, Jay memberikan apresiasi kepada Gubernur Papua, atas kehadiran dan komitmennya dalam membina para pengusaha muda dan memajukan perekonomian daerah Papua. Ia juga memberikan apresiasi kepada Ketua Umum BPD Papua dan jajarannya, serta panitia penyelenggara yang telah berhasil mempersiapkan ketiga agenda wajib organisasi dengan sangat baik.
"Perlu diketahui bersama bahwa Rakerda, Diklatda dan Forbisda ini adalah kegiatan wajib organisasi yang mesti diselesaikan sebelum MUNAS HIPMI yang akan datang," jelas Jay.
Ditambahkan oleh Jay yang saat ini aktif sebagai Ketua Satgas Energi BPP HIPMI, bahwa HIPMI sebagai Kawah Candradimuka, dimana para pengusaha Indonesia ditempa dan diuji agar dapat melewati naik-turun, serta pasang-surutnya dunia usaha. HIPMI diharapkan dapat mencetak pengusaha-pengusaha yang tangguh dan unggul, serta menjadi tuan rumah di negeri sendiri, dan mampu bersaing di kancah regional hingga internasional.
HIPMI didirikan pada tahun 1972 pada Konferensi KADIN ASEAN dengan semangat agar dapat memajukan pengusaha-pengusaha muda di Asia Tenggara yang dapat berjejaring dan berkolaborasi menjadi suatu kekuatan perekonomian yang mampu bersaing di dunia.
"Dan terlihat pada hari ini. Hal tersebut sudah terwujud, di mana Asia Tenggara merupakan salah satu perekonomian terbesar di dunia dan sangat diperhitungkan oleh negara-negara lain. Bahkan menjadi rebutan sebagai pasar bagi negara-negara lain," ujar Jay.
Selain itu, disampaikan juga bahwa setelah mengikuti Diklatda, tahap berikutnya adalah Diklatnas HIPMI yang diselenggarakan bekerjasama dengan Lembaga Ketahanan Nasional/LEMHANNAS RI.
Dimana HIPMI telah mengadakan MoU dengan Lemhannas terhitung sejak tahun 2011 dan sudah diperbaharui untuk lima tahun ke depan. Pada Diklatnas tersebut diharapkan akan menghadirkan kader-kader terbaik seluruh Indonesia untuk berjejaring, bertukar ide, dan berkolaborasi.
Terkait dengan kehadiran perwakilan dari Bank Mandiri di Papua, Jay menyatakan telah menyampaikan langsung pesannya dengan harapan Bank Mandiri bisa memberikan dukungannya kapada para pengusaha anggota BPD HIPMI Papua agar dapat ikut serta mewarnai perekonomian nasional, khususnya di Provinsi Papua.
"Semoga Diklatda yang diselenggarakan pada hari ini dapat membentuk para pengusaha muda yang berwawasan kebangsaan, nasionalis, dan berkarakter serta dapat ikut serta mewarnai perekonomian nasional demi kemajuan bangsa dan negara," kata Jay.
Menutup sambutannya, Jay menyampaikan bahwa sebagai mitra strategis pemerintah, pengusaha di HIPMI harus inline dan memiliki keselarasan pemahaman, serta sejalan dengan pemerintah. Arahan pemerintah harus dijalankan, sementara masukan dari dunia usaha tetap dapat disampaikan secara elegan kepada instansi dan lembaga negara terkait. Arahan pemerintah sangat dibutuhkan oleh HIPMI dalam membangun dan memajukan dunia usaha nasional.
Kegiatan dengan tema "Sinergitas Pengusaha Muda Papua untuk Indonesia Emas 2045" ini, selain diikuti oleh para peserta dari kalangan pengusaha muda se-Provinsi Papua, juga dihadiri oleh Gubernur Papua Komjen Polisi (Purn.) Mathius D. Fakhiri beserta jajarannya, OKK BPP HIPMI, Ketua Umum BPD HIPMI Papua Supriadi Laling, beserta jajaran Pengurus, Ketua Bidang Sinergitas BUMN dan DANANTARA BPP HIPMI sekaligus Calon Ketua Umum BPP HIPMI Anthony Leong, Asisten Intelijen Kejaksaan Papua Yedivia Rum, Kolonel Arh Samujiyo Asisten Logistik Kasdam XVII/Cenderawasih mewakili Pangdam, Kolonel Marinir Muhammad Isarisnawan, Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten/Kota se-Provinsi Papua dan jajarannya, serta perwakilan Bank Mandiri di Papua.
Supriadi Laling selaku Ketua umum BPD HIPMI Papua menyampaikan, bahwa HIPMI Papua mendorong pengusaha muda yang berkualitas yang berdaya saing di tengah kondisi fiskal daerah yang saat ini menghadapi tantangan. Untuk itu, ia mendorong pengusaha muda harus kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memperkuat organisasi, sekaligus memberikan solusi bagi pemerintah.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum strategis untuk menghasilkan program kerja dan gagasan yang konstruktif.
“Kami berharap melalui Rakerda ini bisa melahirkan program dan pokok-pokok pikiran yang nantinya dapat dikolaborasikan dengan Pemerintah Provinsi Papua,” ujarnya.
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri melalui sambutannya mengatakan pentingnya transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan guna mendorong kemandirian masyarakat Papua.
"Pemerintah memandang HIPMI sebagai mitra strategis yang memiliki peran vital dalam mencetak generasi wirausaha muda yang tidak hanya tangguh secara bisnis, tetapi juga memiliki integritas, nasionalisme, dan kepedulian terhadap pembangunan daerah,” kata Fakhiri.
Apalagi kondisi ekonomi Papua saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kapasitas wirausaha lokal, rendahnya daya saing UMKM, hingga ketergantungan pada sektor tertentu. Namun demikian, peluang besar tetap terbuka.
Ia juga menyatakan pentingnya peran HIPMI sebagai jembatan antara dunia usaha dan kebijakan publik dan berharap melalui forum ini dapat lahir program kerja yang selaras dengan arah pembangunan daerah.
Jay Singgih selaku Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, Lingkungan Hidup dan Kehutanan BPP HIPMI hadir memberikan Sambutan pada kegiatan ini mewakili Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal BPP HIPMI.
Melalui sambutannya, Jay memberikan apresiasi kepada Gubernur Papua, atas kehadiran dan komitmennya dalam membina para pengusaha muda dan memajukan perekonomian daerah Papua. Ia juga memberikan apresiasi kepada Ketua Umum BPD Papua dan jajarannya, serta panitia penyelenggara yang telah berhasil mempersiapkan ketiga agenda wajib organisasi dengan sangat baik.
"Perlu diketahui bersama bahwa Rakerda, Diklatda dan Forbisda ini adalah kegiatan wajib organisasi yang mesti diselesaikan sebelum MUNAS HIPMI yang akan datang," jelas Jay.
Ditambahkan oleh Jay yang saat ini aktif sebagai Ketua Satgas Energi BPP HIPMI, bahwa HIPMI sebagai Kawah Candradimuka, dimana para pengusaha Indonesia ditempa dan diuji agar dapat melewati naik-turun, serta pasang-surutnya dunia usaha. HIPMI diharapkan dapat mencetak pengusaha-pengusaha yang tangguh dan unggul, serta menjadi tuan rumah di negeri sendiri, dan mampu bersaing di kancah regional hingga internasional.
HIPMI didirikan pada tahun 1972 pada Konferensi KADIN ASEAN dengan semangat agar dapat memajukan pengusaha-pengusaha muda di Asia Tenggara yang dapat berjejaring dan berkolaborasi menjadi suatu kekuatan perekonomian yang mampu bersaing di dunia.
"Dan terlihat pada hari ini. Hal tersebut sudah terwujud, di mana Asia Tenggara merupakan salah satu perekonomian terbesar di dunia dan sangat diperhitungkan oleh negara-negara lain. Bahkan menjadi rebutan sebagai pasar bagi negara-negara lain," ujar Jay.
Selain itu, disampaikan juga bahwa setelah mengikuti Diklatda, tahap berikutnya adalah Diklatnas HIPMI yang diselenggarakan bekerjasama dengan Lembaga Ketahanan Nasional/LEMHANNAS RI.
Dimana HIPMI telah mengadakan MoU dengan Lemhannas terhitung sejak tahun 2011 dan sudah diperbaharui untuk lima tahun ke depan. Pada Diklatnas tersebut diharapkan akan menghadirkan kader-kader terbaik seluruh Indonesia untuk berjejaring, bertukar ide, dan berkolaborasi.
Terkait dengan kehadiran perwakilan dari Bank Mandiri di Papua, Jay menyatakan telah menyampaikan langsung pesannya dengan harapan Bank Mandiri bisa memberikan dukungannya kapada para pengusaha anggota BPD HIPMI Papua agar dapat ikut serta mewarnai perekonomian nasional, khususnya di Provinsi Papua.
"Semoga Diklatda yang diselenggarakan pada hari ini dapat membentuk para pengusaha muda yang berwawasan kebangsaan, nasionalis, dan berkarakter serta dapat ikut serta mewarnai perekonomian nasional demi kemajuan bangsa dan negara," kata Jay.
Menutup sambutannya, Jay menyampaikan bahwa sebagai mitra strategis pemerintah, pengusaha di HIPMI harus inline dan memiliki keselarasan pemahaman, serta sejalan dengan pemerintah. Arahan pemerintah harus dijalankan, sementara masukan dari dunia usaha tetap dapat disampaikan secara elegan kepada instansi dan lembaga negara terkait. Arahan pemerintah sangat dibutuhkan oleh HIPMI dalam membangun dan memajukan dunia usaha nasional.
(sra)