Dirjen IKMA Apresiasi Inovasi Boneka Trilili Binaan Yayasan Astra
Kamis, 26 Februari 2026 - 11:14 WIB
A
A
A
BOGOR – Kunjungan kerja strategis dilakukan oleh Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Reni Yanita, ke fasilitas produksi CV Triangsa Mandiri yang berlokasi di Gunung Putri, Bogor.
Kunjungan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus pemantauan langsung atas perkembangan pesat pelaku usaha binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (Yayasan Astra).
CV Triangsa Mandiri dikenal sebagai produsen mainan dan boneka anak yang berhasil mengembangkan skala bisnis secara signifikan, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Perjalanan bisnis CV Triangsa Mandiri yang dipimpin oleh Tri Nurwati dimulai pada tahun 2017 dengan skala sederhana dan hanya mempekerjakan 10 warga sekitar.
Berkat ketekunan dan strategi bisnis yang terarah, perusahaan ini mencatat pertumbuhan signifikan. Saat ini, jumlah tenaga kerja meningkat menjadi 33 karyawan lokal. Peningkatan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperluas usaha sekaligus berkontribusi nyata dalam mengurangi pengangguran di wilayah Gunung Putri dan sekitarnya.
Kehadiran usaha ini turut meningkatkan taraf hidup puluhan kepala keluarga yang bergantung pada produksi boneka berkualitas.
Dalam proses pengembangannya, Yayasan Astra memberikan pendampingan terkait penerapan Quality, Cost, dan Delivery (QCD) agar perusahaan mampu memahami kebutuhan calon pelanggan dan menjangkau pasar yang lebih luas.
CV Triangsa Mandiri juga mengikuti Pelatihan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) melalui Pusat Pendampingan UMKM (PPU) Bogor–Citeureup dan telah mengimplementasikannya di seluruh area produksi. Budaya kerja ini mendorong efisiensi sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman.
Selain itu, perusahaan memperoleh pelatihan perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) guna menetapkan harga jual yang kompetitif dan menguntungkan.
Dari sisi produk, CV Triangsa Mandiri aktif berinovasi dan memastikan legalitas usaha. Perusahaan telah mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk merek dagang Trilili, yang menjadi identitas utama produk mereka.
Di bawah merek ini, perusahaan memproduksi berbagai boneka karakter hewan yang diminati anak-anak maupun orang dewasa.
Komitmen terhadap keselamatan dan kenyamanan konsumen dibuktikan melalui perolehan Sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk seluruh lini produk. Sertifikasi ini menjamin setiap boneka telah melewati serangkaian uji kelayakan dan keamanan yang ketat, mulai dari pemilihan bahan baku hingga tahap akhir produksi.
Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum untuk semakin memacu semangat pelaku usaha lokal dalam berinovasi dan meningkatkan daya saing di pasar yang lebih luas.
Pencapaian CV Triangsa Mandiri menunjukkan bahwa pendampingan yang tepat, inovasi yang relevan, dan komitmen terhadap kualitas mampu menjadikan produk dalam negeri sebagai kebanggaan bangsa serta penggerak perekonomian dari tingkat akar rumput. Ke depan, diharapkan semakin banyak wirausahawan tangguh yang mampu mereplikasi kesuksesan ini demi terwujudnya kemandirian industri nasional yang berkelanjutan dan inklusif.
Kunjungan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus pemantauan langsung atas perkembangan pesat pelaku usaha binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (Yayasan Astra).
CV Triangsa Mandiri dikenal sebagai produsen mainan dan boneka anak yang berhasil mengembangkan skala bisnis secara signifikan, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Perjalanan bisnis CV Triangsa Mandiri yang dipimpin oleh Tri Nurwati dimulai pada tahun 2017 dengan skala sederhana dan hanya mempekerjakan 10 warga sekitar.
Berkat ketekunan dan strategi bisnis yang terarah, perusahaan ini mencatat pertumbuhan signifikan. Saat ini, jumlah tenaga kerja meningkat menjadi 33 karyawan lokal. Peningkatan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperluas usaha sekaligus berkontribusi nyata dalam mengurangi pengangguran di wilayah Gunung Putri dan sekitarnya.
Kehadiran usaha ini turut meningkatkan taraf hidup puluhan kepala keluarga yang bergantung pada produksi boneka berkualitas.
Dalam proses pengembangannya, Yayasan Astra memberikan pendampingan terkait penerapan Quality, Cost, dan Delivery (QCD) agar perusahaan mampu memahami kebutuhan calon pelanggan dan menjangkau pasar yang lebih luas.
CV Triangsa Mandiri juga mengikuti Pelatihan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) melalui Pusat Pendampingan UMKM (PPU) Bogor–Citeureup dan telah mengimplementasikannya di seluruh area produksi. Budaya kerja ini mendorong efisiensi sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman.
Selain itu, perusahaan memperoleh pelatihan perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) guna menetapkan harga jual yang kompetitif dan menguntungkan.
Dari sisi produk, CV Triangsa Mandiri aktif berinovasi dan memastikan legalitas usaha. Perusahaan telah mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk merek dagang Trilili, yang menjadi identitas utama produk mereka.
Di bawah merek ini, perusahaan memproduksi berbagai boneka karakter hewan yang diminati anak-anak maupun orang dewasa.
Komitmen terhadap keselamatan dan kenyamanan konsumen dibuktikan melalui perolehan Sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk seluruh lini produk. Sertifikasi ini menjamin setiap boneka telah melewati serangkaian uji kelayakan dan keamanan yang ketat, mulai dari pemilihan bahan baku hingga tahap akhir produksi.
Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum untuk semakin memacu semangat pelaku usaha lokal dalam berinovasi dan meningkatkan daya saing di pasar yang lebih luas.
Pencapaian CV Triangsa Mandiri menunjukkan bahwa pendampingan yang tepat, inovasi yang relevan, dan komitmen terhadap kualitas mampu menjadikan produk dalam negeri sebagai kebanggaan bangsa serta penggerak perekonomian dari tingkat akar rumput. Ke depan, diharapkan semakin banyak wirausahawan tangguh yang mampu mereplikasi kesuksesan ini demi terwujudnya kemandirian industri nasional yang berkelanjutan dan inklusif.
(sra)