Hari Santri 2025, SIDAQ Luncurkan RELASI dan Ekspedisi 10.000 Quran untuk Pelosok Negeri
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 15:33 WIB
Advertisement
Jakarta - Dalam momentum Hari Santri Nasional 2025, gerakan Surgakan Indonesia dengan Al-Qur’an (SIDAQ) meluncurkan jejaring relawan muda bernama RELASI (Relawan SIDAQ). Peluncuran ini menjadi simbol kolaborasi antara semangat santri dan gerakan relawan Qur’ani yang siap turun langsung menebar cahaya Al-Qur’an.
Gerakan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam dakwah sosial, pendidikan dan kemanusiaan dengan semangat "Heroisme di Jalan Benar.”
Peluncuran RELASI dikemas dalam rangkaian kegiatan “Nongkrong Bareng Santri” dan Ekspedisi Qur’an Pedalaman yang digelar serentak di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Cianjur, Bogor, Malang, Yogyakarta, Sambas, Mempawah hingga Lombok.
“Gerakan RELASI adalah bentuk nyata semangat Qur’ani lintas batas. Menjadi santri, guru ngaji atau relawan, semuanya adalah wajah perjuangan di jalan kebaikan,” ujar Ustadz Adi Pratama Larisindo yang kerap disapa Abi Een, Pengasuh Masjid Ismuhu Yahya sekaligus inisiator SIDAQ pada Jumat (24/10).
Hingga Oktober 2025, SIDAQ telah menyalurkan lebih dari 4.188 mushaf Al-Qur’an ke berbagai pelosok negeri dengan target mencapai 10.000 mushaf diakhir bulan. Distribusi dilakukan melalui jaringan pondok pesantren, TPQ dan rumah Qur’an di berbagai daerah seperti :
* Kalimantan Barat (Mempawah, Sambas, Kubu Raya, Sintang) : ±2.058 mushaf.
* NTB (Lombok Tengah, Timur, Utara) : ±510 mushaf.
* Jawa Timur (Malang, Banyuwangi, Madiun, Mojokerto, Bondowoso) : ±500 mushaf.
* Yogyakarta (Gunung Kidul, Bantul, Jogja) : ±700 mushaf
* Jawa Tengah (Sukoharjo dan sekitarnya) : ±120 mushaf.
* Jawa Barat (Cianjur & Bogor) : ±300 mushaf, plus 25 paket sembako dan 50 alat tulis untuk santri yatim.
*
Selain distribusi mushaf, para relawan juga melakukan kegiatan belajar bersama, diskusi inspiratif hingga berbagi motivasi dengan santri di daerah pedalaman.
“Guru ngaji di pelosok adalah garda terdepan dakwah Al-Qur’an. Lewat ekspedisi ini, SIDAQ berupaya memperkuat peran mereka dan menumbuhkan semangat generasi Qur’ani muda untuk menjadi penerus cahaya yang mensurgakan Indonesia,” jelas Abi Een.
Peluncuran RELASI menjadi langkah awal menuju gerakan besar bertajuk “SIDAQ Solidarity for Humanity”, sebuah program kolaboratif lintas daerah dan lintas isu yang akan membuka jalan bagi aksi kemanusiaan nasional dan global.
Dalam waktu dekat, SIDAQ akan menginisiasi kampanye “Call for Volunteer : Go to Palestine”, mengajak relawan muda Indonesia bergabung dalam misi solidaritas kemanusiaan internasional.
“Semangat RELASI berakar pada nilai-nilai Al-Qur’an : berdaya, berkolaborasi dan memberi manfaat. Dari desa Qur’an di pelosok negeri, SIDAQ ingin menyiapkan generasi Qur’ani yang membawa nilai kemanusiaan dan perdamaian dari Indonesia hingga Palestina,” tandas Abi Een.
*Data tambahan jika dibutuhkan*
SIDAQ (Surgakan Indonesia dengan Al-Qur’an) adalah gerakan sosial Qur’ani yang berkomitmen memberantas buta huruf Al-Qur’an, mencetak 23 juta penghafal quran serta membangun 114 kawasan dan 6.236 Rumah Qur’an di seluruh Indonesia. Melalui program sosial berbasis masjid dan Al-Qur’an, SIDAQ memusatkan perhatiannya pada pemberdayaan guru ngaji, santri dan masyarakat pedalaman lewat dakwah, pendidikan dan aksi sosial yang berlandaskan nilai-nilai Qur’ani.
Sementara RELASI (Relawan SIDAQ) hadir sebagai wadah kolaborasi generasi muda Qur’ani, membuka peluang keterlibatan dalam misi sosial dan kemanusiaan SIDAQ, baik di tingkat lokal maupun global.
Dengan semangat “Heroisme di Jalan Benar”, SIDAQ dan RELASI ingin menghadirkan Gerakan Solidaritas Qur’ani Lintas Batas dari Cianjur hingga Palestina, dari pesantren hingga dunia, dari Quran untuk peradaban.
Gerakan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam dakwah sosial, pendidikan dan kemanusiaan dengan semangat "Heroisme di Jalan Benar.”
Peluncuran RELASI dikemas dalam rangkaian kegiatan “Nongkrong Bareng Santri” dan Ekspedisi Qur’an Pedalaman yang digelar serentak di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Cianjur, Bogor, Malang, Yogyakarta, Sambas, Mempawah hingga Lombok.
“Gerakan RELASI adalah bentuk nyata semangat Qur’ani lintas batas. Menjadi santri, guru ngaji atau relawan, semuanya adalah wajah perjuangan di jalan kebaikan,” ujar Ustadz Adi Pratama Larisindo yang kerap disapa Abi Een, Pengasuh Masjid Ismuhu Yahya sekaligus inisiator SIDAQ pada Jumat (24/10).
Hingga Oktober 2025, SIDAQ telah menyalurkan lebih dari 4.188 mushaf Al-Qur’an ke berbagai pelosok negeri dengan target mencapai 10.000 mushaf diakhir bulan. Distribusi dilakukan melalui jaringan pondok pesantren, TPQ dan rumah Qur’an di berbagai daerah seperti :
* Kalimantan Barat (Mempawah, Sambas, Kubu Raya, Sintang) : ±2.058 mushaf.
* NTB (Lombok Tengah, Timur, Utara) : ±510 mushaf.
* Jawa Timur (Malang, Banyuwangi, Madiun, Mojokerto, Bondowoso) : ±500 mushaf.
* Yogyakarta (Gunung Kidul, Bantul, Jogja) : ±700 mushaf
* Jawa Tengah (Sukoharjo dan sekitarnya) : ±120 mushaf.
* Jawa Barat (Cianjur & Bogor) : ±300 mushaf, plus 25 paket sembako dan 50 alat tulis untuk santri yatim.
*
Selain distribusi mushaf, para relawan juga melakukan kegiatan belajar bersama, diskusi inspiratif hingga berbagi motivasi dengan santri di daerah pedalaman.
“Guru ngaji di pelosok adalah garda terdepan dakwah Al-Qur’an. Lewat ekspedisi ini, SIDAQ berupaya memperkuat peran mereka dan menumbuhkan semangat generasi Qur’ani muda untuk menjadi penerus cahaya yang mensurgakan Indonesia,” jelas Abi Een.
Peluncuran RELASI menjadi langkah awal menuju gerakan besar bertajuk “SIDAQ Solidarity for Humanity”, sebuah program kolaboratif lintas daerah dan lintas isu yang akan membuka jalan bagi aksi kemanusiaan nasional dan global.
Dalam waktu dekat, SIDAQ akan menginisiasi kampanye “Call for Volunteer : Go to Palestine”, mengajak relawan muda Indonesia bergabung dalam misi solidaritas kemanusiaan internasional.
“Semangat RELASI berakar pada nilai-nilai Al-Qur’an : berdaya, berkolaborasi dan memberi manfaat. Dari desa Qur’an di pelosok negeri, SIDAQ ingin menyiapkan generasi Qur’ani yang membawa nilai kemanusiaan dan perdamaian dari Indonesia hingga Palestina,” tandas Abi Een.
*Data tambahan jika dibutuhkan*
SIDAQ (Surgakan Indonesia dengan Al-Qur’an) adalah gerakan sosial Qur’ani yang berkomitmen memberantas buta huruf Al-Qur’an, mencetak 23 juta penghafal quran serta membangun 114 kawasan dan 6.236 Rumah Qur’an di seluruh Indonesia. Melalui program sosial berbasis masjid dan Al-Qur’an, SIDAQ memusatkan perhatiannya pada pemberdayaan guru ngaji, santri dan masyarakat pedalaman lewat dakwah, pendidikan dan aksi sosial yang berlandaskan nilai-nilai Qur’ani.
Sementara RELASI (Relawan SIDAQ) hadir sebagai wadah kolaborasi generasi muda Qur’ani, membuka peluang keterlibatan dalam misi sosial dan kemanusiaan SIDAQ, baik di tingkat lokal maupun global.
Dengan semangat “Heroisme di Jalan Benar”, SIDAQ dan RELASI ingin menghadirkan Gerakan Solidaritas Qur’ani Lintas Batas dari Cianjur hingga Palestina, dari pesantren hingga dunia, dari Quran untuk peradaban.
(sra)