Ulos Tradisional di...
1/9
Kayu Jabi-jabi menjadi salah satu bahan pewarna alami benang ulos
Ulos Tradisional di...
2/9
Warga menunjukkan buah itom yang digunakan sebagai bahan baku pewarna hitam bagi benang ulos.
Ulos Tradisional di...
3/9
Proses pewarnaan benang ulos tradisional
Ulos Tradisional di...
4/9
Kendaraan melintas di kawasan Kabupaten Muara, Danau . Bahan baku pewarna kain ulos alami yang dulu banyak tumbuh di pinggiran danau ini kini makin sulit ditemui.
Ulos Tradisional di...
5/9
Perajin berusia lanjut tengah menenun ulos menggunakan mesin pintal tradisional.
Ulos Tradisional di...
6/9
Warga menunjukkan kain ulos tradisional
Ulos Tradisional di...
7/9
Potret perajin ulos tradisional
Ulos Tradisional di...
8/9
Warga mengenakan kain ulos saat menghadiri satu kegiatan adat di Tapanuli Utara. Kain ulos tradisional memiliki nilai jual jauh lebih tinggi daripada kain ulos yang dibuat dengan mesin.
Ulos Tradisional di...
9/9
Perajin tengah menenun ulos berbahan benang dengan pewarna alami menggunakan mesin pintal tradisional di Desa Huta Nagodang, Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Makin sedikitnya bahan untuk pewarna benang membuat banyak perajin mulai beralih ke bahan pewarna kimia.
Ulos Tradisional di...
Ulos Tradisional di...
Ulos Tradisional di...
Ulos Tradisional di...
Ulos Tradisional di...
Ulos Tradisional di...
Ulos Tradisional di...
Ulos Tradisional di...
Ulos Tradisional di...

Ulos Tradisional di Ujung Tanduk

Sabtu, 13 Januari 2018 - 22:44 WIB
A A A
Sejumlah petenun kain tradisional ulos di kawasan Danau Toba, persisnya di Desa Huta Nagodang, Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, Sumatera Utara masih mempertahankan pewarna alami ramah lingkungan untuk benang kain. Hal tersebut dilakukan karena pewarna kimia dapat mengakibatkan air danau tercemar karena sisa pewarnaan biasanya langsung dibuang perajin ke danau tanpa pengolahan.

Perubahan zaman yang sangat cepat menyebabkan jarang sekali perajin ulos menggunakan pewarna alami. Selain alasan kepraktisan, saat ini juga jarang ditemui benang dengan pewarna alami akibat makin sulitnya bahan baku pewarna. Sejumlah bahan baku tersebut antara lain, untuk bahan pewarna hitam dan merah, berasal dari tanaman itom dan salaon (indigo) yang menghasilkan warna-warna dominan dari kain tenun ikat Batak, yakni merah, hitam, dan putih. Tumbuhan tersebut dulu banyak ditemukan di sepanjang pinggiran Danau Toba. Namun, sekarang sangat sulit untuk didapatkan lagi sehingga perajin beralih menggunakan benang dengan bahan pewarna kimia.

Akibatnya banyak perajin mulai beralih ke pewarna kimia sejak sepuluh tahun lalu. Bahkan, ada sejumlah kain ulos dengan corak hasil sablon. Selain itu, mereka juga tidak lagi menggunakan alat pintal manual seperti pembuatan ulos asli sebelumnya. Alasannya karena harga ulos yang menggunakan bahan alami relatif mahal dan kurang laku di pasaran serta kalah bersaing dengan kain ulos hasil tenunan mesin. Padahal potensi pembuatan tenun ulos dengan pewarna alami bisa jadi salah satu daya tarik wisata.

Pembuatan satu lembar kain ulos dengan cara tradisional biasanya memakan waktu sebulan. Adapun jika dengan mesin, ulos bisa selesai dalam hitungan jam. Namun, harga kain ulos dengan pewarna alami bisa mencapai Rp5 juta per lembar. Kain ulos dengan pewarna kimia hanya dihargai antara Rp50 ribu-Rp300 ribu setiap lembar. Diperlukan perhatian berbagai pihak seperti pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat untuk menyelamatkan aset budaya Indonesia yang tengah berada di ujung kepunahan dan dikhawatirkan hanya menjadi cerita saja di masa depan.
(ary)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Santunan Zakat di Ujung...
Santunan Zakat di Ujung Kalimantan
Menikmati Deburan Ombak...
Menikmati Deburan Ombak Pantai Parangtritis di Ujung Senja
Semangat Eksplorasi...
Semangat Eksplorasi Migas Berkelanjutan di Ujung Timur Indonesia
Tumpul di Ujung, Chelsea...
Tumpul di Ujung, Chelsea Ditahan Imbang Bournemouth 0-0
Pacuan Kuda Tradisional...
Pacuan Kuda Tradisional di Jeneponto
Pembangunan Fly Over...
Pembangunan Fly Over Sekip Ujung Palembang Dimulai
Foto Terkini
Potret Kebersamaan Satgas...
Potret Kebersamaan Satgas TMMD Bersama Warga Desa Watuduwur
9 jam yang lalu
Safrizal ZA: Gerakan...
Safrizal ZA: Gerakan Indonesia ASRI Harus Menjadi Budaya, Dimulai dari Aksi Nyata Menjaga Lingkungan
10 jam yang lalu
KPK Tahan Bupati Lombok...
KPK Tahan Bupati Lombok Barat Terkait Dugaan Suap dan Gratifikasi
13 jam yang lalu
Evaluasi Program MBG,...
Evaluasi Program MBG, BGN Ganti Lima Pejabat
13 jam yang lalu
Hari Anak Nasional 2026,...
Hari Anak Nasional 2026, Menteri PPPA Ajak Perkuat Perlindungan Anak
13 jam yang lalu
Paripurna DPR Bahas...
Paripurna DPR Bahas dan Setujui RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia
13 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Mengunjungi Pameran...
Mengunjungi Pameran Jakarta Provoke 2026 di Taman Menteng
Potret Aksi Dukung Pemkot...
Potret Aksi Dukung Pemkot Palembang Tolak LGBT
Parade Kebaya Pecahkan...
Parade Kebaya Pecahkan Rekor MURI
Perusahaan Tiongkok...
Perusahaan Tiongkok Perkuat SDM Jaga Investasi di Indonesia
Rapat Pleno KPU Tetapkan...
Rapat Pleno KPU Tetapkan 214,35 Juta Pemilih pada PDPB Semester I 2026
Komisi XI DPR dan Pemerintah...
Komisi XI DPR dan Pemerintah Sepakati RUU PFII Dibawa ke Paripurna