Asosiasi INNOBIZ, Gelar Seminar Kerja Sama Smart Factory Korea-Indonesia
Jum'at, 19 Juni 2026 - 10:29 WIB
A
A
A
Asosiasi INNOBIZ (Ketua Jung Kwang Cheon) mengumumkan bahwa Seminar Kerja Sama Perusahaan Smart Factory Korea-indonesia ke-1 tahun 2026, telah sukses diselenggarakan pada 18 Juni di Kampus BINUS Alam Sutera, Indonesia.
Seminar ini diselenggarakan untuk berbagi hasil pelaksanaan program ODA "Penerapan Smart Factory dan Pengembangan Tenaga Ahli untuk Transformasi Industri Indonesia" yang sejak tahun 2023 dijalankan oleh Kementerian UKM dan Startup Korea serta Asosiasi INNOBIZ, serta untuk mendukung perluasan transformasi?digital di kalangan UMKM dan Koperasi Indonesia.
Acara ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta, termasuk Sekretaris Kementerian UMKM Indonesia, Ibu Loto Srinaita Ginting, Deputi Kelembagaan dan Digitalisasi Kementerian Koperasi Indonesia, Bapak Henra Saragih, Wakil Rektor Universitas BINUS, Bapak George Wijaya Hadipoespito, beserta jajaran dosen, serta para pemangku kepentingan dari sektor Koperasi dan UMKM.
Dalam sambutannya pada pembukaan seminar, Staf Khusus Menteri Bidang Ekonomi Hijau, Kerja Sama dan Pembiayaan Luar Negeri, Triana Krisandini Tanjung menyampaikan, "Sejalan dengan semangat 'Menata Data, Menghilangkan Waste, Membangun Smart Factory', transformasi digital harus dipahami sebagai strategi menyeluruh untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan bisnis UMKM Indonesia."
Seminar terdiri atas sesi berbagi pencapaian pelaksanaan proyek ODA Smart Factory Korea-Indonesia, pemaparan strategi pembangunan Smart Factory melalui pemanfaatan Data Management, pengenalan metode integrasi Lean Management dan Smart Factory, serta presentasi studi kasus perusahaan yang berhasil mengadopsi Smart Factory.
Secara khusus, perusahaan penerima manfaat program ini, seperti PT. Ganesha Abaditama, KBPS Susu Pengalengan, dan PT. Adyawinsa Electrical and Power, memaparkan secara langsung pengalaman serta hasil penerapan Smart Factory, yang mendapat perhatian besar dari para peserta.
Digital Transformation Headquarter INNOBIZ, Kang jang Hyung, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan, "Seminar ini merupakan kesempatan yang bermakna untuk berbagi capaian dan pengalaman dari proyek ODA Smart Factory yang telah dijalankan selama empat tahun terakhir. Ke depan, kami akan terus memperluas pertukaran teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan kerja sama antar pelaku usaha antara Korea dan Indonesia dengan berpusat pada Smart Factory Training Center.
Sementara itu, Asosiasi INNOBIZ bekerja sama dengan Kementerian UMKM Indonesia, Kementerian Koperasi Indonesia, dan Universitas BINUS dalam menjalankan program pengoperasian Smart Factory Training Center, pengembangan tenaga profesional, serta peningkatan proses manufaktur perusahaan. Pada tahun ini, Asosiasi INNOBIZ juga tengah melaksanakan program peningkatan proses manufaktur berbasis Smart Factory bagi 12 perusahaan manufaktur di indonesia.
Asosiasi INNOBIZ berencana menyelenggarakan kegiatan lanjutan, termasuk seminar ke-2 dan Acara Pelaporan Hasil pada paruh kedua tahun ini, guna memperluas pertukaran teknologi dan kerja sama antara perusahaan Korea dan Indonesia.
Seminar ini diselenggarakan untuk berbagi hasil pelaksanaan program ODA "Penerapan Smart Factory dan Pengembangan Tenaga Ahli untuk Transformasi Industri Indonesia" yang sejak tahun 2023 dijalankan oleh Kementerian UKM dan Startup Korea serta Asosiasi INNOBIZ, serta untuk mendukung perluasan transformasi?digital di kalangan UMKM dan Koperasi Indonesia.
Acara ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta, termasuk Sekretaris Kementerian UMKM Indonesia, Ibu Loto Srinaita Ginting, Deputi Kelembagaan dan Digitalisasi Kementerian Koperasi Indonesia, Bapak Henra Saragih, Wakil Rektor Universitas BINUS, Bapak George Wijaya Hadipoespito, beserta jajaran dosen, serta para pemangku kepentingan dari sektor Koperasi dan UMKM.
Dalam sambutannya pada pembukaan seminar, Staf Khusus Menteri Bidang Ekonomi Hijau, Kerja Sama dan Pembiayaan Luar Negeri, Triana Krisandini Tanjung menyampaikan, "Sejalan dengan semangat 'Menata Data, Menghilangkan Waste, Membangun Smart Factory', transformasi digital harus dipahami sebagai strategi menyeluruh untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan bisnis UMKM Indonesia."
Seminar terdiri atas sesi berbagi pencapaian pelaksanaan proyek ODA Smart Factory Korea-Indonesia, pemaparan strategi pembangunan Smart Factory melalui pemanfaatan Data Management, pengenalan metode integrasi Lean Management dan Smart Factory, serta presentasi studi kasus perusahaan yang berhasil mengadopsi Smart Factory.
Secara khusus, perusahaan penerima manfaat program ini, seperti PT. Ganesha Abaditama, KBPS Susu Pengalengan, dan PT. Adyawinsa Electrical and Power, memaparkan secara langsung pengalaman serta hasil penerapan Smart Factory, yang mendapat perhatian besar dari para peserta.
Digital Transformation Headquarter INNOBIZ, Kang jang Hyung, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan, "Seminar ini merupakan kesempatan yang bermakna untuk berbagi capaian dan pengalaman dari proyek ODA Smart Factory yang telah dijalankan selama empat tahun terakhir. Ke depan, kami akan terus memperluas pertukaran teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan kerja sama antar pelaku usaha antara Korea dan Indonesia dengan berpusat pada Smart Factory Training Center.
Sementara itu, Asosiasi INNOBIZ bekerja sama dengan Kementerian UMKM Indonesia, Kementerian Koperasi Indonesia, dan Universitas BINUS dalam menjalankan program pengoperasian Smart Factory Training Center, pengembangan tenaga profesional, serta peningkatan proses manufaktur perusahaan. Pada tahun ini, Asosiasi INNOBIZ juga tengah melaksanakan program peningkatan proses manufaktur berbasis Smart Factory bagi 12 perusahaan manufaktur di indonesia.
Asosiasi INNOBIZ berencana menyelenggarakan kegiatan lanjutan, termasuk seminar ke-2 dan Acara Pelaporan Hasil pada paruh kedua tahun ini, guna memperluas pertukaran teknologi dan kerja sama antara perusahaan Korea dan Indonesia.
(sra)