Peringatan Hari Menstruasi Sedunia 2026 di Jakarta Utara: Kolaborasi Lintas Sektor Serukan Dunia yang Ramah Menstruasi
Selasa, 23 Juni 2026 - 11:20 WIB
Advertisement
Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Menstruasi Sedunia (Menstrual Hygiene Day) 2026, UNICEF Indonesia, Kimberly-Clark Softex, dan SPEAK Indonesia berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Utara, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Forum CSR Jakarta Utara, PKBI, Wahana Visi Indonesia, RS Satya Negara, serta sejumlah kementerian menyelenggarakan talkshow bertema “Bersama untuk Dunia Ramah Menstruasi” (Together for #PeriodFriendlyWorld) di Learning Farm, Ecopark, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan dan kebersihan menstruasi bagi perempuan dan remaja putri. Melalui kolaborasi lintas sektor, para pihak mendorong terwujudnya akses yang lebih baik terhadap informasi, fasilitas sanitasi yang layak, serta lingkungan yang bebas stigma dan diskriminasi.
Acara dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Utara, Fida Hendra, yang menegaskan bahwa menstruasi merupakan bagian alami dari kehidupan perempuan yang masih sering dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari kurangnya informasi yang benar hingga keterbatasan fasilitas yang mendukung kesehatan dan kebersihan menstruasi. Menurutnya, setiap anak perempuan berhak menjalani masa menstruasi dengan sehat, aman, nyaman, dan bermartabat serta tetap dapat belajar, beraktivitas, dan meraih cita-citanya tanpa hambatan.
Dalam sesi diskusi, para narasumber dari Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, UNICEF Indonesia, Kimberly-Clark Softex, PKBI, RS Satya Negara, Wahana Visi Indonesia, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, dan Forum CSR Jakarta Utara membahas berbagai upaya untuk memperkuat edukasi kesehatan reproduksi, meningkatkan kualitas fasilitas WASH (air, sanitasi, dan kebersihan), serta memperluas kolaborasi guna menciptakan lingkungan yang lebih ramah menstruasi di sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Muhammad Zainal, WASH Specialist UNICEF Indonesia, menegaskan bahwa Hari Menstruasi Sedunia merupakan bagian dari gerakan global yang mendorong kesetaraan akses terhadap informasi dan fasilitas kesehatan menstruasi. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai mitra merupakan langkah penting dalam memperkuat layanan WASH yang inklusif bagi perempuan dan penyandang disabilitas.
Sementara itu, Febrina Herlambang, Head of Communications & Corporate Affairs Kimberly-Clark Softex Indonesia, menyampaikan bahwa kesehatan menstruasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan produk, tetapi juga menyangkut kesehatan, pendidikan, kepercayaan diri, dan masa depan perempuan Indonesia.
Karena itu, edukasi yang berkelanjutan dan dukungan lingkungan yang positif menjadi kebutuhan yang sangat penting.
Suara remaja turut menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini. Perwakilan GenRe, Forum Anak, PIK-R, dan Duta Remaja Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) menyampaikan harapan agar sekolah dan lingkungan sekitar dapat menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung bagi remaja perempuan saat menstruasi.
Mereka juga menyoroti pentingnya sanitasi sekolah yang ramah menstruasi, keterbukaan orang tua dalam memberikan edukasi, serta upaya menghentikan perundungan yang masih dialami sebagian remaja perempuan.
Pada kesempatan yang sama, PKBI memperkenalkan pembaruan aplikasi Oky sebagai platform edukasi kesehatan reproduksi yang ramah remaja. Peserta diajak untuk mengenal dan memanfaatkan aplikasi tersebut sebagai sumber informasi yang mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda.
Sebagai penyelenggara kegiatan, Wiwit W. Heris Mandari, Direktur SPEAK Indonesia, menegaskan bahwa menciptakan dunia yang ramah menstruasi membutuhkan keterlibatan semua pihak. Menurutnya, pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas, sektor swasta, media, dan remaja memiliki peran yang sama penting dalam menghapus stigma serta memastikan setiap perempuan dapat menjalani menstruasi dengan sehat, aman, dan bermartabat.
“Ketika menstruasi tidak lagi menjadi hambatan, perempuan akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk belajar, berkembang, dan mencapai potensi terbaiknya. Karena itu, kolaborasi dan komitmen bersama harus terus diperkuat agar tidak ada satu pun perempuan yang tertinggal hanya karena menstruasi,” ujar Wiwit.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026 ini dihadiri sekitar 300 peserta dari unsur pemerintah, sekolah, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, tenaga kesehatan, serta kelompok remaja. Peringatan Hari Menstruasi Sedunia 2026 di Jakarta Utara menjadi simbol komitmen bersama untuk terus bergerak mewujudkan Together for #PeriodFriendlyWorld, yaitu dunia yang lebih inklusif, sehat, dan ramah bagi setiap perempuan dan anak perempuan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan dan kebersihan menstruasi bagi perempuan dan remaja putri. Melalui kolaborasi lintas sektor, para pihak mendorong terwujudnya akses yang lebih baik terhadap informasi, fasilitas sanitasi yang layak, serta lingkungan yang bebas stigma dan diskriminasi.
Acara dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Utara, Fida Hendra, yang menegaskan bahwa menstruasi merupakan bagian alami dari kehidupan perempuan yang masih sering dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari kurangnya informasi yang benar hingga keterbatasan fasilitas yang mendukung kesehatan dan kebersihan menstruasi. Menurutnya, setiap anak perempuan berhak menjalani masa menstruasi dengan sehat, aman, nyaman, dan bermartabat serta tetap dapat belajar, beraktivitas, dan meraih cita-citanya tanpa hambatan.
Dalam sesi diskusi, para narasumber dari Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, UNICEF Indonesia, Kimberly-Clark Softex, PKBI, RS Satya Negara, Wahana Visi Indonesia, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, dan Forum CSR Jakarta Utara membahas berbagai upaya untuk memperkuat edukasi kesehatan reproduksi, meningkatkan kualitas fasilitas WASH (air, sanitasi, dan kebersihan), serta memperluas kolaborasi guna menciptakan lingkungan yang lebih ramah menstruasi di sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Muhammad Zainal, WASH Specialist UNICEF Indonesia, menegaskan bahwa Hari Menstruasi Sedunia merupakan bagian dari gerakan global yang mendorong kesetaraan akses terhadap informasi dan fasilitas kesehatan menstruasi. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai mitra merupakan langkah penting dalam memperkuat layanan WASH yang inklusif bagi perempuan dan penyandang disabilitas.
Sementara itu, Febrina Herlambang, Head of Communications & Corporate Affairs Kimberly-Clark Softex Indonesia, menyampaikan bahwa kesehatan menstruasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan produk, tetapi juga menyangkut kesehatan, pendidikan, kepercayaan diri, dan masa depan perempuan Indonesia.
Karena itu, edukasi yang berkelanjutan dan dukungan lingkungan yang positif menjadi kebutuhan yang sangat penting.
Suara remaja turut menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini. Perwakilan GenRe, Forum Anak, PIK-R, dan Duta Remaja Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) menyampaikan harapan agar sekolah dan lingkungan sekitar dapat menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung bagi remaja perempuan saat menstruasi.
Mereka juga menyoroti pentingnya sanitasi sekolah yang ramah menstruasi, keterbukaan orang tua dalam memberikan edukasi, serta upaya menghentikan perundungan yang masih dialami sebagian remaja perempuan.
Pada kesempatan yang sama, PKBI memperkenalkan pembaruan aplikasi Oky sebagai platform edukasi kesehatan reproduksi yang ramah remaja. Peserta diajak untuk mengenal dan memanfaatkan aplikasi tersebut sebagai sumber informasi yang mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda.
Sebagai penyelenggara kegiatan, Wiwit W. Heris Mandari, Direktur SPEAK Indonesia, menegaskan bahwa menciptakan dunia yang ramah menstruasi membutuhkan keterlibatan semua pihak. Menurutnya, pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas, sektor swasta, media, dan remaja memiliki peran yang sama penting dalam menghapus stigma serta memastikan setiap perempuan dapat menjalani menstruasi dengan sehat, aman, dan bermartabat.
“Ketika menstruasi tidak lagi menjadi hambatan, perempuan akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk belajar, berkembang, dan mencapai potensi terbaiknya. Karena itu, kolaborasi dan komitmen bersama harus terus diperkuat agar tidak ada satu pun perempuan yang tertinggal hanya karena menstruasi,” ujar Wiwit.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026 ini dihadiri sekitar 300 peserta dari unsur pemerintah, sekolah, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, tenaga kesehatan, serta kelompok remaja. Peringatan Hari Menstruasi Sedunia 2026 di Jakarta Utara menjadi simbol komitmen bersama untuk terus bergerak mewujudkan Together for #PeriodFriendlyWorld, yaitu dunia yang lebih inklusif, sehat, dan ramah bagi setiap perempuan dan anak perempuan.
(sra)