Advertisement

mGanik Nutrition Hadirkan Camilan Rendah Glikemik untuk Diabetes Tipe 2

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:16 WIB
Advertisement
Jakarta - Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) kerap menghadapi tantangan yang sering terabaikan seperti sinyal lapar palsu atau fake hunger yang muncul diantara jam makan utama. Berangkat dari keresahan inilah, mGanik Nutrition menghadirkan produk-produk dengan pendekatan food as medicine yang tepat secara fungsional untuk penderita DMT2.

Kini, komitmen tersebut semakin diperkuat dengan mGanik Superfood secara resmi menjadi satu-satunya camilan multigrain di Indonesia yang telah teruji klinis dengan beban Glikemik terendah, yaitu sebesar 4,89. Tidak banyak yang menyadari bahwa penderita DMT2 memiliki kecenderungan mengalami fake hunger atau sinyal lapar palsu.

Pada tubuh penderita DMT2 yang mengalami resistensi insulin, glukosa mengalir ke aliran darah namun tidak dapat diserap secara optimal oleh sel-sel tubuh. Akibatnya, otot dan jaringan tubuh lainnya kekurangan energi yang kemudian memicu sinyal lapar

pada otak meskipun kadar gula darah mereka sebenarnya semakin tinggi tanpa disadari.

Kondisi ini umumnya memicu dua respons pada penderita DMT2. Mereka memilih untuk makan camilan sebelum waktu makan utama yang tanpa disadari membuat kadar gula darah perlahan melonjak.

Sebagian lainnya justru menahan diri untuk tidak ngemil sama sekali yang akhirnya mendorong mereka untuk makan dengan porsi lebih banyak atau berlebih saat jam makan utama. Jika siklus ini terus berulang tanpa penanganan yang tepat, pada akhirnya akan memperparah kondisi resistensi insulin dan berisiko pada komplikasi serius.

Untuk memastikan setiap formulasi memiliki dasar ilmiah yang kuat, tim research and development mGanik Nutrition mengembangkan mGanik Superfood melalui konsultasi bersama dr. Kelvin Candiago, M.M., MARS., DABRM, sehingga produk yang dihasilkan selaras dengan kebutuhan nutrisi sekaligus pertimbangan klinis bagi penyandang diabetes. "Saya melihat formulasi yang dikembangkan tim R&D mGanik Nutrition memiliki rasional ilmiah yang kuat untuk membantu mengatasi fake hunger pada penyandang diabetes. Karena itu, pendekatan ini menarik untuk divalidasi lebih lanjut melalui uji klinis," ujar dr. Kelvin Candiago pada Selasa (23/6).

Oleh karena itu, mGanik Nutrition melakukan uji klinis melalui laboratorium terakreditasi untuk menguji formula mGanik Superfood yang memiliki komposisi 22 jenis multigrain, tinggi serat, 10g protein nabati serta Vitamin B6 & B12. Pengujian ini secara spesifik ditujukan untuk mengukur beban glikemik dengan memvalidasi respons gula darah setelah produk dikonsumsi.

Hasil pengujian membuktikan bahwa produk ini berhasil mencetak angka beban glikemik yang sangat rendah, yaitu 4,89. Pencapaian ini bukanlah sekadar kebetulan, melainkan hasil langsung dari kerja sinergis komposisi nutrisi di dalam mGanik Superfood melalui tiga tahapan mekanisme yang saling berkesinambungan :

1. Karbohidrat kompleks dari 22 jenis biji-bijian akan dilepaskan secara perlahan untuk memberikan rasa kenyang yang pas sekaligus menyediakan sumber energi bagi tubuh. Bersamaan dengan itu, formula tinggi seratnya bekerja membentuk lapisan gel kental pada dinding usus halus. Lapisan inilah yang meyulitkan enzim pencernaan (α-amilase dan α-glukosidase) dalam memproses pelepasan glukosa secara cepat sehingga laju glukosa ke aliran darah lebih lambat dan tidak menimbulkan lonjakan gula darah di antara jam makan.

2. Kandungan proteinnya yang tinggi memicu pelepasan hormon GLP-1 yang bekerja memperlambat pengosongan lambung sekaligus mengirim sinyal kenyang langsung ke otak.

3. Vitamin B6 dan B12 membantu tubuh mengubah nutrisi yang sudah diserap menjadi energi yang siap digunakan. Maka, dapat disimpulkan bahwa mGanik Superfood mampu meredam sinyal lapar palsu atau fake hunger serta memastikan tubuh tidak lagi lemas akibat kekurangan energi di antara waktu jam makan. "Bagi penyandang diabetes, tantangannya bukan hanya mengelola gula darah saat makan utama, tetapi juga saat muncul rasa lapar di antara waktu makan. Hasil uji klinis ini menunjukkan bahwa camilan dengan beban glikemik rendah memiliki respon glukosa yang lebih baik sehingga dapat membantu pasien diabetes mengelola kondisi tersebut," tutup dr. Kelvin Candiago.
(sra)
Advertisement
Tim Editor :
Isra Triansyah
Isra Triansyah
Editor
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Advertisement