Terapi HbA1c Jadi Andalan Baru Kendalikan Diabetes, Hadir di Bintaro
Selasa, 14 Oktober 2025 - 19:18 WIB
Advertisement
TANGERANG SELATAN - Jumlah penyandang diabetes di Indonesia kini melampaui 19 juta jiwa. Data International Diabetes Federation (IDF) 2021 menempatkan Indonesia di posisi kelima dunia. Kondisi ini menegaskan pentingnya solusi kesehatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Menjawab tantangan itu, cabang terbaru klinik diabetes terpadu mGanik Care di Bintaro, Tangerang Selatan, menghadirkan Terapi HbA1c sebagai salah satu program unggulan.
Terapi ini dirancang untuk menurunkan kadar gula darah hingga di bawah 6,5 persen. Pendekatan medis tersebut membantu pasien mencapai kondisi remisi diabetes, yakni kadar gula stabil minimal tiga bulan. Dengan metode ini, pasien dapat mengelola penyakit secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Business Unit Director sekaligus diabetologis, dr. Kelvin Candiago, menegaskan pentingnya terapi ini dalam mencegah komplikasi berat. “Kami tak hanya rawat gejala, tapi kendalikan HbA1c sejak awal,” ujarnya. Menurutnya, pengendalian kadar gula darah yang konsisten merupakan fondasi utama penyembuhan. Dengan kadar HbA1c normal, risiko luka dan amputasi dapat ditekan secara signifikan.
Associate VP Operations, Karina Marcia, menjelaskan, hasil HbA1c bisa diketahui hanya dalam satu menit.” Pasien kemudian langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk menentukan terapi lanjutan,” jelasnya. Dengan fasilitas lengkap dan layanan satu pintu yang melibatkan dokter diabetologis, spesialis gizi klinik, endokrin, dan penyakit dalam, klinik ini menawarkan pendekatan baru dalam pengelolaan diabetes.
Selain Terapi HbA1c, mGanik Care juga menghadirkan layanan skrining cepat risiko diabetes menggunakan alat D-Scan. Pemeriksaan dilakukan dalam waktu singkat untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini. Sistem ini memungkinkan intervensi dini sebelum muncul komplikasi yang lebih serius.
Terapi ini dirancang untuk menurunkan kadar gula darah hingga di bawah 6,5 persen. Pendekatan medis tersebut membantu pasien mencapai kondisi remisi diabetes, yakni kadar gula stabil minimal tiga bulan. Dengan metode ini, pasien dapat mengelola penyakit secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Business Unit Director sekaligus diabetologis, dr. Kelvin Candiago, menegaskan pentingnya terapi ini dalam mencegah komplikasi berat. “Kami tak hanya rawat gejala, tapi kendalikan HbA1c sejak awal,” ujarnya. Menurutnya, pengendalian kadar gula darah yang konsisten merupakan fondasi utama penyembuhan. Dengan kadar HbA1c normal, risiko luka dan amputasi dapat ditekan secara signifikan.
Associate VP Operations, Karina Marcia, menjelaskan, hasil HbA1c bisa diketahui hanya dalam satu menit.” Pasien kemudian langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk menentukan terapi lanjutan,” jelasnya. Dengan fasilitas lengkap dan layanan satu pintu yang melibatkan dokter diabetologis, spesialis gizi klinik, endokrin, dan penyakit dalam, klinik ini menawarkan pendekatan baru dalam pengelolaan diabetes.
Selain Terapi HbA1c, mGanik Care juga menghadirkan layanan skrining cepat risiko diabetes menggunakan alat D-Scan. Pemeriksaan dilakukan dalam waktu singkat untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini. Sistem ini memungkinkan intervensi dini sebelum muncul komplikasi yang lebih serius.
(sra)