Tingkatkan Keamanan dan Efisiensi Klasifikasi Kapal, BKI Gelar Workshop Penilaian Risiko
Rabu, 05 November 2025 - 09:56 WIB
A
A
A
Dalam upaya memperkuat keselamatan pelayaran nasional, PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI menggelar workshop bertajuk “Strategi Implementasi Petunjuk Penilaian Risiko BKI” pada 28–29 Oktober 2025 di Kantor Pusat BKI, Jakarta dengan menghadirkan dua orang pakar terkait keselamatan sistem maritim berbasis risiko dari akademisi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Divisi Riset dan Pengembangan Klasifikasi & Statutoria ini merupakan bagian dari komitmen BKI untuk menghadirkan proses klasifikasi kapal yang efisien, dan berbasis penilaian risiko.
Sebagai lembaga klasifikasi nasional, BKI memiliki peran penting dalam memastikan setiap kapal memenuhi standar keselamatan dan kelaikan yang berlaku. Melalui workshop ini, BKI memperkenalkan Petunjuk Penilaian Risiko (PR) (Bag.8, Vol.A), pedoman baru dalam sistem klasifikasi kapal yang ditujukan pada kapal atau bangunan apung yang beroperasi di perairan domestik mencakup perairan sungai dan danau, khususnya untuk kapal eksisting/ bangunan sudah jadi dengan menekankan pada pendekatan berbasis risiko. Pendekatan ini memungkinkan evaluasi terhadap potensi bahaya selama masa operasional kapal, sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Kegiatan ini juga memperkenalkan penggunaan aplikasi digital Dewaruci Risk-Based Assessment (Dewaruci RBA), yang merupakan salah satu feature dalam aplikasi Dewaruci yang telah dikembangkan oleh BKI. Dewaruci RBA adalah sebuah sistem yang dikembangkan untuk pemilik kapal dalam proses penilaian risiko kapal yang akan diklaskan. Dengan sistem ini, baik pihak shipowner dan BKI dapat mengidentifikasi potensi bahaya dan menetapkan kontrol risikonya secara lebih mudah, transparan, akurat, dan terdokumentasi secara digital.
Workshop ini diikuti oleh sekitar 80 peserta internal BKI dari berbagai divisi, seperti Divisi Survey, Divisi Persetujuan Rancang Bangun, Divisi Riset dan Pengembangan Bisnis Klasifikasi & Statutoria, serta Working Group Pengembangan Penilaian Risiko.
Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi BKI, Arief Budi Permana, serta Deputi Direktur Bisnis Klasifikasi Nusantara, Arief Nurtjahjo.
Para peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber ahli, di antaranya:
Dosen Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS, Dosen Prof. Dr. Ketut Buda Artana, S.T., M.Sc., yang membahas “Philosophy of Ship Safety Risk Assessment”.
Dosen Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS, Dr.Eng. Fadilla Indrayuni Prastyasari, M.Sc., yang memaparkan “Familiarisasi Petunjuk Penilaian Risiko: POV Akademisi”.
Senior Manager Pengembangan Peraturan Nasional dan Aplikasi PT BKI (Persero), Sukron Makmun, S.T., M.T. yang memaparkan “Familiarisasi Petunjuk Penilaian Risiko BKI: POV BKI”.
M. Irfan, S.T., M.T. & Vendor Aplikasi Dewaruci RBA, yang memaparkan “Sosialisasi dan Penerapan Aplikasi Dewaruci RBA”.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami konsep dasar risk assessment atau penilaian risiko dalam konteks keselamatan pelayaran, sekaligus membangun kesamaan persepsi lintas divisi mengenai penerapan klasifikasi kapal berbasis risiko berdasarkan Petunjuk Penilaian Risiko BKI (Bag.8, Vol.A).
Penerapan penilaian risiko tidak hanya memperkuat sistem klasifikasi kapal, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi digital BKI dalam layanan maritim. Langkah ini sejalan dengan upaya nasional untuk mewujudkan transportasi laut yang aman, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing industri pelayaran Indonesia di tingkat global.
Dengan adanya pendekatan ini, BKI berkomitmen untuk mempercepat proses klasifikasi, meningkatkan transparansi dalam pengambilan keputusan teknis, serta memperkuat budaya keselamatan di sektor pelayaran nasional.
Sebagai lembaga klasifikasi nasional, BKI memiliki peran penting dalam memastikan setiap kapal memenuhi standar keselamatan dan kelaikan yang berlaku. Melalui workshop ini, BKI memperkenalkan Petunjuk Penilaian Risiko (PR) (Bag.8, Vol.A), pedoman baru dalam sistem klasifikasi kapal yang ditujukan pada kapal atau bangunan apung yang beroperasi di perairan domestik mencakup perairan sungai dan danau, khususnya untuk kapal eksisting/ bangunan sudah jadi dengan menekankan pada pendekatan berbasis risiko. Pendekatan ini memungkinkan evaluasi terhadap potensi bahaya selama masa operasional kapal, sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Kegiatan ini juga memperkenalkan penggunaan aplikasi digital Dewaruci Risk-Based Assessment (Dewaruci RBA), yang merupakan salah satu feature dalam aplikasi Dewaruci yang telah dikembangkan oleh BKI. Dewaruci RBA adalah sebuah sistem yang dikembangkan untuk pemilik kapal dalam proses penilaian risiko kapal yang akan diklaskan. Dengan sistem ini, baik pihak shipowner dan BKI dapat mengidentifikasi potensi bahaya dan menetapkan kontrol risikonya secara lebih mudah, transparan, akurat, dan terdokumentasi secara digital.
Workshop ini diikuti oleh sekitar 80 peserta internal BKI dari berbagai divisi, seperti Divisi Survey, Divisi Persetujuan Rancang Bangun, Divisi Riset dan Pengembangan Bisnis Klasifikasi & Statutoria, serta Working Group Pengembangan Penilaian Risiko.
Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi BKI, Arief Budi Permana, serta Deputi Direktur Bisnis Klasifikasi Nusantara, Arief Nurtjahjo.
Para peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber ahli, di antaranya:
Dosen Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS, Dosen Prof. Dr. Ketut Buda Artana, S.T., M.Sc., yang membahas “Philosophy of Ship Safety Risk Assessment”.
Dosen Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS, Dr.Eng. Fadilla Indrayuni Prastyasari, M.Sc., yang memaparkan “Familiarisasi Petunjuk Penilaian Risiko: POV Akademisi”.
Senior Manager Pengembangan Peraturan Nasional dan Aplikasi PT BKI (Persero), Sukron Makmun, S.T., M.T. yang memaparkan “Familiarisasi Petunjuk Penilaian Risiko BKI: POV BKI”.
M. Irfan, S.T., M.T. & Vendor Aplikasi Dewaruci RBA, yang memaparkan “Sosialisasi dan Penerapan Aplikasi Dewaruci RBA”.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami konsep dasar risk assessment atau penilaian risiko dalam konteks keselamatan pelayaran, sekaligus membangun kesamaan persepsi lintas divisi mengenai penerapan klasifikasi kapal berbasis risiko berdasarkan Petunjuk Penilaian Risiko BKI (Bag.8, Vol.A).
Penerapan penilaian risiko tidak hanya memperkuat sistem klasifikasi kapal, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi digital BKI dalam layanan maritim. Langkah ini sejalan dengan upaya nasional untuk mewujudkan transportasi laut yang aman, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing industri pelayaran Indonesia di tingkat global.
Dengan adanya pendekatan ini, BKI berkomitmen untuk mempercepat proses klasifikasi, meningkatkan transparansi dalam pengambilan keputusan teknis, serta memperkuat budaya keselamatan di sektor pelayaran nasional.
(sra)