Jokowi: Kita Butuh SDM...
1/5
Presiden RI Joko Widodo (layar kanan) memberikan sambutan dalam pembukaan kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) yang berlokasi di gedung Tzu Chi School, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara pada Sabtu, (24/9).
Jokowi: Kita Butuh SDM...
2/5
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memberikan sambutan dalam pembukaan kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) yang berlokasi di gedung Tzu Chi School, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara pada Sabtu, (24/9).
Jokowi: Kita Butuh SDM...
3/5
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy membuka kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) yang berlokasi di gedung Tzu Chi School, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara pada Sabtu, (24/9).
Jokowi: Kita Butuh SDM...
4/5
Dalam Munas ke-2 ini, Permabudhi mengangkat tema Bersama Permabudhi Indonesia Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat.
Jokowi: Kita Butuh SDM...
5/5
Dalam Munas ke-2 ini, Permabudhi mengangkat tema Bersama Permabudhi Indonesia Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat.
Jokowi: Kita Butuh SDM...
Jokowi: Kita Butuh SDM...
Jokowi: Kita Butuh SDM...
Jokowi: Kita Butuh SDM...
Jokowi: Kita Butuh SDM...

Jokowi: Kita Butuh SDM Berkualitas dan Berintegritas

Minggu, 25 September 2022 - 09:58 WIB
A A A
JAKARTA-- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa Indonesia membutuhkan SDM yang berkualitas dan berintegritas demi memenuhi tantangan pasar global dewasa ini. Hal tersebut dia sampaikan dalam pembukaan kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) yang berlokasi di gedung Tzu Chi School, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara pada Sabtu, (24/9).

"Kita butuh SDM yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan, tetapi juga berintegritas, bekerja keras, bergotong-royong, berlandaskan Pancasila," kata Jokowi, dalam sambutan secara daring.

Pihaknya meminta supaya lembaga-lembaga pendidikan menjadi bagian penting dari revolusi mental. Sejak dini kata dia, anak Indonesia harus berlatih untuk saling peduli, bekerjasama, dan bergotong-royong.

"Gotong royong lintas agama yang berbeda adalah kekuatan negara kita Indonesia yang dikagumi masyarakat dunia. Itulah pilar utama bagi bangsa Indonesia, pilar utama bagi kemanusiaan yang adil dan beradab," ujarnya.

Tugas kita sebagai pemerintah dan masyarakat beradab kata pria itu, adalah mendidik dan memfasilitasi tumbuhnya mental manusia indonesia yang sesuai Pancasila yang adiluhung dan bersatu serta bergotong-royong lintas pemeluk agama untuk membangun Indonesia.

Selain Jokowi, hadir pula Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Dalam sambutannya Muhadjir menyebut sejarah berdirinya Permabudhi yang sarat akan pelestarian terhadap upaya menghidupkan serta menjaga kelestarian hidup umat beragama. Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu negara multikultural dengan keanekaragaman agama, suku, dan juga ras yang beragam.

"Keberagaman ini merupakan aset bangsa Indonesia yang harus kita jaga dan kita kawal bersama," ungkap Muhadjir.

Pihaknya berharap pada Munas ke-2 Permabudhi ini, mampu menghasilkan program-program yang berkesinambungan dengan program pemerintah dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Pihaknya mencontohkan seperti gerakan revolusi mental.

Muhadjir mengaku pihaknya sangat berterima kasih lantaran Permabudhi telah bekerjasama secara baik dengan pemerintah terutama Kemenko PMK dalam gerakan revolusi mental yang meliputi program Indonesia bersatu, Indonesia bersih, Indonesia mandiri, Indonesia melayani, serta Indonesia tertib.

Seperti diketahui, Permabudhi merupakan wadah persatuan umat Buddha dari 9 organisasi dan 3 Sangha yakni Sangha Theravada Indonesia, Sangha Agung Indonesia, serta Sangha Mahayana Indonesia.

Permabudhi didirikan pada tahun 2018 dan diresmikan secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara.

Sebelumnya pada Munas pertama Permabudhi, terpilih Ir. Arief Harsono sebagai ketua umum. Namun pada tahun 2021, pria tersebut meninggal dunia dan digantikan oleh Prof. Philip Kuncoro melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Permabudhi.

Dalam Munas ke-2 ini, Permabudhi mengangkat tema "Bersama Permabudhi Indonesia Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat,".

Sementara itu, Ketua panitia pelaksana Munas, Bambang Patijaya mengatakan, tema yang diusung Permabudhi sejalan dengan kondisi Indonesia yang dilanda Covid-19 dalam kurun waktu 2 tahun terakhir.

Adapun pandemi Covid-19 kata dia, membuat semua komponen masyarakat bersatu-padu bergotong-royong untuk bangkit dan keluar dari pandemi Covid-19. Berangkat dari pengalaman tersebut, ia merasa tema yang diusung oleh Permabudhi dalam Munas kali ini sangat sesuai.

Munas ke-2 Permabudhi ini turut dihadiri oleh Dirjen Bimas Agama Buddha, Forkopimda, dan perwakilan pemuka agama lintas organisasi seperti Peradah, KWI, PGI, MATAKIN, PBNU, PP Muhammadiyah, serta MUI.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Dongkrak SDM Berkualitas,...
Dongkrak SDM Berkualitas, Polman Buka Kampus 2 di Majalengka
Gelar Campus Day Vision...
Gelar Campus Day Vision Pictures, Clarissa Tanoesoedibjo: Kita Butuh Regenerasi Sineas Muda
Negara Hadapi Agenda...
Negara Hadapi Agenda Besar, Pengamat: Jokowi Butuh Panglima TNI yang Terbukti Loyal dan Berani
Perhatikan Pengembangan...
Perhatikan Pengembangan SDM Digital, Presiden Jokowi Minta Program DLA Perbanyak Mitra Kerja
Butuh Guru dan Nakes,...
Butuh Guru dan Nakes, Pemerintah Buka Lowongan CPNS 2023
Emban Misi Perdamaian...
Emban Misi Perdamaian untuk Rusia-Ukraina, Ketum GMKI: Jokowi Ingatkan Kita pada Bung Karno
Foto Terkini
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Menyerahkan Diri ke KPK
6 jam yang lalu
Begini Tampang Lesu...
Begini Tampang Lesu Eks Kepala BGN Diborgol dan Pakai Baju Tahanan Kejagung
18 jam yang lalu
Maliq & D’Essentials...
Maliq & D’Essentials Kolaborasi dengan Jakarta Movin Hadirkan Musikal Senja Teduh Pelita
19 jam yang lalu
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
19 jam yang lalu
Waskita Karya Kebut...
Waskita Karya Kebut Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Progres Tembus 93,07 Persen
19 jam yang lalu
RANC Bukukan Pendapatan...
RANC Bukukan Pendapatan Rp2,91 Triliun, Kinerja Operasional Menguat
19 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Mantan Menhan Ryamizard...
Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, Dimakamkan di TMP Kalibata
Perbaikan Jalan Ambles...
Perbaikan Jalan Ambles di Lenteng Agung Dikebut, Alat Berat Diturunkan
Polda Jateng Gandeng...
Polda Jateng Gandeng FBI Bongkar Sindikat Penipuan Kripto Lintas Negara Beromzet Rp41,1 Miliar
Dirut KAI Tinjau Pengembangan...
Dirut KAI Tinjau Pengembangan Stasiun Bogor, Siapkan Operasional 12 Kereta Bogor Line
Nadiem Makarim Bacakan...
Nadiem Makarim Bacakan Pleidoi atas Tuntutan 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook
Momen Nadiem Kenakan...
Momen Nadiem Kenakan Jaket Ojol Jelang Sidang Pleidoi