Advertisement

Sriwijaya Capital Dukung Transisi Energi Indonesia melalui Investasi Perdana Hingga USD 20 Juta di SESNA

Senin, 26 Januari 2026 - 21:39 WIB
Advertisement

Jakarta – Perusahaan private equity Sriwijaya Capital mengumumkan investasi hingga USD 20 juta di PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA), pengembang energi surya yang menggarap proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di berbagai wilayah Indonesia. Investasi ini menandai langkah awal Sriwijaya Capital masuk ke sektor energi terbarukan, seiring upaya pemerintah mendorong transisi energi dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

“Kami melihat peluang yang sangat besar untuk mendukung platform energi terbarukan yang berada di garis depan transisi energi Indonesia,” ujar Arsjad Rasjid, Founder dan Chairman Sriwijaya Capital. Menurutnya, SESNA merupakan salah satu pemain utama energi terbarukan di Indonesia dengan kemampuan eksekusi yang telah terbukti, sejalan dengan keyakinan Sriwijaya Capital terhadap peluang dekarbonisasi di Asia Tenggara. “Investasi ini tidak hanya mendukung pertumbuhan SESNA, tetapi juga target jangka panjang Indonesia dalam membangun industri yang kompetitif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Chief Executive Officer Sriwijaya Capital, Hartanto Tjitra, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen bermitra dengan perusahaan yang berpotensi menjadi pemimpin di industrinya. “Kemampuan teknis serta disiplin komersial yang dimiliki SESNA dalam mengeksekusi proyek-proyek energi terbarukan merupakan potensi besar. Kami berkomitmen bekerja sama dengan Rico dan tim untuk meningkatkan nilai, memperluas skala operasional, serta memperkuat jangkauan SESNA,” ujarnya.

Sementara itu, Chief Executive Officer SESNA, Rico Syah Alam, menyampaikan bahwa kemitraan dengan Sriwijaya Capital menjadi tonggak penting bagi perusahaan. “Kolaborasi ini memvalidasi strategi kami dalam memperluas solusi energi terbarukan di Indonesia dan Asia Tenggara. Dukungan strategis dari Sriwijaya Capital akan mengakselerasi kemampuan kami dalam mengeksekusi proyek-proyek energi terbarukan berskala besar,” jelasnya.

SESNA berkomitmen untuk terus mengedepankan eksekusi yang terukur dan fundamental yang kuat sebagai bentuk dukungan terhadap transisi Indonesia menuju energi hijau. Dalam kemitraan ini, Sriwijaya Capital akan menerapkan pendekatan 3C—Capital, Collaboration, dan Capability—sebagai mitra aktif untuk mendorong pertumbuhan SESNA.

Kemitraan ini hadir di tengah momentum transisi energi nasional, seiring target Net Zero Emissions (NZE) 2060 yang ditetapkan pemerintah. Target tersebut membuka peluang pertumbuhan signifikan bagi pengembang energi terbarukan di Indonesia.

Dengan dukungan Sriwijaya Capital dan potensi energi terbarukan nasional, SESNA memiliki fondasi kuat untuk memperluas bisnisnya. Saat ini, SESNA telah mengembangkan lebih dari 30 megawatt-peak (MWp) proyek surya yang telah beroperasi dan memiliki pipeline pengembangan lebih dari 450 MWp, mencakup PLTS ground-mounted, rooftop, serta Battery Energy Storage Solutions (BESS).

Investasi ini akan mendukung pengembangan proyek PLTS berkapasitas 262 MWp yang terintegrasi dengan BESS sebesar 80 megawatt-hour (MWh) di Sulawesi Tengah.

(sra)
Advertisement
Tim Editor :
Isra Triansyah
Isra Triansyah
Editor
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Advertisement