Tekan Stunting, Future...
1/3
Sesi panel diskusi ditutup dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Future Lestari dan Simple Planet, sekaligus menandai kolaborasi dan upaya kerja sama berkelanjutan antara pihak-pihak terkait.
Tekan Stunting, Future...
2/3
Sesi panel diskusi ditutup dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Future Lestari dan Simple Planet, sekaligus menandai kolaborasi dan upaya kerja sama berkelanjutan antara pihak-pihak terkait.
Tekan Stunting, Future...
3/3
Para pegiat riset dan bioteknologi di Indonesia juga menyambut pembicara panel dalam sesi networking yang dilaksanakan selepas diskusi.
Tekan Stunting, Future...
Tekan Stunting, Future...
Tekan Stunting, Future...

Tekan Stunting, Future Lestari Fasilitasi Simple Planet Jajaki Biokteknologi dengan Pemerintah Indonesia

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 15:25 WIB
A A A
Jakarta - Dalam mengadopsi dan mengembangkan inovasi berbasis bioteknologi dimana salah satunya untuk menekan angka stunting atau kekurangan gizi akibat minimnya asupan gizi di Indonesia, Future Lestari menggelar dialog kolaboratif antara perwakilan dari pemerintah Indonesia dengan perwakilan perusahaan dari Korea Selatan.

Bertemakan 'Biotechnology Readiness In Indonesia : Challenges, Opportunities and The Path Forward' atau 'Kesiapan Bioteknologi di Indonesia : Tantangan, Peluang dan Menuju Masa Depan', dialog tersebut digelar di Meradelima, Adityawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (10/10).

Menurut CEO of Simple Planet and S&S Lab - Dominic Jeong, Simple Planet adalah perusahaan teknologi bio-pangan yang berbasis di Korea. Menurut Dominic, para ahli dari perusahaannya akan segera datang ke Indonesia untuk melakukan pengembangan protein dan lemak hewani dari sel hewan.

"Protein dan lemak ini merupakan bahan yang sangat terkonsentrasi, lebih seperti bahan fungsional. Kami berfokus untuk mengatasi masalah kelaparan, malnutrisi atau kekurangan gizi dan ingin menyelesaikan masalah perubahan iklim," ungkap Dominic.

Lebih lanjut Dominic menambahkan, S&S Lab adalah laboratorium kerja sama. Pihaknya tertarik pada bioteknologi dan teknologi pangan dan menyediakan ruang bagi laboratorium, dimana perusahaan bioteknologi dan teknologi pangan di Indonesia dapat melakukan penelitian, mengembangkan Proof of Concept (PoC) dan bekerja pada pengembangan rasa.

"Visi jangka panjang kami untuk Simple Planet adalah mengatasi masalah kelaparan dan nutrisi. Untuk S&S Lab, kami ingin menyelesaikan masalah teknologi dan inovasi, yang berarti ada banyak teknologi bagus yang belum ditemukan. Kami ingin menemukan teknologi-teknologi yang baik, mendanainya dan membantu perusahaan untuk berkembang", jelas Dominic.

Adapun dipilihnya Indonesia menurut Dominic, pihaknya percaya bahwa populasi di Indonesia akan terus bertambah. Indonesia di mata Dominic akan menjadi salah satu negara terbesar dalam hal ekonomi dan bisnis secara global dan pihaknya ingin ikut serta memperluas perusahaannya ke Indonesia.

Sementara itu peneliti senior bidang biologi molekular dari BRIN - Prof.Dr. Bahagiawati Amir Husin, M.Sc yang juga turut menjadi pembicara menyatakan bahwa pemerintah saat ini sedang berusaha agar anak-anak Indonesia bisa mendapatkan protein yang cukup. Bahagiawati antusias dengan biokteknologi yang ditawarkan oleh perusahaan Korea Selatan mengingat teknologi pangan tersebut dapat menekan angka stunting.

"Untuk stunting yang penting adalah memberikan protein yang cukup. Protein itu bisa datang dari susu, daging-dagingan seperti daging ayam. Hal yang utama bagi negara kita itu sebetulnya stunting bisa jadi karena kekurangan konsumsi hewani," jelas Bahagiawati.

Untuk menekan angka stunting, Bahagiawati juga menyarankan bahwa ibu hamil dan anak-anak memenuhi asupan mineral dan vitamin. Hal tersebut bisa didapatkan dengan merakit zinc dan besi yang tinggi agar nutrisi perkembangan otak dan perkembangan anak-anak nanti bisa dicapai.

Digelarnya dialog kolaboratif antara perwakilan pemerintah Indonesia dengan perwakilan perusahaan dari Korea Selatan yang turut dihadiri oleh Kepala pusat sistem dan strategi kesehatan dari Kementerian kesehatan RI - Ririn Ramadhany juga mendapat tanggapan dari Director of Future Lestari - Cynthia Krisanti.

Future Lestari yang fokus pada langkah untuk membangun, mempercepat dan menginvestasikan inovasi pada bidang keberlanjutan di Indonesia dan Asia tenggara menganggap pertemuan tersebut menjadi sebuah langkah solusi dibidang nutrisi.

"Kita ingin fokus juga mengurangi stunting rate di Indonesia dan disitu kita melihat banyak potensi dimana simple planet ini bisa menjadi bahan tambahan pangan bagi makanan yang ada di Indonesia. Nantinya makanan tersebut bisa lebih bernutrisi dan akhirnya kita bisa mencukupi kecukupan nutrisi bangsa dan mengurangi stunting," jelas Cynthia Krisanti.

Sesi panel diskusi ditutup dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Future Lestari dan Simple Planet, sekaligus menandai kolaborasi dan upaya kerja sama berkelanjutan antara pihak-pihak terkait. Para pegiat riset dan bioteknologi di Indonesia juga menyambut pembicara panel dalam sesi networking yang dilaksanakan

selepas diskusi.

Future Lestari memiliki komitmen kuat untuk mendukung perkembangan sektor bioteknologi sebagai pintu pembuka dari berbagai kebaruan yang bermanfaat dimasa depan.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Yayasan Dharma Bhakti...
Yayasan Dharma Bhakti Astra Jajaki Kolaborasi dengan PT Semen Indonesia
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Angka Stunting di Indonesia Turun Hingga 14 Persen pada 2024
Dukung Digitalisasi...
Dukung Digitalisasi Ekonomi Syariah, Menkominfo: Pemerintah Siapkan Infrastruktur dan Fasilitasi
BTN Kolaborasi dengan...
BTN Kolaborasi dengan ID Food Dukung Pengentasan Stunting
Dukung UMKM Tembus Pasar...
Dukung UMKM Tembus Pasar Global, BCA Fasilitasi Business Matching dengan Buyer Jerman
Cerita Sukses Cilegon...
Cerita Sukses Cilegon Tekan Angka Kemiskinan dengan Pemberdayaan Ekonomi dan Penguatan Kewirausahaan
Foto Terkini
Gelar Tikar, Nikmati...
Gelar Tikar, Nikmati Akhir Pekan di Semasa Piknik
9 jam yang lalu
Transformasi Layanan...
Transformasi Layanan Farmasi Jadi Fokus PIT dan Mukernas HISFARSI 2026 di Pekanbaru
10 jam yang lalu
Bebelac Hadirkan Ruang...
Bebelac Hadirkan Ruang Interaktif Anak di CFD Jakarta
13 jam yang lalu
Padi Meriahkan Malam...
Padi Meriahkan Malam Puncak HUT ke-499 Kota Jakarta
1 hari yang lalu
UOB Indonesia dan Ruangguru...
UOB Indonesia dan Ruangguru Gelar CODEFEST 2026 Perdana untuk Cetak Talenta Digital Muda
1 hari yang lalu
Season of Adventure...
Season of Adventure Hadirkan Keseruan Minions & Monsters di Lippo Mall Puri
1 hari yang lalu
Foto Terpopuler
Wakil Presiden RI Tinjau...
Wakil Presiden RI Tinjau Fasilitas Produksi dan Proses Konversi Motor Listrik United E-Motor Plant 3
Menjelajah Batavia Lama,...
Menjelajah Batavia Lama, Jejak Bung Karno hingga Charlie Chaplin di Jantung Kota Tua Jakarta
Pameran Foto Perisai...
Pameran Foto Perisai Tunas Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
Forum Leadership Bahas...
Forum Leadership Bahas Kepemimpinan Adaptif, INTI Tangsel Dorong Lahirnya Pemimpin Tangguh di Era Ketidakpastian
HISFARSI DKI Jakarta...
HISFARSI DKI Jakarta Dorong Transformasi Rumah Sakit Lewat Benchmarking Internasional di Malaysia
Buka Dialog, Pengamat...
Buka Dialog, Pengamat : Pemerintah Mau Terima Aspirasi dari Mahasiswa