Advertisement

MSIG Life Perkuat Komitmen Pendidikan Lewat PELITA

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:20 WIB
Advertisement
Sepanjang tahun pertama, tidak ada satu pun dari 60 anak dampingan program PELITA MSIG Life bersama ISCO Foundation (Indonesia Street Children Organization) yang putus sekolah. Dalam tiga tahun terakhir sebelum berkolaborasi dengan MSIG Life, angka putus sekolah di sanggar Kebon Melati, Tanah Abang, mencapai 5,9%.

Di Kebon Melati, alasan terbesar seorang anak berhenti sekolah bukanlah biaya semata, melainkan tekanan lingkungan agar anak dan remaja segera bekerja. Karena itu, menjaga anak tetap bersekolah menuntut lebih dari bantuan biaya, sementara yang paling dibutuhkan adalah alasan yang cukup kuat bagi anak untuk bertahan.

Angka itu, nol, menjadi bukti bahwa dengan pendampingan yang tepat, anak dari keluarga prasejahtera bisa terus bersekolah.Melanjutkan hasil itu, MSIG Life mengundang 36 siswa SMP dampingan ISCO Foundation (Indonesia Street Children Organization) mengunjungi kantor pusatnya melalui kegiatan "Berani Punya Cita-Cita". Anak-anak mengenal beragam profesi di dunia kerja, lalu menetapkan satu cita-cita dan satu langkah kecil untuk meraihnya.

Karena cita-cita lebih dari sekadar impian, tujuan tersebut menjadi alasan seorang anak untuk terus bersekolah, belajar, dan berkembang.

Dalam kegiatan ini, anak-anak mengikuti tur kantor, sesi inspirasi bersama manajemen dan psikolog perkembangan anak, serta permainan reflektif tentang tujuan, usaha, strategi, dan ketangguhan. Di akhir acara, setiap anak menuliskan cita-citanya dan satu kebiasaan baik yang akan ia mulai dan jalankan secara konsisten.

PELITA adalah program tanggung jawab sosial MSIG Life yang dijalankan bersama ISCO Foundation, kini memasuki tahun kedua untuk mendukung pendidikan 60 anak prasejahtera di Kebon Melati, Jakarta Pusat.

Program ini terdiri dari beragam kegiatan sepanjang tahun. Tahun ini MSIG Life kembali mengalokasikan lebih dari Rp120 juta untuk pembiayaan pendidikan, makanan bergizi, perbaikan fasilitas sanggar, dan pendampingan bagi anak & orang tua, serta rangkaian program tahun ini yang akan dilaksanakan: sesi literasi keuangan tentang cerdas membelanjakan uang bagi anak, dan pendampingan lanjutan bagi orang tua dalam mengelola keuangan keluarga.

Pada semester pertama 2026, PELITA telah menghadirkan workshop "Pintar Atur Uang" yang membantu para orang tua mengelola anggaran keluarga secara lebih bijak.

"Kami ingin anak-anak melihat sendiri bahwa dunia kerja sangat luas dan setiap keterampilan ada manfaatnya," ujar Ken Terada, Director & Chief Transformation Officer MSIG Life.

"Ketika seorang anak memiliki cita-cita, ia punya alasan untuk lebih semangat belajar dan menyelesaikan sekolahnya, yang akan membuka lebih banyak kesempatan bagi masa depannya.

Kegiatan ini adalah bagian dari PELITA, program CSR kami yang berfokus pada pemberdayaan keluarga melalui pendidikan dan peningkatan kesejahteraan, sekaligus wujud komitmen kami sebagai mitra tepercaya yang mendampingi masyarakat Indonesia melangkah lebih percaya diri ke masa depan.”

Julinda Dewi Simbolon, Direktur Eksekutif ISCO Foundation, menilai hasil itu lahir dari perubahan cara pandang, bukan sekadar bantuan.

"Di tengah keterbatasan hidup, yang paling dibutuhkan anak-anak kami adalah daya juang untuk tidak menyerah dan kesempatan melihat lebih jauh dari keseharian mereka," ujarnya.

"Sejak 2024, kerja sama kami dengan MSIG Life melalui PELITA bukan hanya menjaga anak tetap di sekolah, tetapi juga mengubah cara orang tua memandang masa depan anak dan menguatkan pola asuh yang mendukung tumbuh kembang mereka."
(sra)
Advertisement
Tim Editor :
Isra Triansyah
Isra Triansyah
Editor
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Advertisement