RSCM Luncurkan Rezum Water Vapor Therapy Training Center Pertama di Indonesia
Rabu, 01 Oktober 2025 - 18:51 WIB
Advertisement
Jakarta – Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mencatat sejarah baru dengan meluncurkan Rezum Water Vapor Therapy Training Center pertama di Indonesia. Pusat pelatihan ini bertujuan untuk memperluas akses terhadap terapi Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) berbasis teknologi minimal invasif, sekaligus menjadi fasilitas pelatihan terstandarisasi bagi dokter urologi dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. dr. Irfan Wahyudi, Sp.U(K), selaku Ketua KSM Urologi RSCM, menegaskan bahwa peluncuran pusat pelatihan ini merupakan langkah strategis.
“Peluncuran Rezum Training Center ini merupakan langkah penting bagi RSCM dalam menghadirkan inovasi layanan urologi modern. Fasilitas ini tidak hanya ditujukan bagi pasien, tetapi juga sebagai pusat pelatihan bagi dokter urologi dari seluruh Indonesia. Kami ingin memastikan teknologi ini diterapkan secara tepat, terstandarisasi, dan memberi manfaat besar bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), Ph.D menjelaskan bahwa BPH atau pembesaran prostat jinak merupakan salah satu masalah urologi paling umum yang dialami pria lanjut usia. Berdasarkan studi global, lebih dari 50% pria di atas usia 60 tahun mengalami gejala BPH, dan angkanya bisa mencapai 80% pada usia di atas 80 tahun. Di Indonesia, dengan jumlah penduduk pria lansia yang terus meningkat, beban BPH terhadap kualitas hidup dan layanan kesehatan juga semakin besar.
Gejala umum BPH meliputi sering buang air kecil, aliran urine yang lemah, serta rasa tidak tuntas setelah berkemih—yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Selama ini, penanganan BPH umumnya bergantung pada terapi obat-obatan jangka panjang atau operasi besar seperti TURP (Transurethral Resection of the Prostate). Meski efektif, kedua metode ini memiliki keterbatasan dan risiko efek samping, termasuk gangguan fungsi seksual serta komplikasi pascaoperasi.
“Dengan hadirnya inovasi seperti Rezum, kita memiliki alternatif terapi yang lebih aman, efektif, dan minim invasif bagi pasien BPH,” jelas Prof. Chaidir.
Prof. dr. Agus Rizal A.H. Hamid, Sp.U(K), FICRS, Ph.D turut menekankan pentingnya kehadiran Rezum Training Center di RSCM. Menurutnya, Rezum merupakan teknologi berbasis uap air dengan prosedur singkat dan pemulihan yang relatif cepat. Terapi ini menjadi inovasi penting dalam penatalaksanaan BPH modern.
Sebelumnya, Departemen Urologi FKUI–RSCM telah memiliki pengalaman dalam pelaksanaan Workshop Rezum pada ajang JUMP 2023, yang mencatat demo Rezum pertama di Indonesia oleh Prof. Chaidir dan dr. Widi Atmoko. Pelatihan juga dilakukan dalam SPARK Summit JUMP 2025 bersama Boston Scientific, di mana para dokter urologi memperoleh sertifikasi melalui pelatihan teori, simulasi, dan praktik kasus nyata.
“Dengan adanya Training Center ini, lebih banyak dokter urologi bisa dijangkau, dan pelatihan dapat dilakukan secara rutin. Dengan demikian, manfaat Rezum dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat,” ujar Prof. Rizal.
Sebagai teknologi, Rezum Water Vapor Therapy memiliki berbagai keunggulan dibandingkan terapi BPH konvensional. Metode ini menggunakan uap air bersuhu tinggi untuk mengecilkan kelenjar prostat, dilakukan secara minimal invasif melalui sistoskopi tanpa pembedahan (insisi). Prosedur ini telah disetujui oleh US FDA untuk volume prostat hingga 150 mL. Gejala pasien mulai membaik dalam waktu tiga minggu, dengan hasil optimal dalam tiga bulan. Rezum juga memiliki efek samping minimal terhadap fungsi seksual, termasuk ejakulasi, sehingga kualitas hidup pasien tetap terjaga.
Peluncuran ini dihadiri oleh pimpinan RSCM dan RSCM Kencana, tenaga medis, mitra akademik, serta perwakilan media, menandai langkah besar RSCM dalam menghadirkan inovasi urologi modern dan memperkuat peran Indonesia sebagai pusat layanan kesehatan berstandar global.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. dr. Irfan Wahyudi, Sp.U(K), selaku Ketua KSM Urologi RSCM, menegaskan bahwa peluncuran pusat pelatihan ini merupakan langkah strategis.
“Peluncuran Rezum Training Center ini merupakan langkah penting bagi RSCM dalam menghadirkan inovasi layanan urologi modern. Fasilitas ini tidak hanya ditujukan bagi pasien, tetapi juga sebagai pusat pelatihan bagi dokter urologi dari seluruh Indonesia. Kami ingin memastikan teknologi ini diterapkan secara tepat, terstandarisasi, dan memberi manfaat besar bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), Ph.D menjelaskan bahwa BPH atau pembesaran prostat jinak merupakan salah satu masalah urologi paling umum yang dialami pria lanjut usia. Berdasarkan studi global, lebih dari 50% pria di atas usia 60 tahun mengalami gejala BPH, dan angkanya bisa mencapai 80% pada usia di atas 80 tahun. Di Indonesia, dengan jumlah penduduk pria lansia yang terus meningkat, beban BPH terhadap kualitas hidup dan layanan kesehatan juga semakin besar.
Gejala umum BPH meliputi sering buang air kecil, aliran urine yang lemah, serta rasa tidak tuntas setelah berkemih—yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Selama ini, penanganan BPH umumnya bergantung pada terapi obat-obatan jangka panjang atau operasi besar seperti TURP (Transurethral Resection of the Prostate). Meski efektif, kedua metode ini memiliki keterbatasan dan risiko efek samping, termasuk gangguan fungsi seksual serta komplikasi pascaoperasi.
“Dengan hadirnya inovasi seperti Rezum, kita memiliki alternatif terapi yang lebih aman, efektif, dan minim invasif bagi pasien BPH,” jelas Prof. Chaidir.
Prof. dr. Agus Rizal A.H. Hamid, Sp.U(K), FICRS, Ph.D turut menekankan pentingnya kehadiran Rezum Training Center di RSCM. Menurutnya, Rezum merupakan teknologi berbasis uap air dengan prosedur singkat dan pemulihan yang relatif cepat. Terapi ini menjadi inovasi penting dalam penatalaksanaan BPH modern.
Sebelumnya, Departemen Urologi FKUI–RSCM telah memiliki pengalaman dalam pelaksanaan Workshop Rezum pada ajang JUMP 2023, yang mencatat demo Rezum pertama di Indonesia oleh Prof. Chaidir dan dr. Widi Atmoko. Pelatihan juga dilakukan dalam SPARK Summit JUMP 2025 bersama Boston Scientific, di mana para dokter urologi memperoleh sertifikasi melalui pelatihan teori, simulasi, dan praktik kasus nyata.
“Dengan adanya Training Center ini, lebih banyak dokter urologi bisa dijangkau, dan pelatihan dapat dilakukan secara rutin. Dengan demikian, manfaat Rezum dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat,” ujar Prof. Rizal.
Sebagai teknologi, Rezum Water Vapor Therapy memiliki berbagai keunggulan dibandingkan terapi BPH konvensional. Metode ini menggunakan uap air bersuhu tinggi untuk mengecilkan kelenjar prostat, dilakukan secara minimal invasif melalui sistoskopi tanpa pembedahan (insisi). Prosedur ini telah disetujui oleh US FDA untuk volume prostat hingga 150 mL. Gejala pasien mulai membaik dalam waktu tiga minggu, dengan hasil optimal dalam tiga bulan. Rezum juga memiliki efek samping minimal terhadap fungsi seksual, termasuk ejakulasi, sehingga kualitas hidup pasien tetap terjaga.
Peluncuran ini dihadiri oleh pimpinan RSCM dan RSCM Kencana, tenaga medis, mitra akademik, serta perwakilan media, menandai langkah besar RSCM dalam menghadirkan inovasi urologi modern dan memperkuat peran Indonesia sebagai pusat layanan kesehatan berstandar global.
(sra)