Astra Financial Talk: Bank Saqu dan Yayasan Astra Dorong Digitalisasi Keuangan UMKM dan Solopreneur
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 18:16 WIB
Advertisement
Dalam rangkaian GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, Bank Saqu bersama Yayasan Astra berkolaborasi dalam sesi Astra Financial Talk yang mengangkat tema “Pentingnya Manajemen Keuangan yang Terdigitalisasi.” Melalui sesi ini, keduanya mendorong para solopreneur dan pelaku UMKM pemula untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengelola keuangan dan mengambil keputusan finansial secara bijak.
Salah satu studi dari Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, seperti tidak adanya pemisahan antara keuangan pribadi dan usaha, ketiadaan laporan keuangan yang tertata, serta kurangnya pemahaman terhadap produk keuangan seperti pinjaman usaha, asuransi bisnis, dan investasi modal kerja. Permasalahan ini diperburuk oleh berbagai faktor, mulai dari keterbatasan pendidikan formal—terutama di kalangan usaha mikro dan kecil—minimnya pelatihan berkelanjutan, tingginya tingkat informalitas, hingga ketidakpercayaan terhadap lembaga keuangan akibat pengalaman negatif atau kurangnya informasi.
Dalam sesi Astra Financial Talk, Marcella Pravinta, Head of Go To Market Bank Saqu, menegaskan pentingnya layanan keuangan yang inklusif dan mudah diakses bagi pelaku usaha mandiri.
“Bagi banyak solopreneur dan UMKM yang baru merintis, menjaga arus kas dan mengakses pendanaan bukanlah hal mudah. Ketika situasi tak terduga terjadi—sementara dana darurat belum tersedia—sering kali rencana bisnis harus tertunda. Di sinilah Bank Saqu hadir, menghadirkan Saku Kredit sebagai ‘senjata rahasia’ yang memungkinkan mereka tetap melangkah dengan kepala tegak. Bukan dengan malu, tetapi dengan bangga karena terus bisa maju,” ujarnya.
Selain Saku Kredit, Bank Saqu juga memperkenalkan fitur Tabungmatic—layanan menabung otomatis dengan bunga hingga 10% yang ditempatkan di Saku Booster—serta kemudahan transaksi melalui QRIS. Seluruh fitur ini merupakan solusi nyata untuk mendorong pelaku usaha berkembang secara digital dan berkelanjutan.
Daniel Harbianto, Mentorship & Supporting Development Dept. Head Yayasan Astra, turut menyoroti pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan usaha kecil.
“Salah satu tantangan terbesar UMKM adalah masih dilakukannya pengelolaan keuangan secara manual. Digitalisasi kini bukan lagi opsi, tapi kebutuhan agar UMKM bisa naik kelas. Melalui pendampingan dan kolaborasi lintas sektor, kami berkomitmen membangun ekosistem pembinaan yang mendukung terciptanya usaha kecil yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sesi ini juga menghadirkan Imelda R., Co-founder Eucalie Organics dan finalis Bank Saqu Solopreneur Academy 2024, yang membagikan kisah inspiratifnya sebagai pelaku usaha.
“Dulu saya mengelola keuangan secara manual, dan itu sangat merepotkan saat bisnis mulai berkembang. Setelah mengikuti Solopreneur Academy tahun 2024 dan mulai mengadopsi sistem digital, saya jauh lebih tenang. Laporan keuangan jadi lebih jelas, dan saya bisa mengambil keputusan bisnis dengan cepat dan tepat,” tuturnya.
Acara ini merupakan bagian dari komitmen Astra Financial dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, khususnya bagi segmen UMKM dan pelaku usaha independen. Sejalan dengan misi Astra Financial sebagai mitra keuangan untuk kesejahteraan masyarakat, sesi ini diselenggarakan di VIP Lounge Main Booth Astra Financial Hall 7, dan menghadirkan pelaku usaha serta penggerak program pemberdayaan UMKM untuk berbagi wawasan dan pengalaman langsung dari lapangan.
Salah satu studi dari Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, seperti tidak adanya pemisahan antara keuangan pribadi dan usaha, ketiadaan laporan keuangan yang tertata, serta kurangnya pemahaman terhadap produk keuangan seperti pinjaman usaha, asuransi bisnis, dan investasi modal kerja. Permasalahan ini diperburuk oleh berbagai faktor, mulai dari keterbatasan pendidikan formal—terutama di kalangan usaha mikro dan kecil—minimnya pelatihan berkelanjutan, tingginya tingkat informalitas, hingga ketidakpercayaan terhadap lembaga keuangan akibat pengalaman negatif atau kurangnya informasi.
Dalam sesi Astra Financial Talk, Marcella Pravinta, Head of Go To Market Bank Saqu, menegaskan pentingnya layanan keuangan yang inklusif dan mudah diakses bagi pelaku usaha mandiri.
“Bagi banyak solopreneur dan UMKM yang baru merintis, menjaga arus kas dan mengakses pendanaan bukanlah hal mudah. Ketika situasi tak terduga terjadi—sementara dana darurat belum tersedia—sering kali rencana bisnis harus tertunda. Di sinilah Bank Saqu hadir, menghadirkan Saku Kredit sebagai ‘senjata rahasia’ yang memungkinkan mereka tetap melangkah dengan kepala tegak. Bukan dengan malu, tetapi dengan bangga karena terus bisa maju,” ujarnya.
Selain Saku Kredit, Bank Saqu juga memperkenalkan fitur Tabungmatic—layanan menabung otomatis dengan bunga hingga 10% yang ditempatkan di Saku Booster—serta kemudahan transaksi melalui QRIS. Seluruh fitur ini merupakan solusi nyata untuk mendorong pelaku usaha berkembang secara digital dan berkelanjutan.
Daniel Harbianto, Mentorship & Supporting Development Dept. Head Yayasan Astra, turut menyoroti pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan usaha kecil.
“Salah satu tantangan terbesar UMKM adalah masih dilakukannya pengelolaan keuangan secara manual. Digitalisasi kini bukan lagi opsi, tapi kebutuhan agar UMKM bisa naik kelas. Melalui pendampingan dan kolaborasi lintas sektor, kami berkomitmen membangun ekosistem pembinaan yang mendukung terciptanya usaha kecil yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sesi ini juga menghadirkan Imelda R., Co-founder Eucalie Organics dan finalis Bank Saqu Solopreneur Academy 2024, yang membagikan kisah inspiratifnya sebagai pelaku usaha.
“Dulu saya mengelola keuangan secara manual, dan itu sangat merepotkan saat bisnis mulai berkembang. Setelah mengikuti Solopreneur Academy tahun 2024 dan mulai mengadopsi sistem digital, saya jauh lebih tenang. Laporan keuangan jadi lebih jelas, dan saya bisa mengambil keputusan bisnis dengan cepat dan tepat,” tuturnya.
Acara ini merupakan bagian dari komitmen Astra Financial dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, khususnya bagi segmen UMKM dan pelaku usaha independen. Sejalan dengan misi Astra Financial sebagai mitra keuangan untuk kesejahteraan masyarakat, sesi ini diselenggarakan di VIP Lounge Main Booth Astra Financial Hall 7, dan menghadirkan pelaku usaha serta penggerak program pemberdayaan UMKM untuk berbagi wawasan dan pengalaman langsung dari lapangan.
(sra)