Legenda Kecap Jeruk Pecel Tulen
Sabtu, 27 Januari 2018 - 22:21 WIB
A
A
A
Aroma rempah-rempah bercampur dengan olahan kedelai hitam sudah mulai tercium sejak memasuki gang menuju industri rumahan diperkampungan kota lama tepatnya di Jalan Sidonipah, Surabaya, Jawa Timur. Kawasan pemukiman tersebut tidak memperlihatkan tanda-tanda adanya aktivitas pekerja layaknya sebuah pabrik, namum saat memasuki salah satu bangunan tempat produksi kecap manis Cap Jeruk Pecel Tulen barulah terlihat kesibukan para pekerja yang mayoritas perempuan itu bekerja sesuai bidang-masing.
Industri rumahan tiga generasi yang didirikan oleh Hwan Kieng Hien dan istrinya pada tahun 1937 ini, masih berjalan dan tetap mempertahankan proses produksi tradisional dengan mengunakan bahan-bahan alami. Pembuatan kecap manis dengan bahan dasar Kedelai Hitam yang didatangkan dari Jember dan Pati. Sedangkan untuk rasa merupakan campuran dari gula merah, garam, sereh, bawang putih, lengkuas, pekak, qincam, dan rempah-rempah lainnya.
Kemajuan teknologi dan semakin banyaknya merek kecap buatan pabrik yang di olah dengan standar dan mutu terjamin, tidak membuat kecap manis Cap Jeruk Pecel Tulen dengan tampilan sederhana ini kehilangan peminat para pencinta kecap terutama para pedagang di pasar-pasar tradisional. Kecap ini juga masih menjadi andala para penjual sate dan soto sehingga orang lebih mengenalnya dengan sebutan kecap sate.
Dalam sehari, industri rumahan ini mampu memproduksi 2.400 botol dengan harga pasaran Rp18.000 per botol ukuran 600 ml. Kecap yang dikemas dengan botol kaca dan botol plastik buatan industri rumahan ini dipasarkan di Surabaya dan daerah penyangga seperti Gresik, Sidoarjo dan Mojokerto.
Foto & Naskah Koran Sindo/Ali Masduki
Industri rumahan tiga generasi yang didirikan oleh Hwan Kieng Hien dan istrinya pada tahun 1937 ini, masih berjalan dan tetap mempertahankan proses produksi tradisional dengan mengunakan bahan-bahan alami. Pembuatan kecap manis dengan bahan dasar Kedelai Hitam yang didatangkan dari Jember dan Pati. Sedangkan untuk rasa merupakan campuran dari gula merah, garam, sereh, bawang putih, lengkuas, pekak, qincam, dan rempah-rempah lainnya.
Kemajuan teknologi dan semakin banyaknya merek kecap buatan pabrik yang di olah dengan standar dan mutu terjamin, tidak membuat kecap manis Cap Jeruk Pecel Tulen dengan tampilan sederhana ini kehilangan peminat para pencinta kecap terutama para pedagang di pasar-pasar tradisional. Kecap ini juga masih menjadi andala para penjual sate dan soto sehingga orang lebih mengenalnya dengan sebutan kecap sate.
Dalam sehari, industri rumahan ini mampu memproduksi 2.400 botol dengan harga pasaran Rp18.000 per botol ukuran 600 ml. Kecap yang dikemas dengan botol kaca dan botol plastik buatan industri rumahan ini dipasarkan di Surabaya dan daerah penyangga seperti Gresik, Sidoarjo dan Mojokerto.
Foto & Naskah Koran Sindo/Ali Masduki
(bon)