Polda Jateng Bongkar...
1/5
Dirreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Arif Budiman didampingi Kabid Humas Kombes Pol Artanto dan perwakilan dinas pertanian, peternakan, perdagangan dan peneliti Undip menggelar konferensi pers pengungkapan kasus gudang gula oplosan dan peredaran pupuk palsu, di Kantor Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah, Semarang, Kamis (10/7/2025) sore.
Polda Jateng Bongkar...
2/5
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus peredaran gula oplosan berskala besar di wilayah Banyumas dan penjualan pupuk palsu.
Polda Jateng Bongkar...
3/5
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus peredaran gula oplosan berskala besar di wilayah Banyumas dan penjualan pupuk palsu.
Polda Jateng Bongkar...
4/5
Untuk kasus produk gula oplosan ini diketahui telah beredar luas di sejumlah wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Aksi pengoplosan ini dilakukan oleh seorang pelaku berinisial MS (52), warga Cilongok, Kabupaten Banyumas selaku pemilik gudang tempat produksi. Awal bulan Juli kemarin, kami segel gudang produksi gula oplosan milik MS di Banyumas. Mereka telah beroperasi sejak 2018 dengan kapasitas produksi 300 hingga 500 ton per bulan dan omzet mencapai Rp150 juta per bulan, jelas Dirreskrimsus.
Polda Jateng Bongkar...
5/5
Untuk kasus produk gula oplosan ini diketahui telah beredar luas di sejumlah wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Aksi pengoplosan ini dilakukan oleh seorang pelaku berinisial MS (52), warga Cilongok, Kabupaten Banyumas selaku pemilik gudang tempat produksi. Awal bulan Juli kemarin, kami segel gudang produksi gula oplosan milik MS di Banyumas. Mereka telah beroperasi sejak 2018 dengan kapasitas produksi 300 hingga 500 ton per bulan dan omzet mencapai Rp150 juta per bulan, jelas Dirreskrimsus.
Polda Jateng Bongkar...
Polda Jateng Bongkar...
Polda Jateng Bongkar...
Polda Jateng Bongkar...
Polda Jateng Bongkar...

Polda Jateng Bongkar Gudang Gula Oplosan dan Ungkap Peredaran Pupuk Palsu

Sabtu, 12 Juli 2025 - 01:12 WIB
A A A
Dirreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Arif Budiman didampingi Kabid Humas Kombes Pol Artanto dan perwakilan dinas pertanian, peternakan, perdagangan dan peneliti Undip menggelar konferensi pers pengungkapan kasus gudang gula oplosan dan peredaran pupuk palsu, di Kantor Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah, Semarang, Kamis (10/7/2025) sore. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus peredaran gula oplosan berskala besar di wilayah Banyumas dan penjualan pupuk palsu.

Untuk kasus produk gula oplosan ini diketahui telah beredar luas di sejumlah wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Aksi pengoplosan ini dilakukan oleh seorang pelaku berinisial MS (52), warga Cilongok, Kabupaten Banyumas selaku pemilik gudang tempat produksi. "Awal bulan Juli kemarin, kami segel gudang produksi gula oplosan milik MS di Banyumas. Mereka telah beroperasi sejak 2018 dengan kapasitas produksi 300 hingga 500 ton per bulan dan omzet mencapai Rp150 juta per bulan," jelas Dirreskrimsus.

Pelaku diketahui mencampur gula rafinasi dan gula kristal putih reject pabrik, lalu mengemasnya ulang menggunakan karung bekas merek tertentu untuk diedarkan ke berbagai wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Barang bukti yang diamankan dalam kasus ini sebanyak lebih dari 1.442 karung gula oplosan, dengan total berat sekitar 72 ton. Selain itu juga diamankan tiga unit mesin pengoplos (mixer), dua mesin jahit karung, dan dua timbangan digital.

Sementara kasus produksi pupuk tidak sesuai standar atau pupuk palsu di wilayah Boyolali bermula dari informasi masyarakat terkait pupuk merek Enviro dan Spartan yang diduga palsu di Sragen. Setelah dilakukan pendalaman, diketahui bahwa pupuk tersebut diproduksi oleh sebuah CV milik tersangka TS. "Perusahaan ini memang memiliki legalitas lengkap, tapi isi produknya tidak sesuai dengan komposisi yang tertera di kemasan," ungkap Kombes Pol Arif Budiman.

Ditreskrimsus menyebut pihaknya telah menutup dua pabrik pupuk yang beroperasi di Kabupaten Boyolali karena terbukti memproduksi pupuk di bawah standar kualitas. Produksi per bulan mereka mencapai 260 hingga 400 ton, dengan distribusi utama di wilayah Sragen, Karanganyar, dan Boyolali. Diungkapkan bahwa produk pupuk palsu ini berpotensi merugikan petani dan merusak ekosistem pertanian.

Dari hasil uji laboratorium yang melibatkan Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Jateng serta peneliti dari Undip, ditemukan bahwa kandungan utama pupuk justru terdiri dari dolomit, bukan unsur hara yang dibutuhkan tanaman."Jika dolomit digunakan terus-menerus, tanah akan basah, unsur mineral sulit diserap, dan dalam jangka panjang bisa menyebabkan gagal panen," jelas Fajri, peneliti dari Fakultas Pertanian Undip. Dalam kasus ini, petugas mengamankan barang bukti sebanyak 2.365 karung pupuk berbagai jenis, dengan berat total mencapai sekitar 118,25 ton.

FOTO: Ahmad Antoni
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Polda Jateng Bongkar...
Polda Jateng Bongkar Penyalahgunaan Distribusi Pupuk Bersubsidi
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap Peredaran Narkoba Jaringan Lokal Hingga Internasional
Polisi Bongkar Peredaran...
Polisi Bongkar Peredaran dan Penjualan Materai Palsu Bernilai Rp37 Miliar
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap Kasus Peredaran 18 Kg Sabu dan Ribuan Butir Ekstasi Transnasional
Polres Indramayu Berhasil...
Polres Indramayu Berhasil Ungkap Sindikat Pembuatan dan Peredaran Uang Palsu
Polda Jateng Bongkar...
Polda Jateng Bongkar Pabrik Produsen Oli Palsu Beromzet Puluhan Miliar Rupiah di Semarang
Foto Terkini
Debut Gemilang Mitchell...
Debut Gemilang Mitchell Baker, Langsung Cetak Hattrick Lawan Kamboja
8 jam yang lalu
Invetra Trading Talks...
Invetra Trading Talks Satukan Trader Ritel Jakarta dalam Forum Edukasi Pasar
9 jam yang lalu
DAIKIN Hadirkan Air...
DAIKIN Hadirkan Air Purifier MC555AVMA untuk Udara Bersih dan Sehat di Rumah
18 jam yang lalu
Enervon Active Kenalkan...
Enervon Active Kenalkan Gaya Hidup Sehat After Work Generation melalui Cardio Karaoke
1 hari yang lalu
Yayasan Astra Perkuat...
Yayasan Astra Perkuat Ekosistem Industri Otomotif Melalui Pembinaan UMKM/IKM dan Pengembangan SDM di GIIAS 2026
1 hari yang lalu
APPNIA Meriahkan Hari...
APPNIA Meriahkan Hari Anak Nasional 2026 dengan Edukasi Gizi dan Festival Budaya Anak
1 hari yang lalu
Foto Terpopuler
Latihan Timnas Indonesia...
Latihan Timnas Indonesia Jelang Hadapi Kamboja di Piala AFF 2026
AHY Ajak Generasi Muda...
AHY Ajak Generasi Muda Hidup Sehat Lewat Garuda Finisher
Wamen Lingkungan Hidup...
Wamen Lingkungan Hidup dan ANTAM Serahkan 5.000 Bibit Mangrove di Gerak Hijau 2026
Direktur IPR: Pernyataan...
Direktur IPR: Pernyataan Prabowo tentang Londo Ireng Harus Dipahami sebagai Kiasan Politik
APPNIA Meriahkan Hari...
APPNIA Meriahkan Hari Anak Nasional 2026 dengan Edukasi Gizi dan Festival Budaya Anak
NOTARACE 2026 Meriahkan...
NOTARACE 2026 Meriahkan HUT INI ke-118, 3.700 Pelari Ramaikan BSD City