Fahri Hamzah : Prabowo...
1/3
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah menegaskan bahwa salah satu fokus utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto adalah memutus rantai ketimpangan antara kelompok masyarakat paling kaya dan paling miskin di Indonesia. ?
Fahri Hamzah : Prabowo...
2/3
Hal itu disampaikan Fahri saat menanggapi berbagai kritik dan keresahan publik terkait kondisi ekonomi nasional.
Fahri Hamzah : Prabowo...
3/3
Menurut Fahri, pemerintah saat ini tidak hanya berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Fahri Hamzah : Prabowo...
Fahri Hamzah : Prabowo...
Fahri Hamzah : Prabowo...

Fahri Hamzah : Prabowo Fokus Putus Rantai Ketimpangan Kaya dan Miskin

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:43 WIB
A A A
Jakarta - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah menegaskan bahwa salah satu fokus utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto adalah memutus rantai ketimpangan antara kelompok masyarakat paling kaya dan paling miskin di Indonesia.



‎Hal itu disampaikan Fahri saat menanggapi berbagai kritik dan keresahan publik terkait kondisi ekonomi nasional.



‎Menurut Fahri, pemerintah saat ini tidak hanya berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.



‎"Yang kedua, setelah kita punya uang dan kita mesti mulai dari sekarang, kita harus memutus rantai ketimpangan antara yang paling kaya dan sangat kaya dengan yang paling miskin dan sangat miskin. Karena gini koefisien kita juga menunjukkan hal yang sama," ungkap Fahri, yang dikutip, Jumat (12/6/2026).



‎Wakil Ketua Umum Partai Gelora ini menjelaskan, langkah awal yang dilakukan pemerintah adalah menghentikan kebocoran negara yang selama ini mengurangi manfaat kekayaan nasional bagi rakyat.



‎"Pertama kita mengakhiri kebocoran korupsi dan perampokan sumber daya alam yang selama ini dibiarkan terjadi," ujarnya menambahkan.



‎Fahri menilai ketimpangan masih menjadi tantangan besar Indonesia. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi selama ini belum sepenuhnya mampu mempersempit jarak antara kelompok kaya dan masyarakat yang berada di lapisan bawah.



‎"Pertumbuhan ekonomi kita ini flat. Jumlah orang miskinnya itu nambah atau berkurang sedikit. Jumlah kelas menengahnya juga flat. Tapi jumlah orang kayanya itu luar biasa melompat dan itu menciptakan ketimpangan," tegasnya.



Sementara itu ‎Ketua DPW Partai Gelora Riau Iskandar menilai pernyataan Fahri menunjukkan bahwa pemerintah sedang berupaya menjawab salah satu kegelisahan utama masyarakat, yakni kesenjangan ekonomi yang masih dirasakan diberbagai daerah.



‎Menurut Iskandar, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan negara menghadirkan kesempatan yang lebih adil bagi seluruh rakyat.



‎"Yang disampaikan Bang Fahri menunjukkan bahwa pemerintah memahami persoalan mendasar yang dirasakan masyarakat. Ketika pertumbuhan ekonomi tidak diikuti pemerataan, maka akan muncul rasa tertinggal di sebagian kelompok masyarakat. Karena itu fokus memutus rantai ketimpangan menjadi agenda yang sangat penting," kata Iskandar.



‎Ia menambahkan, berbagai kebijakan seperti pemberantasan kebocoran anggaran, penguatan hilirisasi, dan program-program yang menyentuh masyarakat harus dipandang sebagai upaya memperluas manfaat pembangunan agar tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.



‎"Demokrasi memberi ruang bagi kritik dan aspirasi masyarakat. Pada saat yang sama, pemerintah perlu terus menunjukkan bahwa pembangunan yang dilakukan benar-benar diarahkan untuk memperkecil kesenjangan dan memperkuat kelas menengah Indonesia," ujarnya.

(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Ini Saran Ketum Partai...
Ini Saran Ketum Partai Emas Putus Mata Rantai Penularan Covid
Putus Mata Rantai Covid-19,...
Putus Mata Rantai Covid-19, Pedagang dan Pengunjung Pasar Wonokromo Ikuti Tes Usap Gratis
Putus Mata Rantai Covid-19,...
Putus Mata Rantai Covid-19, AGP dan Polres Jaktim Gelar Rapid Test
Marbot Keliling Jurnalis...
Marbot Keliling Jurnalis Jelajah Indonesia, Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19
Putus Mata Rantai Penularan...
Putus Mata Rantai Penularan COVID-19, 100 Warga Cipulir Antusias Jalani Swab Test
Ridwan Kamil Ungkap...
Ridwan Kamil Ungkap Pesan Prabowo: Fokus pada Social Housing dan Giant Sea Wall untuk Jakarta
Foto Terkini
Fahri Hamzah : Prabowo...
Fahri Hamzah : Prabowo Fokus Putus Rantai Ketimpangan Kaya dan Miskin
1 jam yang lalu
Polisi Hadang Massa...
Polisi Hadang Massa Aksi di Jalan Jenderal Sudirman
5 jam yang lalu
Grab dan Kemenpar Beri...
Grab dan Kemenpar Beri Penghargaan bagi Pelaku Kuliner Lokal Terbaik
14 jam yang lalu
Ratusan Mahasiswa Gelar...
Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi Longmarch dari Senayan ke Bundaran HI
15 jam yang lalu
KACA 2026 Tegaskan Kekuatan...
KACA 2026 Tegaskan Kekuatan K-Wave sebagai Motor Kolaborasi Brand dan Komunitas Penggemar
16 jam yang lalu
Sampoerna Raih Penghargaan...
Sampoerna Raih Penghargaan di Forum CSR Jabar 2026
21 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Diskon Hingga 50 Persen...
Diskon Hingga 50 Persen dan Hadiah Langsung! United Bike dan United E-Motor Meriahkan Jakarta Fair 2026
Suasana SPBU di Jakarta...
Suasana SPBU di Jakarta Usai Harga Pertamax Meroket menjadi Rp16.250 Per Liter
Suasana Pom Bensin Usai...
Suasana Pom Bensin Usai Kenaikan Harga Pertamax Nyaris Rp4.000 per Liter
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Warga Beralih ke Pertalite
SwipeRx Sukses Gelar...
SwipeRx Sukses Gelar IPEC 2026 ke-IV, Satukan Lebih dari 1.500 Apoteker dalam Ajang Farmasi Terbesar di Indonesia
Jalan-Jalan Naik Bajaj...
Jalan-Jalan Naik Bajaj Menikmati Destinasi Semarang