Perkuat Keamanan Digital...
1/3
Perkembangan pesat teknologi cloud computing dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membawa peluang besar sekaligus risiko siber yang masif bagi dunia bisnis.
Perkuat Keamanan Digital...
2/3
Associate Director IT & Digital BDO Indonesia Reza Aminy
Perkuat Keamanan Digital...
3/3
BDO di Indonesia merupakan bagian dari jaringan global BDO International Limited, salah satu organisasi jasa profesional terbesar di dunia yang beroperasi di lebih dari 160 negara. Dengan lebih dari 100.000 profesional di seluruh dunia, BDO menyediakan layanan audit & assurance, pajak, legal, konsultasi bisnis, dan advisory dengan mengutamakan kualitas, integritas, serta pemahaman mendalam terhadap kebutuhan klien di pasar lokal.
Perkuat Keamanan Digital...
Perkuat Keamanan Digital...
Perkuat Keamanan Digital...

Perkuat Keamanan Digital di Era Cloud dan AI, BDO di Indonesia Tekankan Pentingnya Ketahanan Siber

Jum'at, 26 Juni 2026 - 21:41 WIB
A A A
Jakarta, 26 Juni 2026 – Perkembangan pesat teknologi cloud computing dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membawa peluang besar sekaligus risiko siber yang masif bagi dunia bisnis. Kasus serangan siber yang merugikan sektor finansial di awal tahun ini menjadi alarm keras bagi jajaran eksekutif perusahaan untuk menjaga nilai merek dan stabilitas operasional.

Pada Februari 2026, salah satu bank daerah di Indonesia mengalami kerugian besar akibat serangan auto-debit massal oleh peretas (hacker) yang menguras Rp143 miliar dari lebih dari 6.000 rekening nasabah. Untuk memitigasi dampak kerusakan tersebut, bank terpaksa membekukan akses mobile banking dan ATM para nasabahnya selama berbulan-bulan.

Menanggapi fenomena ancaman siber yang semakin mengkhawatirkan ini, Reza Aminy selaku Associate Director IT & Digital BDO di Indonesia menyampaikan pandangannya. “Investigasi menunjukkan bahwa insiden tersebut bisa datang dari beberapa faktor, dari kegagalan keamanan kritis, termasuk sistem IT yang belum diperbarui sejak 2012, tata kelola yang lemah tanpa Security Operation Centre (SOC) 24 jam, serta risiko vendor yang tidak dikelola dengan baik. Pada akhirnya, kerugian Rp143 miliar harus ditutup menggunakan laba tahun lalu perusahaan, yang menegaskan realitas pahit bahwa biaya pemulihan jauh lebih besar daripada biaya pencegahan,” ujarnya.

Ekosistem Ancaman yang Berevolusi dan Tantangan AI

Lanskap ancaman siber saat ini bergeser sangat cepat, di mana celah antara pengungkapan kerentanan (vulnerability) dan eksploitasi massal yang aktif telah menyusut dari hitungan minggu menjadi beberapa hari saja. Di lingkungan cloud, kompromi identitas kini menjadi landasan dari 83% intrusi utama. Para penyerang memanfaatkan rekayasa sosial berbasis suara (vishing), mencuri token otentikasi (Auth tokens), dan menyalahgunakan pipeline CI/CD untuk mendapatkan akses administratif penuh hanya dalam hitungan jam. Target utamanya tetaplah pencurian data bervolume tinggi, baik yang dilakukan oleh aktor ancaman eksternal maupun orang dalam yang jahat menggunakan platform penyimpanan cloud pribadi untuk mengeksfiltrasi data.

"Di sisi lain, meskipun AI meningkatkan produktivitas, teknologi ini bertindak bagai pisau bermata dua dengan memperkenalkan risiko privasi yang kompleks dan memfasilitasi pelaku kejahatan siber," tambah Reza.

Threat actors kini mempersenjatai AI untuk mengotomatisasi produksi malware, meluncurkan serangan phishing yang sangat realistis, dan menghasilkan deepfake. Kerugian finansial dari serangan tingkat lanjut ini bisa sangat besar, seperti kasus penipuan yang menggunakan audio dan video buatan AI untuk meniru Chief Financial Officer (CFO) sebuah firma dan berhasil mencuri 25 juta dollar.

Membangun Ketahanan Siber: Empat Pilar Jalan Menuju Masa Depan

Untuk menghindari kerugian besar dan mengadopsi teknologi baru dengan percaya diri, organisasi harus bertransisi dari pertahanan manual ke postur keamanan yang otomatis dan tangguh. Reza Aminy memaparkan empat pilar utama yang wajib diterapkan perusahaan:

Terapkan kontrol yang sadar akan identitas dan konteks: Organisasi wajib menggunakan autentikasi multifaktor (MFA) berbasis perangkat keras yang tahan terhadap phishing, serta akses yang sadar konteks demi memastikan hanya pengguna terverifikasi pada perangkat aman yang dapat mengakses data sensitif.

Otomatisasikan pertahanan dan penegakan postur keamanan: Tim keamanan harus beralih dari penambalan (patching) manual ke pertahanan otomatis, seperti menggunakan Web Application Firewall (WAF) untuk memblokir ancaman di tepi (edge) sebelum pembaruan perangkat lunak diterapkan.

Modernisasikan respons insiden: Karena aktor ancaman modern secara aktif menghancurkan log dan cadangan data (backup), organisasi harus menerapkan pipeline respons insiden cloud yang otomatis. Integrasi analisis yang diperkuat AI serta pengumpulan bukti otomatis dapat memangkas waktu penahanan ancaman dari hitungan hari menjadi hanya beberapa menit.

Tanamkan budaya keamanan mendalam: Manajemen risiko siber harus dijalin erat ke dalam budaya perusahaan, memastikan karyawan tetap menjadi lini pertahanan pertama melawan rekayasa sosial dan ancaman berbasis AI.

Melihat kompleksitas tersebut, BDO di Indonesia berkomitmen hadir mendampingi organisasi dalam membangun ketahanan siber esensial ini melalui penerapan kerangka kerja manajemen risiko siber yang terformalisasi. Dengan membantu mengidentifikasi aset kritis serta kerentanan yang ada, BDO Indonesia memandu perusahaan dalam menerapkan kontrol keamanan yang kuat guna melindungi seluruh infrastruktur digital.

Lebih lanjut, pendekatan terintegrasi dari BDO Indonesia tidak hanya berfokus pada teknologi, melainkan juga membantu menanamkan budaya keamanan yang kuat melalui pelatihan karyawan, serta mendukung pemantauan berkelanjutan, pengujian berkala, dan evolusi pertahanan agar perusahaan siap menghadapi segala bentuk ancaman siber masa depan.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Inovasi Artificial Intelligence...
Inovasi Artificial Intelligence untuk Perkuat Keamanan Siber di Era Digital
Bank Digital Harus Perkuat...
Bank Digital Harus Perkuat Keamanan Siber
Grant Thornton Indonesia...
Grant Thornton Indonesia Jabarkan Pentingnya Ketahanan Siber Bagi Organisasi
Google Kenalkan Keamanan...
Google Kenalkan Keamanan Siber Berteknologi AI
Ancaman Siber di Era...
Ancaman Siber di Era AI Meningkat, BDO Indonesia Dorong Integrasi AI Governance dan Perlindungan Data
Kolaborasi Perkuat Keamanan...
Kolaborasi Perkuat Keamanan Siber di Lingkungan Pelayanan Kesehatan
Foto Terkini
Jelang Perayaan Malam...
Jelang Perayaan Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta
4 jam yang lalu
Longsor di Bendungan...
Longsor di Bendungan Hilir Rusak Rumah Warga
4 jam yang lalu
Perkuat Keamanan Digital...
Perkuat Keamanan Digital di Era Cloud dan AI, BDO di Indonesia Tekankan Pentingnya Ketahanan Siber
13 jam yang lalu
Wakil Presiden RI Tinjau...
Wakil Presiden RI Tinjau Fasilitas Produksi dan Proses Konversi Motor Listrik United E-Motor Plant 3
13 jam yang lalu
Menjelajah Batavia Lama,...
Menjelajah Batavia Lama, Jejak Bung Karno hingga Charlie Chaplin di Jantung Kota Tua Jakarta
15 jam yang lalu
Natasya Sabella Buka...
Natasya Sabella Buka Musiczone di Anjungan Sarinah
15 jam yang lalu
Foto Terpopuler
KPK Pajang Ducati Noel...
KPK Pajang Ducati Noel dan Aset Mewah Lain dari Kasus K3
Barang-Barang Eks Hotel...
Barang-Barang Eks Hotel Sultan Mulai Direlokasi
Bea Cukai Sita Ribuan...
Bea Cukai Sita Ribuan Bal Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp53 Miliar
Kickoff IID 2026, BSKDN...
Kickoff IID 2026, BSKDN Kemendagri Ajak Daerah Perkuat Inovasi di Tengah Tantangan Fiskal
Mengintip De Tiger,...
Mengintip De Tiger, Bar Speakeasy Poolside di Kota Tua yang Akan Dibuka Pekan Ini
AHM Luncurkan New Honda...
AHM Luncurkan New Honda Vario Evo 160 dengan Desain dan Fitur Baru