Mukernas 2025 Majelis Buddhayana Indonesia: Satukan Komitmen Program Umat
Jakarta – Majelis Buddhayana Indonesia menyelenggarakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) 2025 di Nusa Dua, Bali, dengan mengusung tema "Peduli Melayani: Satukan Komitmen, Kuatkan Sinergi Program Umat Buddha."
Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI, Drs. Supriyadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen, dedikasi, dan kepatuhan luar biasa yang telah ditunjukkan oleh seluruh elemen dalam Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI).
“Ini adalah fondasi yang kokoh bagi kemajuan kita bersama,” katanya.
Supriyadi mengajak seluruh stakeholder Keluarga Buddhayana Indonesia untuk menyatukan pemikiran, mensinergikan program kerja, dan memperkuat komitmen demi mewujudkan tujuan luhur organisasi.
Sebanyak 30 pengurus daerah dan 81 pengurus cabang, dengan total 170 orang, hadir dalam pelaksanaan Mukernas 2025 Majelis Buddhayana Indonesia dengan semangat Buddhayana dan Bodhicitta.
Mukernas ini menjadi momentum strategis sekaligus penting bagi seluruh pengurus Majelis Buddhayana Indonesia—baik pusat, daerah, maupun cabang—untuk berkumpul, berdiskusi, serta meninjau kembali program yang telah disusun dalam upaya mengamalkan dan membagikan esensi ajaran Buddha secara kontekstual kepada umat.
Sementara itu, Ketua Umum Majelis Buddhayana Indonesia, Amin Untario, didampingi Sekjen MBI, Marga Canto Santosa, menyampaikan bahwa tujuan Mukernas adalah menyinkronkan kembali program-program yang telah disusun pada Munas 2023, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“MBI tetap dapat melakukan pembenahan internal organisasi sekaligus berkontribusi sesuai dengan slogan kita: Peduli Melayani,” harap Amin.
Selain Mukernas 2025 Majelis Buddhayana Indonesia, terdapat tiga agenda penting lain yang digelar secara simultan, yaitu: Mukernas 2025 Wanita Buddhis Indonesia, Mukernas III Sekretariat Bersama Yabuddhi (Yayasan-Yayasan Buddhayana Indonesia), serta Musyawarah Nasional IV Wulan Bahagia. Total peserta dari keseluruhan agenda mencapai 408 orang.
Wakil Ketua Umum I Sangha Agung Indonesia, Y.M. Thanavaro Mahathera, menyampaikan bahwa Keluarga Buddhayana Indonesia patut bangga karena berkesempatan langsung mengembangkan Buddhadharma.
“Seseorang menjadi luhur atau hina bukan karena kedudukan, tetapi karena perbuatan. Dengan menjadi pengurus, artinya punya kesempatan lebih luas untuk melayani dan peduli,” ucap Bhante Thanavaro.
“Terima kasih atas dukungan dari seluruh pihak yang telah memungkinkan kegiatan ini berjalan dengan lancar. Mohon maaf jika terdapat kekurangan,” tutur Ketua Panitia, Budianto.