Bank Digital Harus Perkuat Keamanan Siber
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 11:31 WIB
Advertisement
JAKARTA - Transformasi digital perbankan makin pesat, tapi ancaman serangan siber juga ikut meningkat. Indonesia Digital Bank Summit (IDBS) 2025 di Raffles Hotel Jakarta, Selasa (19/8/2025) menyoroti pentingnya keamanan siber perbankan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Deputi Komisioner Indarto Budiwitono menegaskan digitalisasi harus diiringi perlindungan konsumen. Ia menekankan, strategi bank digital harus agile dan menjawab ekspektasi nasabah yang makin kompleks.
Tantangan utama kini adalah risiko serangan siber yang kian canggih. Karena itu, bank dituntut berinvestasi pada teknologi keamanan, analitik data, dan integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). “Ketahanan siber bukan hanya soal sistem, tapi reputasi dan bisnis bank,” kata Indarto.
Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), Pandu Sjahrir, menegaskan IDBS hadir bukan sekadar dialog. Forum ini diharapkan melahirkan solusi nyata untuk memperkuat ekosistem keuangan digital. “Kami fokus pada ketahanan siber, inklusi keuangan UMKM, dan kolaborasi berkelanjutan,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum II Aftech, Budi Gandasoebrata, menambahkan regulasi adaptif juga penting agar inovasi tak mengorbankan keamanan. Selain itu, literasi publik dan kampanye anti-scam lintas sektor perlu digencarkan. Dengan kepercayaan publik terjaga, digitalisasi keuangan bisa mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Tantangan utama kini adalah risiko serangan siber yang kian canggih. Karena itu, bank dituntut berinvestasi pada teknologi keamanan, analitik data, dan integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). “Ketahanan siber bukan hanya soal sistem, tapi reputasi dan bisnis bank,” kata Indarto.
Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), Pandu Sjahrir, menegaskan IDBS hadir bukan sekadar dialog. Forum ini diharapkan melahirkan solusi nyata untuk memperkuat ekosistem keuangan digital. “Kami fokus pada ketahanan siber, inklusi keuangan UMKM, dan kolaborasi berkelanjutan,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum II Aftech, Budi Gandasoebrata, menambahkan regulasi adaptif juga penting agar inovasi tak mengorbankan keamanan. Selain itu, literasi publik dan kampanye anti-scam lintas sektor perlu digencarkan. Dengan kepercayaan publik terjaga, digitalisasi keuangan bisa mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
(sra)