Jalan-Jalan Naik Bajaj Menikmati Destinasi Semarang
Kamis, 11 Juni 2026 - 21:26 WIB
Advertisement
Sejumlah awak media naik Bajaj Maxride berkeliling menikmati sejumlah destinasi wisata di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026) sore. City tour ini merupakan langkah Bajaj Indonesia dalam mengenalkan layanan transportasi roda tiga modern berbasis aplikasi yang kini mulai dilirik masyarakat di Ibu Kota Jawa Tengah.
Bajaj Indonesia saat ini memperluas jangkauan operasionalnya ke enam wilayah baru di Kota Semarang, yakni Ngaliyan, Manyaran, Sekaran, Semarang Barat, Tembalang dan Banyumanik. Langkah ekspansi guna merespons meningkatnya permintaan layanan transportasi jarak dekat di berbagai kawasan Kota Semarang. Pasalnya, jumlah armada yang tersedia saat ini dinilai masih belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan perjalanan yang terus bertumbuh.
Regional Manager Jawa Tengah dan DIY Bajaj Indonesia, Muhammad Rio mengatakan, Semarang memiliki potensi pasar yang besar. Terutama di kawasan permukiman, pusat pendidikan, pusat bisnis dan destinasi wisata. “Kami melihat Semarang memiliki potensi yang sangat besar. Permintaan perjalanan terus bertumbuh, terutama di kawasan permukiman, pusat pendidikan, pusat bisnis, dan destinasi wisata. Saat ini masih banyak area yang belum terlayani secara maksimal karena keterbatasan armada,” jelasnya. Menurutnya, perluasan layanan dilakukan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus meningkatkan akses transportasi yang ekonomis dan mudah dijangkau.
City Manager Bajaj Semarang, Adam Mahendra, menambahkan, tren penggunaan Bajaj di Kota Semarang terus menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa bulan terakhir. “Karena permintaan terus bertambah hampir setiap minggu, terutama dari kawasan permukiman baru, area kampus, pusat kuliner, dan pusat aktivitas masyarakat. Saat ini tantangan terbesar kami justru bukan mencari penumpang, melainkan memastikan ketersediaan armada agar seluruh permintaan dapat terlayani dengan baik,” ujarnya.
Tingginya mobilitas masyarakat di sejumlah titik aktivitas seperti Kota Lama, Simpang Lima, Tugu Muda, hingga kawasan kampus menjadi indikator meningkatnya kebutuhan transportasi jarak dekat yang cepat dan mudah diakses. Melalui ekspansi ke enam wilayah baru tersebut, Bajaj Indonesia menargetkan waktu penjemputan yang lebih cepat sekaligus memperluas cakupan layanan bagi masyarakat yang selama ini belum terjangkau secara optimal.
FOTO: Ahmad Antoni
Bajaj Indonesia saat ini memperluas jangkauan operasionalnya ke enam wilayah baru di Kota Semarang, yakni Ngaliyan, Manyaran, Sekaran, Semarang Barat, Tembalang dan Banyumanik. Langkah ekspansi guna merespons meningkatnya permintaan layanan transportasi jarak dekat di berbagai kawasan Kota Semarang. Pasalnya, jumlah armada yang tersedia saat ini dinilai masih belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan perjalanan yang terus bertumbuh.
Regional Manager Jawa Tengah dan DIY Bajaj Indonesia, Muhammad Rio mengatakan, Semarang memiliki potensi pasar yang besar. Terutama di kawasan permukiman, pusat pendidikan, pusat bisnis dan destinasi wisata. “Kami melihat Semarang memiliki potensi yang sangat besar. Permintaan perjalanan terus bertumbuh, terutama di kawasan permukiman, pusat pendidikan, pusat bisnis, dan destinasi wisata. Saat ini masih banyak area yang belum terlayani secara maksimal karena keterbatasan armada,” jelasnya. Menurutnya, perluasan layanan dilakukan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus meningkatkan akses transportasi yang ekonomis dan mudah dijangkau.
City Manager Bajaj Semarang, Adam Mahendra, menambahkan, tren penggunaan Bajaj di Kota Semarang terus menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa bulan terakhir. “Karena permintaan terus bertambah hampir setiap minggu, terutama dari kawasan permukiman baru, area kampus, pusat kuliner, dan pusat aktivitas masyarakat. Saat ini tantangan terbesar kami justru bukan mencari penumpang, melainkan memastikan ketersediaan armada agar seluruh permintaan dapat terlayani dengan baik,” ujarnya.
Tingginya mobilitas masyarakat di sejumlah titik aktivitas seperti Kota Lama, Simpang Lima, Tugu Muda, hingga kawasan kampus menjadi indikator meningkatnya kebutuhan transportasi jarak dekat yang cepat dan mudah diakses. Melalui ekspansi ke enam wilayah baru tersebut, Bajaj Indonesia menargetkan waktu penjemputan yang lebih cepat sekaligus memperluas cakupan layanan bagi masyarakat yang selama ini belum terjangkau secara optimal.
FOTO: Ahmad Antoni
(sra)