Agrinas Jaladri Nusantara Dorong Ekosistem Perikanan Terintegrasi Nasional Hulu Hingga Hilir
Senin, 16 Maret 2026 - 23:16 WIB
A
A
A
JAKARTA – Jajaran stakeholder perikanan nasional berkumpul membahas masa depan ekosistem industri ini. Pertemuan tersebut digelar PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) bersama berbagai pemangku kepentingan strategis, termasuk media. Forum itu menegaskan arah pembangunan sektor perikanan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Penguatan mencakup penangkapan ikan, budidaya, pengolahan hasil laut, hingga sistem logistik modern. Gagasan integrasi ini diharapkan memperbesar nilai tambah ekonomi maritim Indonesia. Ekosistem kuat diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pelaku industri.
Kegiatan tersebut juga menjadi rangkaian pra peringatan Hari Ulang Tahun pertama perusahaan. PT Agrinas Jaladri Nusantara mengusung tema One Beginning Endless Becoming. Tema tersebut mencerminkan semangat transformasi menuju perusahaan perikanan nasional yang adaptif. Direktur Utama PT Agrinas Jaladri Nusantara, Kharisma Febriansyah, memimpin langsung forum diskusi yang digelar pada Kamis (12/3/2026) tersebut. Turut hadir Direktur Sumber Daya Manusia dan Konsultan Karya Jusarwanto.
Hadir pula Direktur Operasional Surya Lung dalam pertemuan strategis tersebut. Direktur Bisnis, Strategi, dan Manajemen Risiko Puput Prihadi turut memaparkan arah pengembangan perusahaan. Direktur Keuangan Geraldi Tobing juga mengikuti pembahasan mengenai penguatan struktur bisnis. Corporate Secretary Adityo Ramadhan hadir mendampingi jajaran direksi. Diskusi berlangsung intens membahas integrasi rantai nilai sektor perikanan nasional. Setiap sektor produksi dinilai harus terhubung dalam satu ekosistem kuat.
Kharisma memaparkan visi penguatan industri. ”Potensi laut Indonesia memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional. Karena itu, pengelolaan sektor perikanan harus dilakukan secara sistematis dan terintegrasi. Penguatan perikanan mendukung ketahanan pangan dan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya. Selain itu, industri perikanan mampu menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan.
Penguatan sektor penangkapan menjadi fondasi utama produksi perikanan nasional. Di sisi lain, sektor budidaya didorong menggunakan teknologi produksi modern. Pengolahan hasil laut juga diperkuat agar menciptakan nilai tambah tinggi. Namun demikian, distribusi hasil perikanan memerlukan sistem logistik yang efisien. Karena itu, pengelolaan cold chain menjadi prioritas.
Kegiatan tersebut juga menjadi rangkaian pra peringatan Hari Ulang Tahun pertama perusahaan. PT Agrinas Jaladri Nusantara mengusung tema One Beginning Endless Becoming. Tema tersebut mencerminkan semangat transformasi menuju perusahaan perikanan nasional yang adaptif. Direktur Utama PT Agrinas Jaladri Nusantara, Kharisma Febriansyah, memimpin langsung forum diskusi yang digelar pada Kamis (12/3/2026) tersebut. Turut hadir Direktur Sumber Daya Manusia dan Konsultan Karya Jusarwanto.
Hadir pula Direktur Operasional Surya Lung dalam pertemuan strategis tersebut. Direktur Bisnis, Strategi, dan Manajemen Risiko Puput Prihadi turut memaparkan arah pengembangan perusahaan. Direktur Keuangan Geraldi Tobing juga mengikuti pembahasan mengenai penguatan struktur bisnis. Corporate Secretary Adityo Ramadhan hadir mendampingi jajaran direksi. Diskusi berlangsung intens membahas integrasi rantai nilai sektor perikanan nasional. Setiap sektor produksi dinilai harus terhubung dalam satu ekosistem kuat.
Kharisma memaparkan visi penguatan industri. ”Potensi laut Indonesia memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional. Karena itu, pengelolaan sektor perikanan harus dilakukan secara sistematis dan terintegrasi. Penguatan perikanan mendukung ketahanan pangan dan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya. Selain itu, industri perikanan mampu menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan.
Penguatan sektor penangkapan menjadi fondasi utama produksi perikanan nasional. Di sisi lain, sektor budidaya didorong menggunakan teknologi produksi modern. Pengolahan hasil laut juga diperkuat agar menciptakan nilai tambah tinggi. Namun demikian, distribusi hasil perikanan memerlukan sistem logistik yang efisien. Karena itu, pengelolaan cold chain menjadi prioritas.
(sra)