Panen Hidroponik dan Bioflok di Karawang, Warga Didorong Perkuat Ketahanan Pangan
Senin, 13 Juli 2026 - 12:45 WIB
Advertisement
KARAWANG — Upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat terus dikembangkan di Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Melalui program budidaya hidroponik dan bioflok yang telah berjalan beberapa tahun terakhir, warga setempat tidak hanya mampu menghasilkan pangan sehat, tetapi juga mulai mengembangkan berbagai kegiatan produktif yang memberikan nilai tambah ekonomi.
Hal tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Panen Kolektif Hidroponik dan Bioflok serta Festival Kuliner Hidroponik yang digelar Yayasan Senyum Untuk Negeri (SUN) bersama Pemerintah Kabupaten Karawang, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program C-LIVE (Community-Led Initiative for Versatile and Empowerment) yang berada di bawah Program Keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia.
Panen kolektif melibatkan kelompok masyarakat penerima manfaat, pemerintah desa dan kecamatan, unsur TNI, perwakilan Sampoerna untuk Indonesia, serta pemangku kepentingan lainnya. Hasil yang dipanen meliputi sayuran hidroponik seperti pakcoy dan selada, serta ikan lele yang dibudidayakan melalui sistem bioflok.
Hasil panen tersebut kemudian diolah dalam Festival Kuliner Hidroponik yang diikuti 22 kelompok perwakilan dari 22 RW di Desa Sukaluyu. Berbagai menu berbahan dasar hasil budidaya hidroponik ditampilkan dan dinilai berdasarkan kreativitas, kandungan gizi, cita rasa, serta penyajiannya.
Ketua DPRD Kabupaten Karawang Endang Sodikin menilai program tersebut sejalan dengan agenda penguatan ketahanan pangan yang menjadi prioritas pembangunan nasional.
"Program ini sangat sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya semakin luas dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karawang."
Menurut Endang, kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperluas dampak program pemberdayaan masyarakat di daerah.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karawang Muhammad Nur menilai pengembangan budidaya hidroponik dan bioflok dapat menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal.
"Program seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat mampu memanfaatkan lahan dan sumber daya lokal untuk menghasilkan pangan yang sehat, bergizi, dan bernilai ekonomi.
Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan masyarakat Kabupaten Karawang sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal."
Sementara itu, Camat Telukjambe Timur Ade Setiawan mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.
"Melalui program ini, masyarakat didorong untuk semakin berdaya, mampu mengoptimalkan hasil budidaya lokal, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi melalui berbagai inovasi yang dikembangkan secara berkelanjutan. Keterlibatan aktif kelompok masyarakat, khususnya perempuan, menjadi modal penting dalam membangun ketahanan pangan yang kuat di tingkat desa."
Selain menjadi sarana apresiasi atas hasil budidaya masyarakat, festival kuliner tersebut juga dimanfaatkan sebagai media edukasi mengenai pentingnya konsumsi pangan sehat, pemanfaatan hasil pertanian lokal, serta pengembangan pola hidup yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Karawang Oma Miharja Rizki, unsur pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta berbagai pihak yang mendukung pengembangan ketahanan pangan berbasis masyarakat di Kabupaten Karawang.
Hal tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Panen Kolektif Hidroponik dan Bioflok serta Festival Kuliner Hidroponik yang digelar Yayasan Senyum Untuk Negeri (SUN) bersama Pemerintah Kabupaten Karawang, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program C-LIVE (Community-Led Initiative for Versatile and Empowerment) yang berada di bawah Program Keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia.
Panen kolektif melibatkan kelompok masyarakat penerima manfaat, pemerintah desa dan kecamatan, unsur TNI, perwakilan Sampoerna untuk Indonesia, serta pemangku kepentingan lainnya. Hasil yang dipanen meliputi sayuran hidroponik seperti pakcoy dan selada, serta ikan lele yang dibudidayakan melalui sistem bioflok.
Hasil panen tersebut kemudian diolah dalam Festival Kuliner Hidroponik yang diikuti 22 kelompok perwakilan dari 22 RW di Desa Sukaluyu. Berbagai menu berbahan dasar hasil budidaya hidroponik ditampilkan dan dinilai berdasarkan kreativitas, kandungan gizi, cita rasa, serta penyajiannya.
Ketua DPRD Kabupaten Karawang Endang Sodikin menilai program tersebut sejalan dengan agenda penguatan ketahanan pangan yang menjadi prioritas pembangunan nasional.
"Program ini sangat sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya semakin luas dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karawang."
Menurut Endang, kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperluas dampak program pemberdayaan masyarakat di daerah.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karawang Muhammad Nur menilai pengembangan budidaya hidroponik dan bioflok dapat menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal.
"Program seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat mampu memanfaatkan lahan dan sumber daya lokal untuk menghasilkan pangan yang sehat, bergizi, dan bernilai ekonomi.
Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan masyarakat Kabupaten Karawang sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal."
Sementara itu, Camat Telukjambe Timur Ade Setiawan mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.
"Melalui program ini, masyarakat didorong untuk semakin berdaya, mampu mengoptimalkan hasil budidaya lokal, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi melalui berbagai inovasi yang dikembangkan secara berkelanjutan. Keterlibatan aktif kelompok masyarakat, khususnya perempuan, menjadi modal penting dalam membangun ketahanan pangan yang kuat di tingkat desa."
Selain menjadi sarana apresiasi atas hasil budidaya masyarakat, festival kuliner tersebut juga dimanfaatkan sebagai media edukasi mengenai pentingnya konsumsi pangan sehat, pemanfaatan hasil pertanian lokal, serta pengembangan pola hidup yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Karawang Oma Miharja Rizki, unsur pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta berbagai pihak yang mendukung pengembangan ketahanan pangan berbasis masyarakat di Kabupaten Karawang.
(sra)